5 Kisah yang Diceritakan Tarian Asal Yogyakarta - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Tari Adat

5 Kisah yang Diceritakan Tarian Asal Yogyakarta

5 Kisah yang Diceritakan Tarian Asal Yogyakarta 1

Yogyakarta, siapa yang tidak kenal dengan nama kota ini. Kota yang dikenal sebagai tujuan pariwisata ini menjadi pilihan wisata baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Pilihan wisata mulai dari gunung, pantai, wisata kuliner, dan wisata kebudayaan. Wisata budaya di Yogyakarta sangat dekat, bahkan bisa dilihat dari bangunan, jalan, dan tempat umum lainnya.

Salah satu hasil kebudayaan Yogyakarta adalah tari tradisional. Sebetulnya, ada banyak tari tradisional khas Yogyakarta. Namun, kali ini akan dibahas 5 saja. Apa saja tarian yang dimaksud? Simak lebih lanjut!

1. Tari Serimpi

serimpi yogyakarta

sumber : moondoggies.com

Tari Serimpi adalah salah satu tarian dari Yogyakarta yang sudah dikenal dunia. Makna dari tari ini adalah mimpi. Penonton akan dibawa seakan-akan berada di alam mimpi. Ada keunikan yaitu taburan bunga di lantai tempat menari. Tari Serimpi ada beragam jenisnya, namun yang sering ditampilkan adalah tari dengan jumlah penari empat orang wanita. Tarian yang dibawakan adalah tari dengan gerakan halus, lembut, anggun, dan gemulai. Kostum yang digunakan teridiri dari atasan kemben dan selendang warna hijau yang diikat dipinggang.

Dahulu, tarian ini hanya ditampilkan pada acara tertentu saja seperti acara kenegaraan dan acara resmi keraton. Seiring perkembangan waktu, tarian ini juga ditampilkan saat acara tidak resmi seperti penyambutan tamu dan acara lainnya.

2. Tari Beksan Lawung Ageng

5 Kisah yang Diceritakan Tarian Asal Yogyakarta 2

sumber : kratonjogja.id

Tarian ini menjadi bagian sejarah keraton Yogyakarta. Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I pada masa tahun 1755 sampai 1792. Konon katanya tarian ini merupakan adaptasi dari gerakan yang dilakukan prajurit kerajaan yaitu watangan. Watangan adalah kegiatan yang menunjukan adu ketangkasan dalam menunggangi kuda dengan membawa tongkat sebagai alat pemacunya.

Tari Beksan Lawung Ageng dilakukan oleh 16 orang penari yang seluruhnya laki-laki. Tiap penari memiliki perannya masing-masing yaitu : 2 orang sebagai Salaotho, 4 orang sebagai Lurah, 4 orang sebagai Pengampil, 4 orang sebagai Jajar, 2 orang sebagai Botoh. Gerakan tarian yang dilakukan memiliki jalan cerita yang pastinya tidak akan bosan saat menyaksikan penampilan ini!

Baca juga: Tari Wira Pertiwi, Tari Kreasi Baru Asal Jawa Tengah

3. Tari Beksan Srikandi Suradewati

5 Kisah yang Diceritakan Tarian Asal Yogyakarta 3

sumber : budayalokal.id

Leave a Reply