Alam, Bukit, Daftar Wisata, Pantai, Pulau

6 Tempat Wisata di Mamuju, Sulawesi Barat

Dermaga Pulau Karampuang di Mamuju

Dermaga Pulau Karampuang - photo credit: nativeindonesia.com

Mamuju adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Barat sekaligus merupakan ibukota provinsinya. Kabupaten yang berada di tepi barat Pulau Sulawesi ini memiliki 11 kecamatan dan 13 kelurahan serta 88 desa. Penduduk Mamuju berasal dari etnis Mandar, Toraja, Bugis, Makassar dan Jawa.

Mamuju memiliki topografi berupa pesisir hingga pegunungan dan diapit oleh pantai dan perbukitan berlapis cokelat. Sepanjang 500 meter setelah Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan kamu akan menemukan bukit berkelok dan deretan kapal nelayan khas Mandar, yang menambah eloknya pemandangan alam di sini.

Mamuju juga telah memiliki bandar udara yang sekaligus merupakan satu-satunya di Sulawesi Barat, yaitu Bandar Udara Tampa Padang. Jadi, kamu yang berminat berwisata kemari, jangan khawatir melakukan perjalanan darat yang panjang, karena kamu bisa melalui jalur udara yang lebih cepat.

Bagaimanapun, Mamuju adalah rumah bagi pantai yang eksotis dan wisata budaya yang berharga. Mamuju memiliki berbagai destinasi wisata yang dapat kamu kunjungi. Nah, berikut ini adalah 6 destinasi wisata di Mamuju yang harus ada dalam daftar kunjunganmu.

Pulau Karampuang

Dermaga Pulau Karampuang di Mamuju

Dermaga Pulau Karampuang – photo credit: nativeindonesia.com

Pulau Karampuang merupakan sebuah destinasi wisata unggulan di Kabupaten Mamuju yang terletak di Desa Karampuang, Kecamatan Mamuju. Untuk datang kemari, satu-satunya akses transportasi yang bisa kamu gunakan adalah kapal. Naik kapal dari Pelabuhan Mamuju langsung menuju Pulau Karampuang.

Meskipun satu-satunya akses menuju kesini hanya dapat ditempuh dengan kapal, tetapi lalu lintas dari Mamuju ke Pulau Karampuang maupun sebaliknya, tidak pernah sepi. Kamu hanya perlu menempuh waktu 20 menit untuk langsung sampai disini.

Sampai di sini, kamu sudah bisa menikmati pesona keindahan pulau yang oleh warga lokal disebut juga dengan pulau buaya ini. Disebut demikian karena memang ketika dilihat dari atas, bentuknya mirip dengan buaya.

Kamu juga akan disambut dengan dermaga kayu sepanjang 500 m yang menjorok ke laut dari Pelabuhan Ujong Bulo. Dari dermaga yang juga adalah landmark dari pulau ini, kamu dapat melihat dengan jelas pemandangan bawah laut Pulau Karampuang.

Keanekaragaman terumbu karangnya mulai soft coral hingga hard coral membuatmu ingin terjun berenang ke bawah untuk menikmati keindahannya secara langsung.

Pulau yang dalam bahasa Indonesia berarti rembulan ini memiliki luas sebesar 6,37 km2 dengan potensi wisata bahari yang luar biasa dan dapat dieksplor dengan diving dan snorkeling. Jadi, bagi kamu penggemar diving dan snorkeling, surga bawah laut Pulau Karampuang harus kamu rasakan dan nikmati keindahannya.

Selain keanekaragaman terumbu karangnya, surga bawah laut Pulau Karampuang juga diisi oleh berbagai macam ikan laut seperti ikan bumphead (ikan berdahi bulat) dan ikan badut. Untuk menikmatinya, kamu tidak perlu menyelam hingga ke laut dalam.

Cukup menyelam sedalam dua hingga empat meter di bawah permukaan laut, kamu sudah bisa menikmati indahnya pemandangan bawah laut Pulau Karampuang ini. Keragaman biota lautnya yang  masih terjaga bisa kamu eksplor lebih jauh lagi.

Di bawah laut Pulau Karampuang ini, kamu bisa menemukan dinding besar yang terbentuk dari kumpulan terumbu karang yang akan membuat pengalaman menyelammu di pulau ini menjadi lebih berkesan.

Anjungan Pantai Manakarra

Anjungan Pantai Manakarra di Mamuju

Anjungan Pantai Manakarra – photo credit: pantainesia.com

Pantai Manakarra merupakan bagian dari Teluk Mamuju. Teluk Mamuju sendiri merupakan lokasi Pelabuhan Batu yang digunakan sebagai pusat perhubungan di Kota Mamuju. Pantai yang seringkali disebut dengan Losari-nya Mamuju ini memiliki pemandangan yang menawan.

