Pulau, Alam, Daftar Wisata, Museum, Pantai

6 Tempat Wisata di Majene, Sulawesi Barat

Pulau Idaman di Majene

Pulau Idaman - photo credit: jalanwisata.id

Majene adalah salah satu dari 6 kabupaten yang berada di wilayah administratif dari Provinsi Sulawesi Barat. Kabupaten yang terletak di pesisir pantai barat Provinsi Sulawesi Barat ini, memiliki 8 kecamatan dan 82 desa/kelurahan yang kaya akan potensi wisata alam.

Kabupaten Majene ini  terletak 302 km di sebelah utara Kota Makassar dengan akses transportasi berupa terminal dan pelabuhan. Dengan ibu kotanya berada di kecamatan Banggae, maka banyak pilihan transportasi publik yang  lebih mudah diakses dari kota kecil ini.

Kabupaten Majene memiliki berbagai bentang alam, yang utama adalah pesisir pantai, perbukitan dan pegunungan. Ketiga bentang alam utama itu membentang dari utara ke selatan. Sehingga, tidak heran apabila Majene kaya akan potensi wisata alam.

Majene memiliki segala alasan untuk menjadi destinasi wisata pantai yang memukau. Pantai dan laut adalah keniscayaan di Majene. Bahkan, rumah dinas bupatinya pun berada di tepi pantai, begitu juga dengan masjid raya.

Sepuluh menit dari jalan raya kabupaten, kamu akan disuguhi dengan laut biru dengan dermaganya yang menawan. Menyenangkan untuk sekedar menghabiskan waktu dan menikmati momentum.

Keunikan Majene adalah kontur wilayahnya yang menyerupai Palung. Sehingga, di Majene kamu bisa merasakan pengalaman unik dengan menyusuri jalan poros Majene – Mamuju di mana di sepanjang jalan itu kamu bisa melihat laut di kiri jalan dan deretan perbukitan dan pegunungan di kanan jalan. Luar biasa bukan?

Baca juga ya:

Dari sekian banyak wisata alam yang ada di Majene, berikut ini adalah 6 di antaranya, yang paling sering dikunjungi wisatawan dan menjadi destinasi wisata utama. Jangan dilewatkan ya, keenam destinasi wisata berikut ini harus ada dalam daftar kunjungan wisatamu!

Pulau Idaman, Majene

Pulau Idaman di Kabupaten Majene

Pulau Idaman – Photo credit: festivaljalanjalan.com

Majene juga memiliki pulau-pulau kecil di tengah laut yang sangat indah lho! Pulau Idaman atau yang disebut juga dengan Pulau Taimanu merupakan pulau kecil yang berada di Desa Sendana, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene.

Untuk menikmati keindahan pulau ini, kamu memang harus sedikit berjuang karena harus menempuh jarak yang lumayan jauh dari ibu kota provinsi, yaitu 125 km. Tetapi cukup dekat apabila kamu dari ibu kota kabupaten, yaitu 38 km saja. Dan kamu bisa naik kendaraan pribadi maupun pete-pete, transportasi umum di Majene.

Dari Mamuju, ibu kota Provinsi Sulawesi Barat, kamu harus naik transportasi lokal menuju Pelabuhan Palipi di Kecamatan Sendana. Waktu tempuhnya sekitar 3 jam. Setelah itu, kamu tinggal menyeberang ke Pulau Idaman dengan perahu ketinting selama kurang lebih 2 jam.

Pulau Idaman ini menawarkan pemandangan yang menakjubkan dan nuansa yang bagus untuk bersantai, relaksasi, eksplorasi, olahraga air seperti berenang dan snorkeling, dan juga fotografi.

Pulau berbukit yang ditumbuhi pepohonan rindang ini tampak hijau berkilau saat cahaya matahari menyinarinya. Awan seputih kapas bertengger di puncak pulaunya, kemudian seperti berarak menuju gelombang lautan.

Indah sekali bukan? Sampai di pulau ini, kamu akan betah berlama-lama, enggan beranjak. Di pulau ini disediakan gazebo-gazebo agar kamu bisa menikmati suasana teduh sambil melihat pemandangan dari atas.

Air lautnya yang tenang memiliki beberapa bagian yang dangkal, cocok untuk untuk kamu yang hobi berenang dan snorkeling. Air lautnya juga sangat jernih. Oleh karenanya, kamu bisa melihat ikan dan karang dari garis pantainya.

Untuk snorkeling, kamu bisa membawa perlengkapannya sendiri atau menyewa disini. Yang menjadikan tempat ini surga untuk snorkeling adalah karena laut Pulau Idaman menawarkan paket lengkap berupa ombak yang tenang, berbagai jenis ikan dan karang, serta kejernihan airnya yang luar biasa.

Pantai Dato, Majene

Pantai Dato, Majene

Pantai Dato – photo credit: voinews.id

Pantai Dato adalah salah satu objek wisata khas Majene yang merupakan daerah pesisir. Pantai ini terletak di Dusun Pangale, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat.

