Budaya, Tari Adat

Tari Mangaru : Tarian dengan Semangat Berperang

Tari Mangaru : Tarian dengan Semangat Berperang 1

Indonesia memiliki beragam budaya khas daerah. Salah satu wujud budaya yang unik adalah melalui tarian. Banyak tarian di Indonesia memiliki makna dan sejarah tersendiri. Begitu pun Tari Mangaru yang berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. Yuk, simak lebih lanjut !

Sejarah Tari Mangaru

Tari Mangaru Meriahkan HUT TMII ke-42 – Buton Pos

Penampilan Penari Mangaru Sumber : Butonpos.fajar.co.id

Setiap tari tradisional daerah punya sejarah yang berasal dari leluhur. Seperti Tari Mangaru yang berasal dari Desa Konde, Kecamatan Kambuwa, Kabupaten Buton Utara. Ada cerita dibalik indahnya perpaduan gerakan tari dan alat musik yang mengiringi.

Tari Mangaru menggambarkan para lelaki yang berperang dan memiliki keberanian di zaman dahulu saat sedang bertempur. Penampilan dilakukan oleh dua orang laki-laki sebagai gambaran peperangan. Mereka juga membawa keris sebagai senjata dan menampilkan gerakan bertarung.

Dahulu, tarian ini ditampilkan untuk menunjukan suka cita yang datang. Seringkali tari ini juga ditampilkan saat musim panen tiba. Maka dari itu seringkali tari mangaru ini menjadi tarian saat ada perayaan, upacara, atau acara yang dilihat oleh banyak orang.

Di masa sekarang kadang ada acara hajatan atau khitanan yang menampilkan tarian ini. Namun, meski begitu jumlah penampilannya sudah jarang. Kini tarian itu lebih sering ditampilkan saat ada penyambutan tamu. Sampai sekarang, tari ini mengalami berbagai pengembangan dan kreasi dengan tetap menjadikan semangat keberanian saat berperang sebagai dasarnya.

Baca juga : Yuk Belajar: Asal-usul & Sejarah Tari Malulo

Bagaimana Cara Menampilkan Tari Mangaru?

ADU NYALI DALAM TRADISI BONGKAA TA`U DESA WALEALE - Website Wisata ...

Penampilan Tari Mangaru Sumber : wisatasultra.com

Penari

Sebelumnya sudah dijelaskan bahwa tari mangaru adalah tarian yang dilakukan oleh dua orang laki-laki. Kedua laki-laki ini menjadi bagian penting dalam tarian karena menggambarkan sosok yang bertarung di medan perang. Mereka akan menampilkan suasana dan semangat saat bertarung.

Keris

Sebagai tarian yang menjadi gambaran keberanian perang, maka wajib membawa senjata. Senjatanya adalah keris yang dipakai masing-masing penari. Penari akan memasuki arena tari seperti akan bertarung. Saat musik dimainkan, mulailah mereka saling serang. Pertama keris diputar-putar ditangan seperti memamerkan kekuatan. Lalu, mereka berpura-pura saling menyerang menggunakan keris seperti hendak menusuk. Konon, dahulu mereka bener-benar menyakiti lawan dengan senjata ini karena kebal.

Pakaian

Pakaian yang digunakan saat tampil adalah pakaian adat Buton. Adat Buton memang memiliki banyak pakaian. Contohnya untuk pakaian laki-laki ada Balahadada dan Ajo Bantea. Namun, yang digunakan oleh penari adalah pakaian perangkat adat. Pakaian ini sangat terlihat dari ciri khasnya berupa jubah kain tenun yang cantik. Mereka juga menggunakan sarung dan ikat kepala. Pakaian ini dimasa lampau, merupakan pakaian kehormatan yang dipakai oleh bangsawan atau orang dilingkungan kerajaan.

Musik Pengiring

Pada tarian tradisional, alat musik yang dipakai mengiringi pun alat musik tradisional. Tari mangaru diiringi oleh alunan mbololo atau gong, kansi-kansi, dan dua buah gendang yang terbuat dari kulit hewan. Musik yang dimainkan bertempo cepat dan membangun suasana suka cita. Ini membuat penari dan penonton lebih semangat saat menyaksikan penampilan tari mangaru. Walau kebanyakan alat musik pengiring tarian daerah sama, tapi irama yang diputar saat tari mangaru berbeda. Hal ini karena gambaran kemeriahan dan semangat yang ingin ditampilkan.

Semangat dan Keberanian dari Tari Mangaru

travelplusindonesia: Mengenal Lebih Dekat Pidoano Kuri, Pesta Adat ...

Kemeriahan Tari Mangaru Sumber : travelplusindonesia

Tari ini adalah sebuah bentuk ekspresi untuk memberi semangat pada laki-laki yang akan turun berperang. Melihat bagaimana penari menyemangati, tentu akan terasa suka cita bagi yang menonton. Semangat inilah yang membuat tari mangaru sering ditampilkan sebagai tari saat ada kebahagiaan seperti saat syukuran hari panen, upacara khitan, dan menyambut tamu. Semangat suka cita pun bisa tergambarkan dan tersalurkan bagi penikmatnya.

Jika dilihat lebih lanjut, memang tarian ini lebih mirip dengan atraksi bela diri. Apalagi menggunakan senjata dalam penampilannya. Namun, keindahan dari gerakan dan musik tetap bisa dinikmati sebagai seni tari. Sayangnya, tari ini makin jarang ditampilkan. Hanya acara-acara tertentu saja yang menyajikan tarian ini. Memang, saat ini lebih sering sebagai pembuka penyambutan tamu.

Baca juga : 6 Tempat Wisata di Pasarwajo, Kabupaten Buton

Itulah sedikit penjelasan mengenai Tari Mangaru yang berasal dari Buton, Sulawesi Tenggara. Tarian yang menarik ini akan selalu menjadi bagian sejarah yang harus tetap dilestarikan. Kalau berkunjung ke Buton bisa juga nih, mencari referensi kapan tari ini ditampilkan supaya bisa melihat secara langsung.

Leave a Reply