Dengan latar belakang berupa Pulau Karampuang yang terhampar sejauh mata memandang, membuat Pantai Manakarra semakin menunjukkan pesona keeksotisannya.

Baca juga ya:

Pada malam hari, kamu akan disuguhi pemandangan pantai bermandikan cahaya merah. Cahaya merah ini berasal dari kapal feri yang hilir mudik di Pelabuhan Mamuju.

Pantai Manakarra persisnya terletak di Jl Yos Sudarso, Kabupaten Mamuju. Untuk menuju objek wisata ini, akses yang disediakan sudah memadai. Kamu bisa menggunakan transportasi umum ataupun dengan kendaraan pribadi. Dari Bandara Tampa Padang, jaraknya hanya sekitar 20 menit perjalanan.

Kamu bisa bersantai dengan keluarga, teman maupun pasangan di anjungan pantai ini. Dilengkapi dengan kios-kios yang berjejer rapi di sepanjang bibir pantai, menjajakan makanan khas Sulawesi, sudah pasti acara santaimu akan semakin nikmat.

Pantai Manakarra memiliki spot khusus yang hanya ada di sini, yaitu Gong Perdamaian. Pada anjungan pantainya terdapat 6 pilar merah yang menjulang. Di tengah-tengahnya terdapat gong raksasa, bermacam simbol agama tergambar disana. Gong inilah yang disebut dengan Gong Perdamaian. Ia menyimbolkan kemajemukan yang ada di Mamuju.

Di lokasi ini juga diselenggarakan acara tahunan seperti perayaan hari jadi Kota Mamuju, perayaan hari kemerdekaan, lomba perahu Sandeq dan sebagainya. Pada tahun 2007, pernah diselenggarakan pesta bakar ikan sebanyak 8 ton ikan segar. Ikan-ikan itu dibakar bersamaan di sepanjang garis pantai.

Jika berkesempatan mengunjungi pantai ini, jangan lupa nikmati sunset-nya ya! Setiap tempat memberikan kesan dan pesona sunset yang berbeda-beda. Pantai Manakarra juga memiliki pesona sunset yang indah.

Bukit Anjoro Pitu

Bukit Anjoro Pitu di Mamuju

Bukit Anjoro Pitu – photo credit: indonesia-tourism.com

Bukit Anjoro Pitu adalah tempat paling pas untuk mengamati keindahan panorama dan lanskap menakjubkan di Mamuju. Tempat-tempat indah di Mamuju bisa terlihat jelas dari sini. Jadi, bagi kamu yang hobi fotografi, Bukit Anjoro Pitu di Mamuju harus kamu kunjungi nih.

Bukit Anjoro Pitu ini terletak di Desa Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju. Di sini jugalah letak tulisan landmark terpanjang di Indonesia dan tercatat di Rekor Muri pada 2014 silam.

Landmark bertuliskan “MAMUJU CITY” sepanjang 160 meter berhasil mencatatkan Mamuju sebagai pemilik landmark terpanjang di Indonesia.

Seperti halnya bukit-bukit lain di Indonesia, Bukit Anjoro Pitu juga memiliki banyak pohon, rerimbunan semak dan tanaman yang dirawat. Udara disini juga terasa sangat segar. Jalanan untuk menaiki bukit telah dibangun dengan baik.

Kamu bisa menikmati pemandangan Pulau Karampuang dari atas bukit ini. Pemandangannya terlihat lebih menakjubkan dengan cakrawala yang luas. Menakjubkan!

Untuk kemari, jaraknya dari Bandara Tampa Padang hanya 24,9 km. Kamu bisa naik transportasi lokal langsung ke Desa Rimuku. Perjalananmu akan memakan waktu sekitar 40 menit.

Kalau kamu ingin menyalurkan hobi fotografimu di sini, jangan lupa datang pada saat cuaca cerah ya. Agar fotomu terlihat lebih jelas dan indah. Tidak tertutup awan hitam dan kabut.

Bukit Jati Gentungan

Bukit Jati Gentungan di Mamuju

Pemandian di Bukit Jati Gentungan – photo credit: lensakhatulistiwa.com

Apabila kamu sedang berwisata ke Mamuju, kurang lengkap rasanya apabila kamu tidak mengunjungi Bukit Jati Gentungan. Karena bukit ini memiliki pemandangan menarik di Mamuju. Destinasi wisata ini tidak pernah sepi pengunjung karena lokasinya sangat cocok untuk liburan keluarga.

Bukit Jati Gentungan terletak di Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Jaraknya dari pusat Kota Mamuju hanya 20 km. Lebih dekat lagi apabila kamu dari Bandara Tampa Padang, hanya 2 km saja.

