Makna dan Sejarah Tari Mane'e - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Mane’e

Makna dan Sejarah Tari Mane'e 1

Proses Mane'e | Foto : travel.kompas.com

Makna dan Sejarah Tari Mane’e – Setiap daerah di Indonesia mempunyai keunikannya tersendiri, baik itu dari sumber daya alam hingga kebudayaan beragam yang dimilikinya. Sama halnya dengan Kabupaten Talaud, Sulawesi Selatan yang memiliki sebuah tradisi unik yang tidak bisa kalian lewatkan jika mendatangi daerah ini, yaitu Tari Mane’e. Tarian unik yang dilakukan pada saat tradisi menangkap ikan.

Makna dan Sejarah Tari Mane'e

Proses Mane’e | Foto : travel.kompas.com

Sejarah

Arti kata Mane’e sendiri adalah penangkapan ikan, sehingga Tari Mane’e ialah tarian yang diangkat dari salah satu tradisi masyarakat dalam menangkap ikan secara bersama-sama. Tradisi menangkap ikan secara bersama-sama ini muncul sekitar abad ke 12 di kepulauan “Nanusa” yang hingga saat ini Mane’e menjadi prosesi tetap yang dilakukan oleh masyarakat Talaud.

Istilah ini ada ketika terjadi gempa besar pada tahun 1628 yang membuat pulau Kakorotan terbelah menjadi 3 pulau yaitu Pulai Kakorotan, Pulau Intata, dan Pulau Malo. Pada saat itu, masyakarat Kepulauan Talaud sangat memprihatinkan dimana harta kekayaan penduduk hilang karena terjadi bencana, dan menjalani kehidupan dengan penuh ketabahan.

Suatu hari, datang dua orang yang penampakannya berbeda dengan masyarakat setempat yang hidup di pulau sekitar Pulau Kakorotan. Keduanya turun ke laut dengan memegang daun yang cukup banyak yang dililit dengan tali, lalu menggerakan daun tersebut di dalam air, kemudian berjalan perlahan menuju pantai. Ketika air surut, berbagai jenis ikan menggelepar di atas nyare atau karang yang tidak direndam air laut sehingga ikan tersebut sangat mudah di tangkap oleh kedua orang tersebut.

Makna dan Sejarah Tari Mane'e

Hasil Tangkapan | Foto : kulibur.com

Gerakan yang dilakukan oleh dua orang asing ini membuat penduduk memohon untuk meminta petunjuk cara menangkap ikan dengan gerakan tersebut. Pendatang itu bersedia memberi petunjuk dan memberikan alat penangkap ikan yang digunakan. Lalu, masyarakat melakukan gerakan tersebut dan memperoleh hasil tangkapan ikan yang berlimpah.

Sejak saat itu, tradisi Mane’e dilakukan yang biasanya pada bulan Mei atau Juni. Karena tradisi sudah sangat lama dilakukan oleh masyarakat setempat, membuat pemerintah mengangkat tradisi ini menjadi objek wisata yang dilakukan di desa Kakarotan.

Makna Tari Mane’e

Makna dan Sejarah Tari Mane'e

Tari Mane’e | Foto : lukasparapagalosoh.blogspot.com

Leave a Reply