Air Terjun, Alam, Bukit, Danau, Pulau

6 Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada NTT

Tempat Wisata di Bajawa

puncak wolobobo, Tempat Wisata di Bajawa - Foto by Instagram.com

Tempat Wisata di Bajawa – Kabupaten Ngada adalah sebuah kabupaten di bagian tengah pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, dengan ibukota kabupaten adalah Bajawa.  Kabupaten Ngada memiliki tiga suku besar, yaitu Suku Nagekeo, Suku Bajawa dan Suku Riung.

Kabupaten Ngada memiliki banyak wisata alam yang lengkap mulai dari pantai, danau, air terjun , bukit dan gunung hingga pemandian air panas. Luas wilayah Kabupaten Ngada adalah sekitar 1.621 km² dengan jumlah penduduk Kabupaten Ngada mencapai 162.299 jiwa.

6 Tempat wisata di Bajawa Kabupaten Ngada

Kabupaten Ngada sangat terkenal di kalangan wisatawan asing yang tertarik dengan kebudayaan maupun pemandangan alam dan lautnya. Beberapa kampung adat yang paling banyak dikunjungi di Kabupaten Ngada adalah seperti kampung Bena.

Lalu wisata alamnya yang paling terkenal adalah Riung 17 Pulau dan Puncal Wolobobo dengan pemandangan Gunung Ineire. Apa sajakah Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada NTT lainnya, simak infonya dibawah ini:

1. Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung

Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada yang pertama adalah Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung. Taman Nasional ini adalah adalah salah satu taman laut yang letaknya di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung

Taman Laut Nasional 17 Pulau Riung – foto mongbay,co.id

Taman laut ini merupakan gugusan pulau-pulau kecil dan besar yang memanjang dari Toro Padang di sebelah barat hingga Pulau Pangsar di sebelah timur. Bandara terdekat ke Riung adalah Bandara Maumere.

Ada penerbangan yang beroperasi dari Jakarta, Surabaya, atau Bali ke Maumere. Penerbangan dari Denpasar ke Maumere adalah sekitar 2 jam. Ada juga penerbangan dari Bali ke kota Ende. Dari Ende ke Riung dengan mobil memakan waktu sekitar 3 sampai 4 jam.

Dari Maumere Kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan bus atau mobil sewaan ke Bajawa dan kemudian ke Riung. Penyewaan mobil tersedia di Maumere. Untuk mencapai Riung dari Bajawa, itu adalah sekitar 72 kilometer dan memakan waktu sekitar 4 jam dengan mobil. Bepergian sendirian tidak disarankan jika Kamu baru pertama kali ke Riung, karena jalan agak sulit untuk  dan mudah untuk tersesat.

Biaya masuk ke Taman Wisata Alam 17 Pulau Riung sebesar Rp 5.000,- untuk wisatawan domestik  dan Rp 100.000,- untuk wisatawan mancanegara. Biaya Sewa Kapal  Rp. 500.000 – Rp.700.000 (kapasitas 10 orang). Sementara untuk penginapan dan hotel berkisar Rp. 200.000 – Rp.900.000 / malam.

Kamu akan menikmati keindahan alam bawah laut yang beragam dan berwarna-warni dari permukaan. Ini juga merupakan situs menyelam yang mengesankan karena ada berbagai macam makhluk laut dan terumbu karang untuk ditelusuri.

2. Air Terjun Ogi

Air Terjun Ogi, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada yang kedua adalah Air Terjun Ogi. Air terjun Ogi terletak di Desa Pape, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada,  dengan ketinggian sekitar 30 meter.  Dihiasi oleh pepohonan rimbun, hamparan persawahan serta udaranya yang jauh dari polusi menjadikan air terjun ini terasa sejuk dan asri.

Aliran airnya memiliki debit yang cukup besar dengan bebatuan dan rerumputan hijau menghiasi di sisi kanan dan kirinya. Sehingga dimanfaatkan oleh PLN dan juga warga sekitar untuk irigasi area persawahan.

Air Terjun Ogi, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada

Air Terjun Ogi, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada – Foto by indahnyaflores.blogspot.com

Untuk menuju ke lokasi air terjun ini kamu harus berjalan kaki kurang lebih 1 km,
Letaknya yang berada tak begitu jauh dari pusat Kota Bajawa yakni sekitar 8km, waktu tempuh untuk menuju air terjun ini memakan waktu sekitar 30-45 menit lamanya.

Bagi pengunjung di luar Kota Bajawa, dapat menyewa kendaraan bermotor di Bajawa dengan tarif sewa berkisar 100.000 per harinya. Tidak terdapat fasilitas penunjang apapun, hanya terdapat warung kecil yang berada di sekitar area parkir di bibir jalan sebelum menuju lokasi air terjun.

Sebaiknya pengunjung membawa bekal makanan dan minuman. Karena letaknya yang berada di dekat Kota Bajawa, untuk penginapan terdapat banyak pilihan dengan harga yang bervariatif diantaranya Edelweiss, Korina, Silverin dan lain-lain.

