Desa Wisata, Museum

Berkunjung ke Museum Tambang Pongkor

Museum Tambang Pongkor

Museum Tambang Pongkor

Museum Tambang Pongkor – Gunung Pongkor berlokasi di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Wilayah ini merupakan tempat penambangan emas terbesar di Jawa. Pertambangan emas ini dikelola oleh BUMN tambang yaitu PT Aneka Tambang Tbk (Antam), beroperasi dengan sistem penambangan secara tertutup atau di bawah tanah.

Bukan hanya emas, Antam juga memproduksi feronikel, bauksit, batu bara, perak, alumina, dan jasa pemurnian emas. Proses penambangan PT Aneka Tambang Tbk dimulai pada tahun 1974, dalam melakukan kegiatan eksplorasi dan berhasil menemukan base metal. Selama 21 tahun sejak tambang Gunung Pongkor menjadi salah satu bisnis Antam pada tahun 1994 hingga sekarang aktivitas pertambangan terus berlangsung.

Diperkirakan hingga tahun 2019, kegiatan operasi tambang gunung pongkor segera ditutup. Bentuk Antam setelah pasca tambang dengan menutup lubang – lubang galian secara permanen.

Sejarah Museum Tambang Pongkor

066314000_1568873316-shutterstock_309796679

Museum Tambang pongkor, Foto: radarbogor.id

Gunung Pongkor merupakan salah satu gunung api purba dengan status gunung tidak aktif sejak 30 juta tahun silam. Pendirian museum tambang pongkor diprakarsai oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Semenjak berakhirnya kegiatan operasi tambang di kawasan ini.

Dan mengubahnya menjadi objek wisata yang mengedukasi, yang akan memberikan pengetahuan mengenai aktivitas pertambangan mulai dari eksplorasi hingga pengelolaan biji emas. Salah satu wisata alam di Indonesia yang diakui oleh UNESCO yaitu Geopark Ciletuh Sukabumi. Luas Geopark Ciletuh cukup luas mencapai 1.261 km2.

Dalam area tersebut terdapat 9 air terjun dan pantai, terbuka hingga 24 jam dan gratis. Namun, untuk akses ke objek wisata alam ini cukup sulit karena berada cukup jauh dari pusat kota bogor.

Museum Tambang pongkor milik PT Antam

Museum Tambang pongkor milik PT Antam – foto zonasultra.com

Kawasan wisata ini yang dikenal dengan nama Geopark Nasional Pongkor (GNP). Lokasi meliputi 15 kecamatan diantaranya:

  • Kecamatan Nanggung
  • Kecamatan Cigudeg
  • Kecamatan Tenjo
  • Kecamatan Tenjolaya
  • Kecamatan Leuwiliang
  • Kecamatan Leuwisadeng
  • Kecamatan Ciseeng
  • Kecamatan Ciampea
  • Kecamatan Jasinga
  • Kecamatan Parung
  • Kecamatan Pamijahan
  • Kecamatan Rumpin
  • Kecamatan Tamansari
  • Kecamatan Sukajaya
  • Kecamatan Cibungbulang

Tujuan Objek Wisata Museum Tambang Pongkor

Museum Tambang Pongkor

Underground Park di Museum Tambang Pongkor, Foto: liputan6.com

Sebagai bentuk dalam melestarikan bumi dengan mempertimbangkan segala aspek diantaranya aspek bio, aspek culture, dan aspek geoheritage. Wisata ini juga sebagai saran edukasi tentang nilai-nilai budaya, sejarah, dan struktur bumi yang bermanfaat bagi para pengunjung Indonesia dan asing. Dengan adanya destinasi ini diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan penduduk di daerah sekitarnya.

Objek Lain di Museum Tambang Pongkor

Desa-Wisata-Malasari

Gunung Pongkor, Foto: gpswisataindonesia.info

Suasana yang sejuk pegunungan dengan pemandangan alam yang indah menjadi daya tarik tersendiri pada objek wisata ini dan menjadi tempat favorit bagi para pengunjung untuk menghabiskan masa liburnya. Kawasan objek wisata ini terdapat beberapa wisata yang menarik dengan pesona alam yang luar biasa untuk dikunjungi, yakni:

  • Kawasan Wisata Cikaret
  • Kebun Teh Nirmala
  • Curug Sawer
  • Curug Berundak
  • Curug Cikawung
  • Curug Cipiit
  • Curug Cihanjawar
  • Curug Rahong
  • Curug Walet
  • Curug Tujuh
  • Curug Batu Tujuh
  • Curug Cikudapaeh
  • Curug Alteras

Letak Geografis Area Geopark Ciletuh Sukabumi terbentang hingga 8 kecamatan dan 74 desa. Bentuk Geopark mempunyai bentang alam seperti amfiteater (tapal kuda) ke arah Teluk Ciletuh. Berdiameter mencapai 15 km, amfiteater ini didaulat sebagai amfiteater alam terbesar di Indonesia.

Kawasan Geopark Ciletuh Sukabumi tidak dipungut biaya (gratis). Namun, untuk biaya retribusi dibayarkan saat Anda memasuki obyek wisata tertentu.  Nah, beberapa wisata yang dapat nikmati ketika berasa di area Geopark Ciletuh Sukabumi sebagai berikut:

1. Tebing Panenjoan

Bukit-Panenjoan-Purwakarta

Tebing Panenjoan, Foto: modernsocialmagazine.com

Tebing Panenjoan terlihat dari area Desa Taman Jaya. Dengan ketinggian mencapai 300 mdpl. Keindahan tebing dapat anda saksikan dari pinggir jalan, menara atau gardu pandang yang telah disediakan oleh pengelola. Selain itu anda dapat melihat amfiteater raksasa dari atas tebing. Bentuk dinding tebing berupa setengah lingkaran yang memberikan kesan melindungi area desa tersebut.

2. Air Terjun Cimarinjung

Untuk melihat secara jelas air terjun ini dari pantai panglapang. Wisata alam berlokasi di desa ciwaru, dapat ditempuh selama 5 menit dari pantai. Ketinggian air terjun cimarinjung mencapai 50 m, dan disebut juga curug gong dikarenakan terdengar suara gong pada hari tertentu.

Curug Cimarinjung

Curug Cimarinjung – Sumber : adira.finance

Konon, gong tersebut merupakan bekas peninggalan istana pada saat itu. Bebatuan yang ada di curug tersebut merupakan sedimen batu pasir tufan dan batu breksi. Tiket masuk kawasan itu dengan membayar Rp 3.000, sedangkan tiket parkir kendaraan Rp 3.000 motor dan Rp 5.000 mobil.

3. Pantai Palangpang

Kawasan wisata ini berlokasi di desa ciwaru. Menawarkan pemandangan Geopark Ciletuh yang menakjubkan ditambah suasana pantai yang tenang memberikan refleksi pikiran untuk kembali fresh.

Disamping itu, terdapat tempat pelelangan ikan secara langsung. Pantai Palangpang dengan sejuta pesona alam yang indah dan hamparan pasir serta air yang jernih, sehingga cocok untuk destinasi wisata favorit karena dilengkapi fasilitas penginapan.

4. Puncak Darma

Dari atas bukit akan terlihat pemandangan kota Sukabumi. Jika cuaca sedang cerah, bisa menikmati keindahan sunset atau sunrise. Untuk mencapai puncak, bisa menggunakan jasa ojek atau kendaraan 4WD ditawarkan di area parkir. Tiket masuknya Rp 5.000/orang.

Leave a Reply