Museum

Museum Colomadu

Museum Colomadu 1

Museum Colomadu | Foto : www.constructionplusasia.com

Museum Colomadu – Museum Colomadu atau yang lebih dikenal dengan nama De Tjolomadoe merupakan sebuah bangunan yang dulunya digunakan sebagai pubrik gula. Gedung ini dirubah sedemikian rupa hingga menjadi tujuan wisata jika kalian mengunjungi Jawa Tengah. Mulai dibuka pada tahun 2017, Museum Colomadu berhasil mencuri perhatian wisatawan untuk dikunjungi. Museum ini tidak hanya sebagai destinasi wisata heritage dan pusat kebudayaan tetapi juga menjadi tempat rekreasi bersama anak dan keluarga.

Museum Colomadu - Museum Colomadu

Museum Colomadu | Foto : www.constructionplusasia.com

Sejarah Museum Colomadu

Bangunan Museum Colomadu dulunya diperuntukan sebagai Pabrik Gula Colomadu yang dibangun oleh Mangkunegaran ke-IV pada 8 Desember 1861 di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Selama periode 1925 -1930, Pabrik Gula Colomadu menunjukkan keunggulannya yang mana berhasil menjadi pengekspor gula terbesar kedua di dunia. Namun, karena krisis ekonomi pada tahun 1997-1998 membuat Pabrik Gula Colomadu berhenti beroprasi. Berhentinya kegiatan produksi  ini membuat peralihan lahan tebu yang berada di sekitar gedung menjadi area persawahan. Dengan ditutupnya Pabrik Gula Colomadu, maka mesin uap, ketel raksasa, dan beberapa alat lainnya yang dulunya berfungsi sebagai mesin pembuatan gula dibiarkan begitu saja.

Setelah 20 tahun gedung bekas Pabrik Gula Colomadu ini dibiarkan dengan kondisi terbengkalai, beberapa pihak terkait melakukan revitalisasi dengan mengikuti kaidah cagar budaya. Dengan tetap mempertahankan bentuk bagian pabrik yang asli, 1,3 hektar yang merupakan luas gedung telah selesai direvitalisasi pada tahun 2017.

Koleksi Museum

Ketika memasuki Museum Colomadu, kalian akan mendapatkan kesan megah dari bentuk bangunan asli yang masih dipertahankan itu. Bangunan khas masa kolonial dengan cerobong asap yang tinggi memberi kesan unik tersendiri yang menjadi daya tarik museum ini. Setiap koleksi museum terdapat dalam ruangan tertentu, penamaan ruangan ini masih sesuai dengan nama ruangan ketika bangunan masih berfungsi sebagai pabrik gula.

Berikut beberapa koleksi museum yang tak boleh kalian lewatkan jika berkunjung ke Museum Colomadu :

1. Stasiun Gilingan

Stasiun Gilingan - Museum Colomadu

Stasiun Gilingan | Foto : travel.kompas.com

Pada stasiun ini, kalian dapat melihat sebuah mesin berukuran besar yang merupakan mesin penggerak gilingan tebu. Dulunya, mesin ini berfungsi sebagai penggerak mesin yang berada disampingnya untuk menggiling batang-batang tebu. Saat ini, area Stasiun Gilingan digunakan sebagai spot foto paling ikonik dari Museum Colomadu oleh pengunjung.

2. Stasiun Ketelan

Stasiun Ketelan - Museum Colomadu

Stasiun Ketelan | Foto : solo.tribunnews.com

Area Stasiun Ketelan dulunya merupakan jantung Pabrik Gula Colomadu. Setiap ampas dari gilingan tebu dibakar hingga menghasilkan uap yang digunakan sebagai tenaga mesin pabrik. Jika kalian mengunjungi Stasiun Ketelan, kalian dapat sekalian mencicipi beberapa makanan di area yang sudah dijadikan area food and beverage, serta melihat berbagaimacam cendramata yang dapat dijadikan oleh-oleh.

3. Stasiun Penguapan

Stasiun Penguapan - Museum Colomadu

Stasiun Penguapan | Foto : www.menggapaiangkasa.com

Ketika kalian memasuki area ini, maka tabung-tabung besar akan menyambut kedatangan kalian. Tabung besar dengan disanggah tiang-tiang ini merupakan mesin pemanas nira. Mesin ini dulunya digunakan untuk menghilangkan kandungan air dalam perasan tebu. Stasiun Penguapan saat ini berfungsi sebagai tempat berjualan berbagai jenis kerajinan tangan.

4. Stasiun Karbonatasi

Stasiun Karbonatasi - Museum Colomadu

Stasiun Karbonatasi | Foto : www.travelingbae.com

Dalam Stasiun Karbonatasi, gula yang sudah jadi dimurnikan kembali melalui proses karbonatasi atau pengkristalan. Hal ini dilakukan agar gula menjadi lebih putih dan bersih. Namun, saat ini, area ini digunakan sebagai tempat penjualan souvenir dan beberapa jenis batik yang dapat kalian jadikan buah tangan.

Fasilitas

Selain kemegahan museum dan beberapa koleksi yang masih berdiri kokoh. Ada juga beberapa fasilitas yang bisa kalian kunjungi setelah mendatangi setiap stasiun yang memiliki fungsi masing-masing tersebut.

Kalian bisa mengunjungi Besali Café yang merupakan café bernuansa putih dan coklat kayu yang bisa menjadi tempat beristirahat setelah berkeliling museum. Selain itu, Museum Comoladu juga memiliki 3 hall yaitu Tjolomadoe Hall, Concert Hall, dan Sarkara Hal yang sering digunakan berbagai jenis acara seperti konser, pernikahan, maupun acara wisuda.

Tak lupa juga, kalian dapat mendatangi Taman Wagis Wara dan Wahana Museum. Taman Wagis Wara merupakan sebuah rungan dengan menawarkan konsep lukisan dan karya seni glow in the dark. Sedangkan, untuk mendaptkan informasi yang memuat sejarah museum, kalian bisa mengunjungi Wahana Museum.

Harga Tiket

Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp35.000 per orang, kalian sudah bisa menikmati segala koleksi yang terdapat di Museum Colomadu ini.

Jangan lupa di catat waktu buka museum ini ya.

– Senin libur
– Selasa-Kamis : 10.00 – 18.00 WIB
– Jumat-Sabtu : 10.00-21.00 WIB

Lokasi Museum

Museum Colomadu

Museum Colomadu | travelspromo.com

Museum Colomadu beralamat di Jalan Adi Sucipto No. 1 Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah. Lokasinya sangat mudah untuk ditemukan. Apabila kalian telah berada di Jalan Adi Sucipto maka hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Adi Sumarno untuk menuju ke Musemum Colomadu ini.

Artikel Terkait

Leave a Reply