Tari Adat, Budaya

Mengenal Asal Usul dan Sejarah Tari Magunatip / Lalatip

Tari Magunatip

puncak tari lalatip dan Tari Magunatip , menari ditutup mata - warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Asal Usul dan Sejarah Tari Magunatip / Lalatip – Tari magunatip juga dikenal dengan sebutan “lalatip”. Jika kamu search di mbah google dengan keyword “tari magunatip”, justru akan muncul tarian yang berasal dari Sabah, Malaysia. Atau juga tarian dari Filipina maupun Thailand.

Ini karena tari magunatip dari Sabah, memiliki gerakan yang mirip-mirip dengan tari lalatip milik suku Dayak Tahol. Apalagi dengan kondisi geografis Provinsi Kalimantan Utara yang bertetangga dengan Malaysia. Selain itu, tarian lalatip mirip juga dengan tari Tinkling dari Filipina.

Baca juga ya :

Tari Magunatip

puncak tari lalatip atau Tari Magunatip menari ditutup mata – warisanbudaya.kemdikbud.go.id

Asal Usul Tari Magunatip (Lalatip)

Tari lalatip menurut asal usulnya, lahir dari suku Dayak Tahol. Yaitu tepatnya di daerah Tarakan, Nunukan dan Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. Komunitasnya salah satunya ada di Desa Salap, Kabupaten Malinau.

Berasal dari kata “lalati” yang dalam bahasa dayak berarti “menjepit”. Ya, kaki para penarilah yang bisa saja terjepit. Nah, pada awalnya, lalatip hanyalah sebuah latihan mengasah keterampilan berperang, yang wajib dimiliki para pemudanya. Karena, perang antar suku yang seringkali terjadi. Sehingga mengancam penduduk suku Dayak Tahol. Latihan ini berupa ketangkasan kaki untuk melompat dan menghindar dari rintangan.

Seiring perkembangan zaman, latihan ini berubah menjadi sebuah tarian. Tarian inilah yang kini menjadi kekayaan suku Dayak Tahol. Tari lalatip / magunatip memang tidak sepopuler beberapa tarian lain dari suku dayak. Sebut saja seperti tari Balean Dadas atau pun tari Giring-giring.

tari lalatip dan Tari Magunatip

tari lalatip dan Tari Magunatip terima sertifikat WBTB – metrokaltara.com

Akan tetapi, pemerintah dari provinsi yang baru diresmikan pada 25 Oktober 2012 ini, giat menggenjot kebudayaannya. Bahkan, tari magunatip / lalatip sudah terdaftar pada tahun 2017, sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) di catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Dengan nomor registrasi 201700551, pada tanggal 4 Oktober 2017 lalu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara, Sigit Muryono, menerima langsung sertifikat WBTB dari Mendikbud RI, Muhadjir Effendy. Di Gedung Kesenian Jakarta itulah, tari lalatip Kabupaten Malinau, menjadi salah satu dari 3 karya budaya khas Kaltara yang diakui sebagai WBTB.

Aturan Main dalam Tari Magunatip / Lalatip

Dalam tarian lalatip / magunatip ini, para penonton akan dibuat berdebar-debar hingga terkesima. Karena, para penari akan ditutup matanya dan melompat oleh beberapa bilah batang kayu bergerak-gerak. Jika terlambat melompat (menghindar), maka kaki mereka bisa terjepit.

Keunikan tari lalatip adalah pada atraksi melompat di antara bilah kayu yang menari-nari mengikuti iringan musik. Kunci dari tari lalatip / magunatip terletak pada fokus, konsentrasi dan kestabilan.

Baca juga ya :

Tari Magunatip

Tari Magunatip /lalatip – rimbakita.com

Nah, beginilah beberapa aturan main dalam tari magunatip / lalatip.

1) Para penari mengenakan pakaian adat suku dayak. Biasanya mereka memakai pakaian berwarna hitam, merah atau kuning. Yaitu baju berupa rompi dengan lengan pendek dan rok sebatas lutut.

2) Para penari juga dilengkapi ikat kepala dari daun pandan atau kain, yang berhias bulu burung. Selain itu, mereka juga memakai aksesoris dayak seperti gelang di tangan dan kaki hingga tato.

3) Kelompok pertama

Kelompok pertama bertugas memainkan (menggerakkan) batang kayu. Ada 3 pasang (6 orang) yang berjongkok berjajar dan saling berhadapan. Mereka akan memegang 2 bilah kayu atau bambu yang berukuran 2 – 3 meter. Mereka mengikuti irama musik, lalu menghentakkan kayu: menjepit dan melepas.

4) Kelompok kedua

Kelompk kedua bertugas sebagai penari, baik perempuan maupun laki-laki. Mereka menari dengan melompat bergantian di antara jepitan kayu. Pilihan mereka hanya 2: menghindar (melompat-lompat) atau terjepit. Mereka menari dengan gerakan khas suku dayak Tahol. Yaitu meliuk-liukan tubuh dan tangannya. Puncak tari lalatip adalah ketika mereka harus menari (melompat) sambil ditutup kedua matanya dengan kain.

5) Kelompok ketiga

Dan kelompok ketiga bertugas memainkan instrumen musik. Yaitu gong dan kendang yang dengan irama semangat. Bisa dibayangkan dong, bagaimana keramaian suara gong dan kendang berpadu dengan hentakkan bilah kayu.

Penampilan Tari Lalatip

Karena sering dimainkan oleh para muda-mudi, tari lalatip / magunatip ini dianggap sebagai salah satu ajang pencarian jodoh.
Tari lalatip / magunatip pernah ditampilkan dalam penganugerahan rekor MURI, pada acara FBIM 2018 untuk bubu raksasa milik suku dayak tahol.
Tari lalatip juga pernah lho diundang untuk tampil di acara hiburan televisi, OPERA VAN JAVA pada bulan September 2018 lalu.

Leave a Reply