Pantai Dato menyuguhkan panorama alam yang menyejukkan mata. Selain pemandangan alam yang menakjubkan, pantai ini juga memiliki keunikannya sendiri. Di sini, kamu tidak hanya bisa menemui pantai beralaskan pasir putih biasa saja, karena Pantai Dato memiliki bagian yang beralaskan karang.

Selain itu, Pantai Dato juga khas dengan batu karang raksasa yang bisa kamu akses dengan menaiki tangga yang sudah disediakan. Dari atas batu karang ini, kamu bisa menikmati eksotisnya pemandangan laut dengan gradasi warna yang mempesona. Dari warna hijau hingga biru tua menambah indahnya pemandangan laut dari atas batu karang.

Buat kamu yang suka menyelam, kamu bisa melakukan snorkeling. Pemandangan bawah laut Pantai Dato pasti akan membuatmu terpukau. Atau, kamu juga bisa berenang di tepian pantainya. Ombaknya tenang sehingga aman buat kamu yang ingin merasakan segarnya air laut.

Bosan berenang, menyelam dan menikmati pemandangan, kamu bisa mencicipi kuliner khas Majene, yaitu ikan terbang dan ikan seribu. Apabila kamu ingin bermalam di sini, Pantai Dato menyediakan fasilitas penginapan yang bisa menjadi pilihan buat kamu.

Untuk mengunjungi pantai ini, kamu hanya perlu menempuh jarak sejauh 7 km dari Kota Banggae, ibu kota Kabupaten Majene. Selain menggunakan kendaraan pribadi, kamu bisa menggunakan kendaraan umum di Majene, yaitu pete-pete. Perjalananmu dengan pete-pete hanya akan memerlukan waktu selama 15 menit saja.

Apabila kamu ingin mengunjungi pantai ini, datanglah di Bulan Agustus hingga September. Maka, kamu dapat menikmati acara tahunan yang digelar disini, yang disebut dengan Sandeq Race. Sandeq Race tidak lain adalah ajang balapan perahu Sandeq yang merupakan perahu khas Suku Mandar.

Mangrove Rewata’, Majene

Kawasan Mangrove Rewata'a di Mamuju

Kawasan Mangrove Rewata’a – photo credit: yuktraveler.blogspot.com

Mangrove Rewata’a merupakan kawasan hutan wisata mangrove yang terletak di Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Mangrove Rewata’a ini berada tepat di sisi jalan Trans Sulawesi dan dapat dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dari ibukota kabupaten Majene, Kawasan Mangrove Rewata’a ini berjarak sejauh 15 km atau sekitar 30 menit. Sesampainya di lokasi, kamu akan disambut dengan jembatan titian kayu sepanjang 152 km.

Baca juga ya:

  • Kunjungi Taman Nasional di Sulawesi Tengah yang penuh keanekaragaman hayati ini yuk!
  • Mengunjungi Danau Tempe di Sulawesi Selatan ini pasti akan menyenangkan sekali

Selain menjadi sarana utama bagi pengunjung untuk berkeliling menikmati keindahan hutan mangrove ini, jembatan kayu ini juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sebab, jembatan kayu didesain sedemikian rupa dan dicat dengan beragam warna, sehingga tampak lebih menarik.

Kawasan hutan mangrove ini juga dilengkapi dengan gazebo-gazebo yang tersebar di pinggiran dan tengah hutan. Jadi, kamu bisa menikmati sejuknya udara hutan mangrove dengan duduk-duduk santai di gazebo-gazebo ini.

Karena lokasinya yang berada di pesisir laut, kamu juga bisa sambil menikmati keindahan laut biru dan suara deru gelombang laut di seberang. Jika kamu datang di sore hari, kamu juga bisa menikmati matahari terbenam dari hutan mangrove ini.

Untuk menikmati keindahan dan kesejukan hutan mangrove ini, kamu hanya perlu membeli tiket seharga Rp. 2000 per orang. Wah, murah sekali bukan?

Pantai Batu Raja, Majene

Pantai Batu Raja Majene

Pantai Batu Raja – photo credit: jalanwisata.id

Pantai Batu Raja adalah salah satu dari sekian banyak wisata pantai yang eksotis di Kabupaten Majene. Pantai yang terletak di Desa Bukit Samang, Kecamatan Sendana ini memiliki pasir putih dengan air laut berwarna biru.

Pantai ini berhasil memikat wisatawan di Tanah Mandar untuk mengunjunginya, terlebih yang sedang mencari spot foto yang bagus. Yang menjadi daya tarik utama pantai ini adalah hamparan batu besar di sepanjang bibir pantai.

