Tapi Ingat Pulang

Suku, Informatif

5 Suku Yang Ada Di Flores

Suku Riung, Suku Yang Ada Di Flores

Suku Riung, Suku Yang Ada Di Flores - foto kompasiana.com

Suku Yang Ada Di Flores – Flores merupakan pulau yang cukup berkembang dan populer yang berada di Indonesia.

Menurut para ahli, Pulau ini juga mempunyai banyak suku bangsa tradisional dan imigran yang telah mendiami kota selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Uniknya, sebagian besar suku telah melanglang buana ke pulau lain dan menjadi generasi baru di kota tersebut.

Pada kesempatan kali ini, kami akan menjelaskan tentang suku-suku yang berada di Pulau Flores Indonesia supaya pengetahuan pembaca lebih lengkap dan konkret. Berikut nama-nama suku yang dimaksud:

1. Suku Lio

Suku Lio, Suku Yang Ada Di Flores

Suku Lio, Suku Yang Ada Di Flores – @merakiart22

Suku Yang Ada Di Flores yang pertama adalah Suku Lio yang merupakan salah satu  suku terbesar dan paling tradisional di Pulau Flores yang sebagian besar, bahkan hampir 85% menempati wilayah Kabupaten Ende.

Penyebaran suku ini di Kabupaten Ende begitu merata termasuk menempati beberapa kecamatan besar seperti Lio Timur, Detosuko, Ndori dan Kecamatan Wolojita.

Suku Lio tergolong penganut agama yang taat yang saat ini sebagian besar agama yang dianut warga adalah Kristen sedangkan sisanya beragama Islam.

Namun, untuk masyarakat Lio yang tradisional, mereka masih menganut agama animisme yaitu selain percaya kepada tuhan, masyarakat meyakini kalau roh juga memiliki kekuasaan terhadap manusia.

2. Suku Riung, Suku Yang Ada Di Flores

Suku Riung

Suku Riung – foto kompasiana.com

Suku Yang Ada Di Flores selanjutnya adalah Suku Riung yang juga merupakan kelompok masyarakat tradisional yang menempati kota kecil di Kabupaten Ngada Pulau Flores NTT yang bernama Kota Riung.

Menurut informasi yang ada, kelompok ini berasal dari keturunan masyarakat kerajaan Islam pertama di Flores yang kebetulan berada di kota tersebut yang disebut kerajaan Riung.

Sebagian besar Suku Riung mendiami wilayah pesisir yang indah yang di kala itu memang tidak menjadi daerah invasi Belanda karena dianggap tidak berbahaya sekalipun tidak juga memihak.

Maka dari itu, penyebaran agama Islam di kawasan ini lebih nyaman dibandingkan di daerah yang lain.

Suku Riung sangat menghargai adat istiadat dan bahasanya sendiri.

Bahkan, kelompok masyarakat ini mempunyai tradisi pernikahan atau Wangka yang terdiri dari urutan-urutan proses seperti Bagu pang, Tuke Lewu, Lotar dan terakhir adalah Wne Reb’o yang menandakan telah disahkannya sebuah pernikahan.

Baca juga :

3. Suku Ende

Suku Ende

Suku Ende – foto kompasiana.com

Suku Ende merupakan salah satu Suku Yang Ada Di Flores yang tinggal di daerah pedalaman termasuk mendiami wilayah pegunungan.

Maka dari itu, masyarakat lebih menyibukkan diri bertanam singkong untuk dikonsumsi daripada menjadi nelayan atau berburu hewan di dalam hutan.

Suku Ende mendiami beberapa Kecamatan termasuk Kecamatan Ende yang berada tepat di bagian tengah Pulau Flores Nusa Tenggara Timur.

Warga di kecamatan inilah yang berjumlah paling besar dibandingkan jumlah warga yang berada di Kecamatan Nangapanda dan Ndona.

4. Suku Manggarai

Suku Manggarai

Suku Manggarai – foto gnfi

Suku Manggarai bukan suku asli Pulau Flores tetapi merupakan suku pendatang dari Bima dan Sumbawa yang telah berasimilasi secara alamiah dengan masyarakat sekitar.

Suku ini bisa ditemukan di beberapa Kabupaten besar di Flores seperti berada di Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Manggarai Timur.

Sedangkan bahasa yang digunakan adalah bahasa Manggarai yang menurut para ahli memiliki puluhan sub dialek.

Suku Manggarai mempunyai olahraga tradisional yang sangat terkenal dan  banyak dimainkan oleh masyarakat Manggarai bahkan masyarakat Flores secara keseluruhan.

Warga menyebut olahraga ini sebagai Caci, yaitu pertarungan dua orang pemuda dengan pecut dan tameng yang berlangsung di tanah luar atau lapangan yang luas.

Olahraga ini juga mengandung filosofi kejantanan termasuk ajaran kalau pemuda harus bekerja keras bukan justru berpangku tangan.

5. Suku Sikka, Suku Yang Ada Di Flores

Suku Sikka

Suku Sikka – foto ig @denisnotdennis

Pulau Flores Nusa Tenggara Timur memiliki suku bangsa yang mirip dengan suku di India sana yang masyarakat menyebutnya Suku Sikh.

Cuma di Flores suku ini disebut Suku Sikka yang menurut isunya, merupakan orang-orang pelarian dari India untuk suaka ke daerah pedalaman di kala itu.

Ini diperkuat dengan banyaknya persamaan budaya antara suku Sikh India dengan Suku Sikka Flores Indonesia seperti penggunaan kain sarung untuk perempuan dan bentuk hidung yang mancung.

Suku Sikka terbilang kelompok masyarakat Pulau Flores yang sudah sangat modern dan cerdas.

Sebagian kecerdasan mereka diterapkan dalam bercocok tanam seperti menanam kopi, kopra dan jambu mete, yang akhirnya berhasil menjadi komoditas membanggakan.

Sedangkan untuk kaum perempuannya mampu menenun dan menghasilkan kain tenun bercorak cantik dan khas yang telah berhasil menarik wisatawan masuk ke Pulau Flores.

**

Itulah penjelasan singkat tentang 5 suku tradisional maupun imigran yang tetap eksis di Pulau Flores Nusa Tenggara Timur sampai saat ini.

Kelompok masyarakat inilah yang sejatinya harus pembaca lestarikan sebagai sebuah aset bangsa supaya tidak terkontaminasi budaya luar yang tidak sejalan dengan kepribadian Indonesia.

Maka dari itu, semoga artikel ini bisa menjadi motivasi Anda untuk terus mencintai Indonesia sebagai sebuah nilai patriotisme yang ikhlas.

Leave a Reply