3. Puncak Wolobobo, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada

Wolobobo merupakan sebuah bukit yang berada di kawasan hutan lindung Wolobobo dengan ketinggian 1,500 m diatas permukaan laut. Di kawasan ini terdapat menara Telkom yang menjulang.

Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada ini merupakan salah satu alternative untuk melihat kota Bajawa dan desa – desa di sekitarnya dan gunung Inerie dan Ebulobo. Selain itu bukit wolobobo juga menjadi tempat melihat matahari terbit terbaik di Bajawa. keindahannya serasa tinggal di Negeri atas awan.

Baca Juga ya :

Puncak Wolobobo, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada

Puncak Wolobobo, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada – Foto by Instagram.com

kamu akan mendengar terdengar kicauan burung dan aktivitas penduduk setempat di kebun. Untuk mencapai tempat ini anda dapat menyewa kendaraan atau Ojek karena tidak ada angkutan umum yang melalui kawasan ini.

Jalur menuju wolobobo melalui Desa Boua, terdapat sebuah pertigaan kanan jalan apabila anda datang dari arah Bajawa. Anda akan melewati perkebunan penduduk serta hutan ampupu sebelum mencapai puncak bukit wolobobo.

Tidak perlu berjalan kaki karena jalan aspal sudah di buka sampai puncak bukit ini. Hotel terdekat dari bukit wolobobo adalah Hotel Silverin Bajawa – Wolokole.

4. Danau Wawomudha

Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada selanjutnya adalah sebuah Danau cantik bernama Danau Wawomudha . Danau ini terletak di Dusun Ngoranale, Kelurahan Susu, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada-NTT. Pada tahun 2001, kawah Wawomudha terbentuk setelah Gunung Wawomudha meletus.

Danau Wawomudha, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada

Danau Wawomudha, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada – foto skyadventure.com

Untuk mencapai tempat wisata ini, wisatawan bisa berkendara dari pusat kota Bajawa selama sekitar 15 menit. Atau sekitar enam kilometer jaraknya. Wisatawan bisa menggunakan mobil atau motor menuju ke danau di Bajawa ini. Atau bisa juga menggunakan jasa angkutan umum dengan rute Bajawa-Ngoranale atau dapat menggunakan ojek.

Setelah itu, wisatawan mendaki gunung dengan berjalan kaki sekitar 30 menit. Selama perjalanan menuju Kawah Wawomudha, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam berupa pohon pinus dan cemara di sepanjang jalan.

Pemandangan di Danau Wawomudah sungguh mempesona. Kamu pasti betah berlama-lama di sana. Jangan lupa siapkan perbekalanmu ketika mengunjungi danau di Bajawa ini karena tidak tersedia restoran.

5. Permandian Air Panas Mengeruda

Pemandian Air Panas Soa Mengeruda menjadi Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada selanjutnya. Pemandian ini merupakan pemandian alami yang terletak di Kecamatan Soa, Kabupaten Ngada, NTT. Pemandian ini menyajikan fenomena unik air panas yang berasal dari Gunung Ine Lika.

Permandian Air Panas Mengeruda Bajawa Ngada

Permandian Air Panas Mengeruda Bajawa Ngada – foto tatkala.com

Adapun rute untuk menuju lokasi dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum atau ojek dari arah Bajawa menuju ke Soa. Yang menjadi daya tarik lain adalah suasana sejuk dan rimbun sehingga pada saat berendam kita benar-benar menyatu dengan alam disekitarnya.

Kawasan wisata pemandian Air Panas Mengeruda ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 dan tutup pada pukul 18.00.  Adapun biaya tiket masuk wisata pemandian air panas ini adalah Rp 2.000 untuk anak-anak dan Rp 4.000 untuk dewasa.

6. Kampung Bena

Kampung Bena adalah salah satu perkampungan megalitikum yang terletak di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Tepatnya di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, sekitar 19 km selatan Bajawa. Kampung yang terletak di puncak bukit dengan view gunung Inerie.

Kampung Bena, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada

Kampung Bena, Tempat Wisata di Bajawa Kabupaten Ngada – Foto by @jelajahnusantaraku

Kehidupan di Kampung Bena dipertahankan bersama budaya zaman batu yang tidak banyak berubah sejak 1.200 tahun yang lalu. Di sini ada 9 suku yang menghuni 45 unit rumah, yaitu: suku Dizi, suku Dizi Azi, suku Wahto, suku Deru Lalulewa, suku Deru Solamae, suku Ngada, suku Khopa, dan suku Ago.

Pembeda antara satu suku dengan suku lainnya adalah adanya tingkatan sebanyak 9 buah. Setiap satu suku berada dalam satu tingkat ketinggian. Rumah suku Bena sendiri berada di tengah-tengah. Suku Bena dianggap suku yang paling tua.

Jika kamu datang ke Kampung Bena, jangan lupa membawa baju hangat karena cuacanya cukup dingin di malam hari. Supaya lebih memahami budaya di Kampung Bena, maka sebaiknya kamu menginap.

Simak Juga Yuk.

 

Leave a Reply