Deretan batuan itu tampak seperti tebing dari kejauhan. Batu-batu besar inilah yang membuat suasana pantai selalu sejuk dari teriknya sinar matahari. Ditambah lagi dengan pemandangan matahari terbenam di sore hari yang amat eksotis, menambah pesona Pantai Batu Raja.

Di salah satu bagian pantai ini, kamu akan menemukan fosil kaki manusia raksasa. Mungkin, inilah salah satu alasan pantai ini bernama Pantai Batu Raja. Ketika air laut surut, kamu akan melihat tapak kaki raksasa.

Pantai Batu Raja memiliki dua sisi yang amat berlainan. Di satu sisi, pantai ini mengesankan keindahan alam yang menakjubkan dan eksotis. Tetapi,  di sisi lain pantai ini memiliki kesan misterius dengan tapak kaki raksasa dan merupakan teluk lokasi jatuhnya pesawat Adam Air pada tahun 2007.

Rasanya, justru dengan hal itulah yang membuat pantai ini menarik dan mempesona, bukan begitu?

Museum Manda, Majene

Museum Mandar di Majene

Museum Mandar – photo credit: pidii.info

Majene memang kaya akan potensi wisata alam. Tetapi bukan berarti Majene tidak memiliki wisata lain. Museum Mandar adalah alternatif wisata bagi kamu yang menyukai peninggalan sejarah dan budaya.

Berwisata sejarah sambil membayangkan seperti apa kehidupan di Majene dahulu dengan Suku Mandarnya yang terkenal sebagai pelaut ulung, tentu akan sangat menyenangkan, bagi kamu yang menyukainya.

Di Museum Mandar, kamu bisa melihat berbagai jenis replika perahu tradisional. Di antaranya, ada perahu body (perahu tanpa layar), perahu dengan satu dan dua layar. Seperti, perahu Sandeq, perahu Ba’go, dan perahu Lete’.

Perahu Sandeq merupakan perahu khas Suku Mandar yang sisi depan dan belakangnya runcing. Perahu Lete’ adalah perahu dengan ukuran kecil tetapi mampu mengangkut barang hingga 15 ton. Sedangkan perahu Ba’go bisa mengangkut barang hingga 100 ton.

Tak hanya urusan laut, museum yang terletak di Jl Raden Suradi no. 17, Pangali-ali, Kecamatan Banggae ini juga menampilkan beragam informasi mengenai kebudayaan suku Mandar. Kamu bisa melihat koleksi pakaian adat, peralatan rumah tangga, hingga bentuk rumah orang-orang Suku Mandar.

Jika kamu berkunjung ke Majene, tidak ada salahnya menjadikan Museum Mandar sebagai salah satu destinasi wisatamu.

Kawasan Kuliner Somba, Majene

Kawasan Kuliner Somba di Majene

Kawasan Kuliner Somba – photo credit: travel.tempo.co

Kawasan Kuliner Somba merupakan tempat yang cocok bagi kamu yang suka wisata kuliner dan ingin mencicipi lezatnya kuliner khas Majene. Kawasan kuliner Somba berada di Kelurahan Moso, Kecamatan Sendana yang berjarak sejauh 31 km atau 45 menit dari ibukota kabupaten Majene.

Di kawasan kuliner ini, kamu bisa menikmati Jepa dan Ikan Terbang, kuliner khas Majene. Jepa sendiri merupakan salah satu makanan khas Suku Mandar yang dahulu digunakan sebagai makanan pokok orang Mandar.

Jepa terbuat dari ubi kayu dengan campuran kelapa. Apabila dilihat sepintas, Jepa akan tampak seperti pizza karena bentuknya bundar. Tetapi, tanpa saus tomat dan berbagai macam toping di atasnya.

Orang Mandar seringkali menyebut Jepa sebagai “Pizzanya Tomandar” atau Pizzanya orang Mandar. Jepa dihidangkan bersama dengan Ikan Terbang Bakar (atau disebut juga dengan “Bau Tuing-Tuing oleh warga lokal) dan sambal tomat.

Sajian perpaduan Jepa dan Ikan Terbang Bakar ini terbukti berhasil menarik banyak wisatawan kuliner untuk menyantapnya. Di kawasan ini, kamu bisa menemukan banyak sekali penjual Jepa berderetan dengan asap dari Ikan Terbang Bakar yang mengepul.

Harganya pun murah meriah. Untuk menyantap satu porsi Jepa lengkap dengan Ikan Terbang Bakar, kamu hanya perlu merogoh kocek kurang dari Rp. 20.000. Satu lembar Jepa hanya dibanderol seharga Rp. 1000 saja. Sedangkan satu porsi Ikan Terbang Bakar berisi 7 ekor ikan seharga Rp. 10.000 saja. Murah banget kan?

***

Baiklah, itu tadi 6 destinasi wisata di Kabupaten Majene yang tidak pernah sepi pengunjung. Selalu jaga kebersihan ketika kamu berwisata ya, agar kebersihan dan kelestariannya selalu terjaga.

Leave a Reply