Yuk Belajar Asal-usul dan Sejarah Tari Malulo - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Tari Adat

Yuk Belajar Asal-usul dan Sejarah Tari Malulo

Tari Malulo Modern

Tari Malulo Modern - myimage.id

Tari Malulo atau Tari lulo adalah darah seni masyarakat Kendari, Sulawesi Tenggara. Prinsip dasar Tari Malulo adalah gerakan melingkar, gerak tangan dan kaki. Tari Malulo dilakukan dengan 3 gerakan inti. Yaitu Moese (gerakan tangan ke atas-bawah); Molakoako (gerak ke kanan-kiri); serta Nilulo-lulo (gerakan kaki menginjak-injak).

Saat ini, Tari Malulo banyak ditampilkan di berbagai event, tak terkecuali pada promosi pariwisata oleh pemerintah. Tari Malulo menyatukan berbagai gender, status sosial, agama, ras dan perbedaan lainnya, dengan ceria bergandengan tangan dan bergerak mengikuti irama musik.

Asal-usul Tari Malulo

Tari Malulo Modern

Tari Malulo Modern – myimage.id

Mulanya, tari Malulo hanyalah ritual memuja Dewi Padi, terlebih pada masa panen. Berasal dari kata “lulo” yang artinya menginjak-injak onggokan padi sehingga bulir terlepas dari tangkainya.

Tari Malulo bermula dari sistem mata pencaharian dan kepercayaan masyarakat suku Tolaki kuno, yang hidup di daerah dataran dan pegunungan dengan mata pencahariannya petani.

Kebiasaan mereka membuka bulir padi dengan menginjakkan kaki kirinya. Suku Tolaki menyebutnya dengan “Malulowi Opae”. Malulowi berarti menginjak-injakkan kaki, sedangkan Opae yaitu padi.

Tari Lulo

Tari Lulo – penasultra.com

Versi lain mengisahkan jika Tari Malulo bermula dari suku Tolaki kuno, yang berkumpul di lahan baru sebagai tempat cocok tanam. Di sana, mereka memohon pada penguasa alam agar tanamannya aman, tidak dirusak oleh hama dan penyakit. Diiringi musik gong, mereka berbaris membentuk lingkaran, bergandengan tangan dan menginjakkan kakinya.

Diceritakan dalam buku “Sejarah dan Budaya Masyarakat Tolaki di Konawe” bahwa dahulu mereka memisahkan bibit dengan tangkainya, sambil berpegangan pada tiang lumbung. Tetapi, karena pekerja (petani) banyak, tiang lumbung tidak cukup untuk berpegangan. Sehingga saling bergandengan tangan, seperti dalam Tari Malulo.

Sejarah Tari Malulo Lainnya

Masyarakat Tolaki menggunakan Tari Malulo untuk menghibur dewa Sanggolemboe serta instrumen pengobatan warga. Menurut kepercayaan yang dianut suku Tolaki, penyakit disebabkan oleh kesalahan/kelalaian (si penderitanya), yang membuat Sangia murka dan memberinya sakit. Jika si penderita ingin sembuh, maka cukup dengan tari lulo yang dipimpin dukun.

Leave a Reply