Karena aksesnya mudah, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun menyewa baik roda empat maupun roda dua, karena jalan menuju kemari sudah bagus. Perjalanan kamu menuju Bukit Jati Gentungan akan memakan waktu sekitar 40 – 60 menit.

Lanskap perbukitan hijau dengan deretan pohon jati yang tumbuh di sepanjang jalan akan menemani perjalananmu ke lokasi Bukit Jati Gentungan.

Wilayah Bukit Jati Gentungan memiliki luas sekitar 4 hektar, dikelola oleh pemerintah daerah dan dibuka tahun 2008 silam. Bukit Jati Gentungan adalah objek wisata alam dengan pemandangan indah dan menakjubkan. Udaranya masih segar, sehingga cocok untuk liburan keluarga, rekreasi pendidikan, maupun olahraga.

Objek wisata ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas lho! Kamu bisa berenang di kolam renang outdoor besar dan semi waterboomnya. Pengalamanmu berenang disini akan berbeda dengan berenang di tempat lain, karena disini kamu bisa berenang sambil menikmati panorama hamparan perbukitan hijau yang indah.

Selain itu, objek wisata ini juga dilengkapi dengan lapangan bulu tangkis, lapangan futsal dan tempat karaoke. Buat kamu yang suka memancing, Bukit Jati Gentungan juga menyediakan banyak kolam ikan dan sungai dengan air yang jernih.

Untuk bermalam kamu tidak perlu khawatir. Karena lokasi wisata ini tidak jauh dari pusat kota, kamu bisa dengan mudah menemukan fasilitas penginapan, mulai villa hingga cottage yang dilengkapi dengan berbagai tempat makan di sekitarnya.

Pantai Tanjung Ngalo

Pantai Tanjung Ngalo di Mamuju

Pantai Tanjung Ngalo – photo credit: wartawisata.id

Pantai Tanjung Ngalo adalah salah satu destinasi wisata di Mamuju yang cukup populer di kalangan wisatawan lokal maupun turis mancanegara. Pantai ini terletak di Desa Dungkait, Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju.

Pantai berpasir putih ini terletak agak jauh dari pusat kota, Mamuju, yaitu 127 km atau 3,5 jam perjalanan. Kamu bisa menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat untuk ke Pantai Tanjung Ngalo ini.

Baca juga ya:

Tahun 2017 silam, pengunjung yang hendak kemari harus melalui jalur laut. Namun, sekarang tidak perlu lagi karena telah dibangun akses jalan darat yang memadai untuk menuju lokasi wisata ini.

Apabila datang ke pantai ini, kamu bisa menikmati indahnya pantai dengan air laut berwarna biru serta jejeran pohon bakau yang menambah keindahannya. Lokasi ini juga dilengkapi dengan gazebo-gazebo yang bisa kamu gunakan untuk beristirahat sambil menikmati nyiur angin pantai yang lembut bersama rombonganmu.

Wisata Mangrove Saluleang

Wisata Mangrove Saluleang

Wisata Mangrove Saluleang – photo credit: sulbarpedia.com

Kawasan wisata hutan bakau di Dusun Saluleang, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Mamuju menjadi salah satu objek wisata favorit bagi warga lokal untuk sekedar melepas penat sambil menikmati keindahan alam saat hari libur tiba.

Kawasan wisata Mangrove Saluleang ini berjarak 25 km dari pusat Kota Mamuju dan bisa kamu tempuh menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Perjalanan kamu kesini akan memakan waktu kurang lebih 1 jam.

Objek wisata yang juga disebut dengan rumah pohon oleh warga lokal ini memiliki pemandangan pantai yang menawan dan suasana yang tenang dan damai. Kamu bisa menyusuri sepanjang jembatan titian untuk menikmati kesejukan hutan bakau ini. Kamu juga bisa beristirahat sebentar di gazebo-gazebo yang telah disediakan.

Selain menikmati pemandangan dan kesejukannya, pengunjung biasanya memanfaatkan spot-spot foto menarik di sudut-sudut hutan. Dihiasi dengan kata-kata unik yang kekinian, spot foto di lokasi ini berhasil memikat para pengunjung untuk berswafoto.

Tiket masuknya hanya Rp. 5000 per-orang. Buat kamu yang datang berombongan, juga bisa menyewa villa untuk menginap sambil bakar-bakar ikan di sini. Harganya juga cukup terjangkau, hanya Rp. 30.000 – 50.000 saja.

***

Nah, itulah tadi ke-6 tempat wisata di Mamuju yang wajib kamu datangi ketika berada di Mamuju. Jangan lupa untuk tetap tidak membuang sampah sembarangan ketika kamu berwisata, agar kebersihan dan kelestariannya tetap terjaga.

Leave a Reply