Alam, Budaya, City Tour, Daftar Wisata, Kuliner, Pantai, Tari Adat, Tentang Kota

Mengenal Kota Betun, Kabupaten Malaka, NTT

Mengenal Kota Betun, Kabupaten Malaka

Sumber: pesona.travel

Kota Betun merupakan sebuah kota kecil di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kota ini juga berperan sebagai ibukota dan pusat pemerintahan dari Kabupaten Malaka. Sebagai sebuah pusat pemerintahan, Kota Betun bukanlah merupakan kecamatan maupun sebuah kota administratif. Bisa dibilang Kota Betun merupakan sebuah kampung besar yang dijadikan pusat pemerintahan. Kota ini juga merupakan tempat penampungan dari Timor Leste yang mengungsi akibat konflik Indonesia dengan Timor Leste tahun 1999- 2006

Kota Betun berada di Kecamatan Malaka Tengah. Tidak diketahui berapa jumlah penduduk dan kepadatannya karena tidak ditemukan informasi mengenai jumlah penduduknya dan cakupan wilayahnya. Namun, untuk Kecamatan Malaka Tengah, kepadatan penduduknya berkisar 213 jiwa per kilometer persegi untuk luas wilayah sekitar 168,69 kilometer persegi.

Kabupaten Malaka saat ini tidak memiliki kantor pemerintahan khusus untuk bupati. Menurutnya, kantor bupati saat ini urgensinya tidak terlalu mendesak untuk Kabupaten Malaka. Maka, saat ini seluruh proses administrasi meminjam gedung di RSUPP Betun.

Baca juga: Mengenal Kota Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara

Sejarah Kota Betun

Kota Betun baru diresmikan menjadi ibukota dari Kabupaten Malaka pada April 2013. Sebelumnya, Kabupaten Malaka merupakan bagian dari Kabupaten Belu. Pada saat baru dibentuk, Kabupaten Malaka memiliki 12 kecamatan dengan jumlah penduduk sekitar 180 ribu jiwa.

Pembentukan daerah otonom baru bertujuan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu bertujuan juga untuk memperpendek rentang kendali birokrasi. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, Kabupaten Malaka diharapkan untuk menjadi daerah transit yang menghubungkan mobilisasi barang dan manusia dari Timor Leste ke Kupang dan wilayah lain di NTT.

Wisata Kota Betun

Pantai Raihenek

Karena berbatasan langsung dengan laut, sudah pasti wilayah di sekitar Kota Betun, Kabupaten Malaka, banyak pantainya. Salah satu pantai yang cukup terkenal adalah Pantai Raihenek. Pantai ini berlokasi di Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima. Lokasinya sekitar 16 km dari RSUPP Kota Betun atau 21 menit berkendara dengan mobil.

Suasana pantai di Pantai Raihenek sangatlah indah dan membuat pikiran tenang. Selain itu, terdapat lopo-lopo kecil yang terbuat dari kayu. Lopo tersebut biasanya digunakan sebagai tempat untuk berselfie. Kebersihan pantai pun sangat terjaga. Pemerintah setempat sepertinya sangat sadar akan adanya potensi Pantai Raihenek sebagai objek wisata favorit.

Baca juga: 5 Tempat Wisata di Betun Malaka NTT

Pantai Motadikin

Pantai Motadikin merupakan salah satu pantai di sekitar Kota Betun, Kabupaten Malaka, yang cukup terkenal. Berjarak sekitar 15 km dari RSUPP Kota Betun atau 30 menit berkendara dengan mobil. Lokasinya berada di Desa Railor Tahak, Kecamatan Malaka Tengah.

Pantai ini sangat bagus dan indah. Kerennya lagi, pantai ini memiliki pepohonan pinus di tepian dan banyak lopo berjajar di pantai. Ketika sore, terkadang tersedia ikan segar hasil tangkapan nelayan yang boleh dibeli. Garis pantai yang begitu panjang membuat pantai ini memiliki banyak spot foto yang menarik untuk mengabadikan momen.

Kuliner Kota Betun

Terdapat satu makanan khas orang Malaka yang cukup terkenal, yaitu akabilan. Akabilan merupakan cadangan makanan ketika datang musim paceklik. Makanan tambahan ini memang sangat digemari dan mudah diperoleh karena bahan bakunya selalu ada. Memakan akabilan bukan berarti orang Malaka itu miskin dan kelaparan, namun berarti orang Malaka tidak menyerah pada situasi meskipun keadaan tidak memungkinkan (musim paceklik).

Mengenal Kota Betun, Kabupaten Malaka

Sumber: amadj.blogspot.com

Baca juga: 6 Kuliner dan Makanan Khas Idi Rayeuk, Aceh Timur

Bahan dasar akabilan adalah pohon gewang atau sagu yang tua yang diiris berkeping-keping kemudian dijemur dibawah sinar matahari. Irisan tersebut kemudian ditumbuk hingga jadi tepung. Tepung sagu tersebut direndam sambil diaduk dalam wadah supaya padat dan merata, kemudian adonan yang sudah padat dikeluarkan dan dipanggang.

Tradisi Kota Betun

Di Kota Betun, tepatnya di seluruh Kabupaten Malaka, terdapat tradisi yang menjadi pemersatu suku di Malaka. Tradisi tersebut adalah tradisi Batar Manaik. Tradisi ini sebenarnya merupakan persembahan upeti dari rakyat Wehali kepada sang Raja Liurai Malaka. Batar Manaik sudah ada sejak zaman kejayaan Kerajaan Wesei Wehali.

Tradisi Batar Manaik memiliki makna ungkapan simbol penghormatan, ketaatan, rasa persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat adat Wehali. Pada hari H, setiap kelompok masyarakat membawa upeti dalam bentuk hasil pertanian, hewan atau uang logam. Barang dan hewan yang dibawa masyarakat diletakkan sementara pada tempat yang ditentukan. Jika undangan sudah lengkap, petugas akan memberi isyarat kepada kelompok suku untuk berarak bergiliran diiringi tarian likurai mengantar upeti.

Baca juga: Mengenal Kota Oelamasi, Kabupaten Kupang

Budaya Kota Betun

Mengenal Kota Betun, Kabupaten Malaka

Sumber: pesona.travel

Budaya dan kesenian yang terkenal dari Kabupaten Betun adalah Tari Likurai. Tarian ini ditarikan sebagai simbol penghormatan kepada tamu yang datang ke Kabupaten Malaka. Tarian ini juga ditarikan ketika arak-arakan megantar upeti pada upacara Batar Manaik. Untuk menampilkannya, tarian ini tidak memerlukan musik pengiring. Tarian ini dipertunjukkan oleh pria dan wanita.

Leave a Reply