City Tour, Rumah Adat, Tari Adat, Tentang Kota

Mengenal Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak – Pegununungan Arfak merupakan salah satu Kabupaten yang ada di Papua Barat dan memiliki banyak kekayaan di dalamnya, yaitu kekayaan alam, budaya dan juga tradisi masyarakatnya. Dengan kekayaan alam tersebut, tidak lah mengherankan kalau Pegunungan Arfak menjadi salah satu destinasi wisata.

Berikut kami akan berikan informasi mengenai Kabupaten Pegunungan Arfak, baik itu sejarahnya, wisata, dan juga budayanya, dan mungkin akan menjadi salah satu tujuan liburan kamu.

Sejarah Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Pegunungan Arfak

Pegunungan Arfak Foto: travelnatic.com

Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan pemekaran dari Kabupaten Monokwari pada tahun 2012, dan berdasarkan UU No 24 tahun 2012, Kabupaten Pegunungan Arfak diresmikan pada tanggal 25 Oktober 2012. Selain itu, Kabupaten Pegunungan Arfak dengan ibu kota Anggi ini memiliki luas wilayah 2773,74 km2,  serta jumlah penduduk sebanyak 36.818 jiwa.

Dengan letak 2500 diatas permukaan laut,  tidak mengherankan kalau Kabupaten Arfak memiliki suhu yang sangat dingin. Dengan suhu yang sangat dingin, banyak masyarakat yang memanfaatkannya untuk menanam biji kopi.

Wisata di Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

1.      Danau Anggi Giji dan Anggi Gida

Danau Anggi Giji dan Anggi Gida Foto: arfaknews.com

Danau Anggi Giji dan Anggi Gida Foto: arfaknews.com

Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Anggi, Kabupaten Pegunungan Arfak karena bentuk yang unik,  dan oleh masyarakat sekitar, danau tersebut dipercaya menyerupai kelamin pria dan wanita.

Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gida memiliki panorama yang indah karena Danau Anggi Giji memiliki warna air yang sangat biru, sedangkan Danau Anggi Gida airnya berwarna putih dan memiliki gradasi biru muda dan tosca.

Baca Juga ya :

Untuk menikmati indahnya danau Anggi Giji dan danau Anggi Gida, kamu membayar tiket masuk sebesar Rp 20.000, dan kamu bisa berenang di danau ini. Selain berenang di danau, kamu dapat menyewa perahu yang disediakan oleh pengelola  untuk berkeliling di danau Anggi Giji dan danau Anggi Gida.

2.      Bukit Kobrey

Bukit Kobrey

Bukit Kobrey Foto: kompas.com

Bukit Kobrey merupakan salah satu destinasi wisata alam yang tidak jauh dari Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gadi dan berada di Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak. Sekitar 30 menit dari kota Anggi dengan menggunakan kendaraan, kamu dapat menikmati indahnya Bukit Kobrey beserta indahnya pemandangan Danau Anggi Giji dan Danau Anggi Gadi.

Tradisi Masyarakat di Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Noken

Noken Foto: jubi.co.id

Noken atau dalam bahasa Arfak disebut dengan Monga, merupakan tradisi mama mama di Kabupaten Arfak dalam membuat sebuah kerajinan tas. Noken atau Monga sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu Noken Mama dan Anak Noken.  Noken Mama biasa digunakan untuk mama mama belanja dipasar, sedangkan anak noken digunakan anak anak untuk sekolah.

Dengan adanya tradisi Noken atau Monga di Kabupaten Pegunungan Arfak, mama mama di Pegunungan Arfak menjadi lebih diberdayakan, serta dapat meningkatkan nilai ekonomi dimasyarakat.

Budaya Masyarakat di Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

1. Rumah Adat Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Rumah Kaki Seribu

Rumah Kaki Seribu Foto: phinemo.com

Masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak masih memegang teguh budayanya dengan cara tinggal dirumah adat yang mereka sebut Rumah Kaki Seribu. Rumah Kaki Seribu di Pegunungan Arfak memiliki ukuran 8×6 meter, tinggi panggung 1-1,5 meter, dan tinggi Puncak Atap berukuran 4- 5,5 meter.  Untuk temboknya masyarakat menggunakan kayu, sedangkan atapnya menggunakan jerami/ ilalang.

Dengan tinggal Rumah Kaki Seribu,  masyarakat dapat terhindar dari gangguan hewan buas,  serta dapat mengurangi rasa dingin yang selalu terjadi Kabupaten Pegunungan Arfak.

2. Bahasa Daerah Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Bahasa Daerah Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Bahasa Daerah Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak,, Bahasa Hatam  Foto: phinemo.com

Bahasa yang digunakan di Kabupaten Pegunungan Arfak adalah Bahasa Hatam. Bahasa Hatam merupakan bahasa asli masyarakat disana, dan biasanya hanya digunakan untuk kalangan sendiri. Untuk berdagang dan bersosialisasi, masyarakat di Kabupaten Pegunungan Arfak lebih menggunakan Bahasa Indonesia.

3.      Tarian Adat Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak

Tarian Tumbu Kayu

Tarian Tumbu Kayu Foto: wikipedia.org

Tarian Tumbu Kayu dari Kabupaten Pegunungan Arfak merupakan sebuah tarian yang menyimbolkan sebuah kegembiraan. Tarian ini biasanya dilakukan untuk menyambut tamu penting seperti pejabat, kemudian untuk pernikahan, dan juga peresmian sebuah pembangunan.

**

Itulah kekayaan yang dimiliki oleh Kota Anggi Kabupaten Pegunungan Arfak, mulai dari sejarah, budaya, tradisi yang dilakukan oleh masyarakatnya, sampai tempat wisatanya.  Dengan keanekaragaman yang dimiliki Indonesia, kita harus bangga dengan Indonesia.

Mengenal Kota Ampana Kabupaten Tojo Una-Una

Leave a Reply