Budaya, Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Golek Ayun Ayun

Tari Golek Ayun Ayun

Tari Golek Ayun Ayun

Tari Golek Ayun Ayun – Tari tradisional merupakan suatu jenis tarian yang berakar pada budaya dan bertumpu pada tradisi zaman dahulu yang sudah ada. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memang memiliki keragaman dalam jenis tarian tradisonal.

Selain Tari Satrio Watang yang ditampilkan oleh penari laki-laki, juga terdapat tarian yang dipertunjukan oleh penari gadis remaja yaitu Tari Golek Ayun-Ayun. Seperti halnya Tari Balumpa di Sulawesi Tenggara, Tari Golek Ayun Ayun ini ditampilkan sebagai penyambutan tamu kehormatan. Tari ini masih sering ditampilkan pada acara resmi Keraton Yogyakarta ataupun festival budaya.

Berikut kami sampaikan informasi terkait makna dan sejarah Tari Golek Ayun Ayun.

Makna Tari Golek Ayun Ayun

Sejarah dan makan Tari Golek Ayun Ayun

Tari Golek Ayun Ayun Foto: instagram.com/indonesianroyalheritage/

Sebenarnya Tari Golek Ayun Ayun ii adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang Pencarian Jati Diri Gadis Yogyakarta Menuju Kedewasaan. Makna Tari Golek Ayun-ayun adalah suatu tarian yang merepresentasikan seorang gadis Jawa yang beranjak dewasa yang sudah mulai senang untuk berdandan dan merias diri.

Kata “Golek” dalam Bahasa Jawa merupakan istilah yang memiliki arti “mencari” . Kata “mencari” disini memiliki maksud mencari suatu jatidiri yang sebenarnya dari seorang remaja yang akan memasuki masa dewasa.

Sejarah Tari Golek Ayun Ayun

Tari Golek Ayun Ayun diciptakan pada tahun 1976 oleh seorang pakar tari tradisional JAwa yaitu KRT. Sasminta Mardawa, yang memiliki nama asli Soemardjono atau akrab dipanggil Romo Sas. Mpu. Nama Tari Golek Ayun Ayun diambil dari gending Landrang Ayun-ayun biasanya dipertunjukan untuk menyambut tamu kehormatan.

Tari Golek Ayun Ayun telah resmi menjadi materi pembelajaran untuk keluarga kraton di Kridha Mardawa Keraton Yogyakarta. Selain di Keraton, tarian ini juga banyak dipelajari dan ditampilkan di sanggar-sanggar kesenian yang ada di Yogyakarta.

Busana Adat yang Digunakan Penari Tari Golek Ayun Ayun 

Bussana Tari Golek Ayun Ayun

Busana Tari Golek Ayun Ayun Foto: instagram.com/hardian_cahya/

Busana adat yang dipakai oleh penari Tarian Golek Ayun Ayun adalah pakaian adat Jawa yang terdiri dari Jarik (kain bermotif batik berbentuk segi panjang sebagai penutup tubuh bagian bawah), Stagen (kain bentuk persegi panjang untuk melekatkan jarit), Rompi Bludru, dan Sampur (kain yang diikatkan ke pinggang).

Aksesoris-aksesoris pun digunakan sebagai pelengkap penampilan penari. Aksesorisnya terdiri dari gelang tangan, gelang bahu, kalung, Subang (perhiasan yang terbuat dari perunggu), Ceplok jebehan (hiasan bunga yang terbuat dari kain saten), Jamang (hiasan kepala dengan bulu), Sinyong (rambut yang diikat seperti bentuk sanggul), dan Cunduk menthul (perhiasan bentuk bunga).

Baca ini juga ya :

Gerakan Tari Golek Ayun Ayun 

Gerakan Tari Golek Ayun Ayun

Gerakan Tari Golek Ayun Ayun Foto: instagram.com/hdx_hendhidwir/

Tari Golek Ayun-ayun ditampilkan secara berkelompok yang biasanya dibawakan oleh dua sampai  dengan delapan orang penari. Tari Golek Ayun Ayun dipertunjukan dengan durasi sekitar 12 menit

.Gerak tari gemulai ditambah dengan paras cantik dan juga mimik muka yang bahagia dari para penari menjadi ciri khas tarian ini. Secara umum, Tari Golek Ayun Ayun ini memiliki tiga bagian utama dalam gerak tarinya.

1. Maju Beksan (Bagian Awal)

Tari Golek Ayun Ayun diawali dengan gerak sembahan untuk menunjukkan rasa hormat pada raja, petinggi keraton, dan tamu yang datang. Gerak sembahan ini juga secara implisit mewakili ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Inti Beksan (Bagian Tengah)

Bagian inti atau tengah dari Tari Golek Ayun Ayun memperlihatkan ragam gerak tari yang luwes dan riang gembira sebagai gambaran seorang gadis yang sedang berhias dan mempercantik diri agar bisa terlihat lebih cantik dan menarik. Terdapat beberapa gerak inti yang terdiri dari bercermin (ngilo), gerak berbedak (tasikan), memasang hiasan sanggul (atrap cundhuk). Terdapat juga gerakan untuk memasang mahkota (atrap jamang) dan memasang sabuk (atrap slepe).

3. Mundur Beksan (Bagian Akhir)

Bagian akhir Tari Golek Ayun Ayun adalah suatu representasi akan berakhirnya penampilan dengan menggunakan gerakan berjalan (kapang-kapang) lalu memohon pamit kepada penonton, lalu diakhiri dengan gerakan sila panggung atau posisi duduk dengan gerak sembahan.

Musik Gamelan Jawa Klasik Sebagai Pengiring Tari Golek Ayun Ayun

gamelan

Gamelan Jawa Foto: instagram.com/tripstricks/

Gamelan Jawa klasik yang dipadupadankan dengan harmoni gending Landrang Ayun-ayun menjadikan tarian ini menjadi sempurna dan sangat terasa esensi dan filosofi tradisional yang dikandungnya.

 

Leave a Reply