4 Cerita Rakyat Maluku yang Paling Terkenal - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Cerita Rakyat

4 Cerita Rakyat Maluku yang Paling Terkenal

Asal Mula Telaga Biru

Asal Mula Telaga Biru - foto youtube Dongeng Kita,

Cerita Rakyat Maluku, termasuk Maluku Utara konon merupakan  legenda atau cerita kuno yang sakral dan mistis.

Selain itu, juga mencerminkan budaya, adat, dan kehidupan masa lampau masyarakat Maluku dan Maluku Utara.

Inilah 4 cerita rakyat Maluku yang paling terkenal:

1. Cerita Nenek Luhu

Cerita Nenek Luhu

Cerita Nenek Luhu – foto youtube QJP OFFICIAL

Pada jaman dahulu kala ada seorang tokoh yang hilang secara misterius bernama Nenek Luhu.

Maluku pada jaman Belanda diperintah oleh Raja bernama Raja Gimelaha Luhu Tuban atau dikenal dengan nama Raja Luhu.

Pada suatu ketika kekayaan Negeri Luhu didengar oleh penjajah Belanda dan merekapun menyerang negeri ini.

Semua keluarga dan rakyat tewas, hanya satu orang yang selamat yaitu Putri raja, Ta Ina Luhu.

Namun, Ta Ina Luhu dibawa ke Ambon dan dijadikan istri oleh panglima perang Belanda.

Ia sempat diperkosa hingga akhirnya melarikan diri dan sampai di kerajaan Soya.

Di sini Ta Ina Luhu hamil dan kemudian meninggalkan kerajaan ini juga.

Sampailah ia di puncak gunung, namun ternyata Ta Ina Luhu dikejar oleh pasukan dari negeri Soya.

Ketika ia hendak naik kuda, pasukan negeri Soya hendak menariknya, tapi secara gaib Ta Ina Luhu menghilang.

Menurut kepercayaan masyarakat Ambon, makhluk halus yang suka menculik anak-anak adalah jelmaan dari Ta Ina Luhu.

Hingga saat ini Ta Ina Luhu dikenal dengan nama Nenek Luhu.

2. Cerita Si Rusa dan Si Kulomang

Si Rusa dan Si Kulomang

Si Rusa dan Si Kulomang – foto blogdaerah.com

Pada jaman dahulu di Kepulauan Aru hidup sekelompok Rusa yang sangat berkuasa.

Kemudian, pemimpin Rusa mengajak Kulomang (siput) adu lari. Taruhan pertandingannya adalah tempat tinggal si siput di laut.

Pertandingan dimulai Rusa berlari dengan sangat cepat. Dalam waktu singkat ia sudah tiba di ujung tanjung yang pertama.

Ia pun tertawa terpingkal-pingkal membayangkan Kulomang yang tertinggal jauh darinya.

Tiba-tiba, Rusa mendengar suara Kulomang yang mengatakan bahwa ia sedang di belakang Rusa.

Rusa sempat beristirahat di ujung Tanjung, tetapi lagi-lagi si Kulomang mengatakan bahwa ia sudah ada di belakang rusa.

Rusa berlari sekuat tenaga menuju tanjung-tanjung berikutnya dan tanpa henti.

Sebab, berlari terlalu kencang Rusa pun kelelahan, dadanya sesak dan tersungkur kecapaian, hingga akhirnya tak bernapas lagi.

Akhir kisah pemenangnya adalah Kulomang yang bekerja sama dengan teman-temannya.

3. Asal Mula Telaga Biru

Asal Mula Telaga Biru

Asal Mula Telaga Biru – foto youtube Dongeng Kita,

Di wilayah Gelela, Lisawa, daerah Halmahera Maluku Utara ada sebuah telaga.

Dahulunya telaga ini mata airnya berair jernih dan berkilau berwarna biru

Setiap daun jatuh di sekitar telaga, daun tersebut seperti dihisap oleh bebatuan, sehingga sekitar telaga tetap terlihat bersih.

Suatu ketika kekeringan melanda Galela selama berbulan-bulan lamanya.

Namun, pada suatu hari mereka dikejutkan dengan keluarnya air dari sela bebatuan yang terbentuk dari pembekuan lahar panas.

Air itu terus mengalir dan membentuk sebuah telaga. Letak telaga ini tepat di bawah sebuah pohon beringin yang sangat rimbun.

Keanehan yang terjadi ini membuat para penduduk melakukan sebuah ritual.

Singkat cerita, konon ada sepasang kekasih yang berjanji untuk sehidup semati. Mereka bernama Mojojaru dan Magohiduruu.

Pada suatu hari Magohiduruu pergi merantau ke negeri seberang.

Majojaru menanti dengan setia dan cemas, hampir satu tahun Magohiduruu tidak kembali

Air mata Mojojaru mengalir sangat deras hingga menggenang dan menenggelamkan bebatuan yang ada di sekitar pohon beringin.

Pada akhirnya, Mojojaru tenggelam oleh air matanya.

Saat itu juga, langsung terbentuk sebuah telaga dan airnya sebening mata wanita-wanita Lisawa.

4. Cerita Rakyat Batu Badaong

Cerita Rakyat Batu Badaong

Cerita Rakyat Batu Badaong – foto jelmacom

Di jaman dahulu kala tepatnya di daerah Tobelo hiduplah sebuah keluarga nelayan di rumah yang berdinding daun Rumbia.

Pada suatu hari ayah mereka pergi melaut, dan ibu mereka pergi berkebun.

Sebelum ibu mereka pergi, dia berpesan kepada O Bia Moloku dan O Bia Mokara untuk tidak memakan telur ikan yang ada di dapur.

Karena merasa kelaparan O Bia Moloku memberikan telur ikan tersebut kepada adiknya O Bia Mikara.

Tak lama kemudian ibunya pulang dari berkebun dan kaget melihat telur ikan di dapur habis.

Ibu mereka sangat kecewa karena telah melanggar aturan dan pasti suaminya tidak akan selamat di lautan.

Ibu mereka melarikan diri ke pesisir pantai sambil menggendong O Bia Mokara, O Bia Moloku mengejar ibunya sambil memanggilnya.

Namun, ibunya masuk ke dalam laut yang ada batu besarnya.

Bebatuan yang besar itu pun menutup sendiri dan lalu menelan ibu beserta adiknya O Bia Mokara di lautan.

Leave a Reply