5 Suku Di Aceh Yang Paling Banyak Penduduknya - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Suku

5 Suku Di Aceh Yang Paling Banyak Penduduknya

Suku Alas - Suku di Aceh

Suku Alas - Suku di Aceh

Suku di Aceh merupakan suatu masyarakat yang berdomisili di ujung utara Pulau Sumatera, tepatnya di Provinsi Aceh.

Pada tahun 2013, populasinya telah mencapai hingga 4,5 juta orang, dan tersebar di 23 Kabupaten atau Kota. Selain itu, Aceh juga memiliki 285 Kecamatan dan 6.497 desa di seluruh Wilayah Aceh.

Berdasarkan cerita warga setempat, nenek moyang Suku Aceh berasal dari keturunan berbagai suku bangsa di dunia. Adapun beberapa dari bangsa tersebut adalah, Arab, China, Eropa, Melayu dan India.

Dan berdasarkan sejarah, Suku Aceh merupakan suku pertama yang memeluk agama Islam, setelah mendirikan Kerajaan Islam pertama di Indonesia.

Berikut ini daftar 5 Suku Di Aceh Yang Paling Banyak Penduduknya :

Baca Juga:

1. Suku Gayo, Suku Di Aceh Yang Paling Banyak Penduduknya

Suku Gayo - Suku di Aceh

Tari Saman dari Suku Gayo di Aceh

Masyarakat Gayo merupakan sebuah suku yang berdomisili di  Provinsi Aceh, terutama di wilayah dataran tinggi.

Sebagian besar dari Suku Gayo, mendiami di tiga  wilayah kabupaten, seperti Aceh Tengah, Kabupaten Bener Meriah dan kabupaten Gayo Lues. 

Suku Gayo Beragama Islam, dan juga sangat taat dalam menjalankan agamanya. Masyarakatnya sendiri, menggunakan bahasa daerah yang bernama Bahasa Gayo, dengan jumlah populasinya yang mencapai hingga 250.000 jiwa. 

Karena terletak di wilayah dataran tinggi, sehingga tidak heran jika mata pencaharian utamanya adalah bertani dan juga sebagai penghasil kopi. Mereka juga terkenal sebagai pengrajin keramik, anyaman bambu, dan tenunan. 

Selain itu, Suku Gayo juga cukup populer dengan kerajinan lainnya, yaitu dalam membuat sulaman kerawang Gayo, dengan motif yang khas.

2. Suku Alas, Suku Di Aceh Yang Paling Banyak Penduduknya

Suku Alas - Suku di Aceh

Suku Alas – Suku di Aceh

Kabupaten Aceh Tenggara, merupakan salah satu wilayah, yang menjadi kediaman dari Suku Alas. Kata “alas” dalam bahasa  Alas berarti “tikar”. 

Hal tersebut berkaitan dengan topografi dari wilayah pemukimannya, yang membentang datar seperti tikar. Tepatnya terletak di antara pegunungan Bukit Barisan. 

Wilayah dari Suku Alas memiliki sekali sungai, yang salah satunya adalah Sungai Alas, dan juga  juga terkenal sebagai lumbung padi untuk Daerah Aceh. Mata pencaharian utama mereka adalah sebagai petani karet, kopi,dan kemiri.

Namun selain itu, mereka juga ahli di dalam mencari berbagai hasil hutan, seperti kayu, rotan, damar  dan kemenyan. Sedangkan binatang yang mereka ternakkan adalah kuda, kambing, kerbau, dan sapi.

Suku Alas juga terkenal sebagai penganut agama Islam yang taat. Namun walaupun begitu, tetap ada  juga yang masih mempercayai praktek perdukunan, terutama dalam kegiatan pertanian. 

Mereka masih percaya dengan mengadakan beberapa ritual upacara, agar mendapatkan hasil pertanian yang baik, dan terhindar dari hama.

3. Suku Aneuk Jamee

Suku Aneuk Jamee - Suku di aceh

Suku Aneuk Jamee – Suku di Aceh

Salah satu di Aceh yang masih eksis adalah Suku  Aneuk Jamee, yang tersebar di sepanjang pesisir barat Aceh. Dari segi bahasa, mereka menggunakan Bahasa Minangkabau. 

Pasalnya, ternyata mereka memang masih memiliki keturunan dengan masyarakat yang berasal dari Ranah  Minang. Arti dari “Aneuk Jamee” dalam Bahasa Aceh, berarti tamu  atau pendatang.

Umumnya mereka berdomisili di Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan sebagian kecil di Aceh Besar.

Sedangkan mata pencaharian dari penduduknya, sebagian besar adalah petani,nelayan dan berkebun. Adapun hasil dari perkebunannya adalah pala.

4. Suku Melayu Tamiang

Suku Melayu Tamiang - Suku di Acehh

Suku Melayu Tamiang – Suku di Aceh

Orang-orang Melayu yang berdiam di provinsi Aceh, umumnya banyak berdiam di Kabupaten Aceh Tamiang. Dialek maupun bahasa daerah yang mereka gunakan, sama dengan masyarakat Melayu, yang tinggal di Kabupaten Langkat  Sumatera Utara.

Walaupun secara tradisi dan kultur budayanya berbeda dengan masyarakat Aceh, namun mereka telah berasimilasi sejak sekian abad yang lalu. Suku Melayu Tamiang juga telah  menjadi bagian dari Aceh sejak saat yang sama.

Dari segi kebudayaan, memiliki kesamaan dengan masyarakat Melayu, yang berada pesisir timur Sumatera  lainnya.

Jumlah penduduk yang ada saat ini, kurang lebih mencapai 200.000 jiwa. Sedangkan  mata pencaharian penduduknya adalah, sebagai petani kelapa sawit.

5. Suku Kluet

Suku Kluet aceh

Suku Kluet aceh – foto ig @kluet_pictures

Suku Di Aceh Yang Paling Banyak Penduduknya adalah Suku Kluet.

Masyarakat dari Suku Kluet mendiami beberapa kecamatan di Kabupaten Aceh Selatan, yaitu Kecamatan Kluet Utara, Tengah, Selatan dan Timur.

Mayoritas dari penduduknya Beragama Islam, dengan mata pencaharian sebagai petani.

Secara geografis, wilayahnya dipisahkan oleh Sungai Lawé, yang berhulu di Gunung Leuser dan bermuara di Lautan Hindia.

Wilayah kediaman Suku Kluet ini terletak di pedalaman. Jaraknya sekitar 20 km dari jalan raya, atau 50 km dari kota Tapak Tuan. 

Adapun keunikan dari Bahasa Kluet adalah, terbagi atas 3 dialek, yaitu Dialek Paya Dapur, Manggamat dan Krueng Kluet. 

Baca Juga:

Demikianlah ulasan tentang 5 Suku di Aceh yang masih eksis. Semoga dapat menjadi cerita yang cukup menarik, dan bermanfaat bagi Sobat semua.

Leave a Reply