Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Adat Tandok

Tari Adat Tandok

Properti Tari Adat Tandok, Tari Adat Tandok - Sumber : blogkulo

Makna dan Sejarah Tari Adat Tandok

Membicarakan kesenian Indonesia yang tak ada habisnya, masih ada lagi kesenian dalam masyarakat Batak yang masih perlu dibahas. Kesenian tersebut bernama Tari adat Tandok yang diadaptasi dari alat pemanen beras ala suku Batak, Tapanuli Utara. Penasaran? Simak ulasan berikut ini.

Tari Adat Tandok

Properti Tari Adat Tandok, Tari Adat Tandok – Sumber : blogkulo

Makna Tari Adat Tandok

Tari Tandok diadaptasi alat penampung beras yang disebut dengan tandok. Namun, tak hanya berfungsi sebagai penampung beras ternyata alat ini juga memiliki makna yang sangat dalam terhadap kehidupan masyarakat agraris Batak.

Masyarakat Batak sebagian besar memang terdiri dari daerah agraris yang penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Alat tandok melambangkan kesejahteraan dalam  suku Batak.

Tari Adat Tandok

Alat Tandok, Tari Adat Tandok – Sumber : potretsumut

Melalui alat tandok juga bisa tercipta ikatan kekeluargaan yang erat bagi masyarakat Batak. Hal ini tercermin pada gerakan dalam tari adat Tandok.

Tari Tandok biasa ditarikan dalam berbagai acara adat Batak salah satunya adalah pesta panen atau acara kematian seperti Pesta Mangadati, Upacara Adat tu na monding, Tardidi, Syukuran, Pesta Bona Taon, Mangongkal Holi dan lain sebagainya.

Dalam tari adat Tandok, digambarkan bagaimana para wanita suku Batak dalam memanen beras di ladang dengan penggunaan alat tandok. Ini juga ditunjukkan dalam gerakan tangan penari yang seolah – olah menggambarkan gerakan memanen beras dan kemudian diletakkan pada tandok yang dibawanya.

Dalam tarian ini juga menggambarkan gerak Tor- Tor yang biasa dilakukan para wanita suku Batak setiap ada acara atau hajatan sembari meletakkan tandok sebagai penutup kepalanya.

Setiap gerakan dalam tari adat Tandok juga mencerminkan rasa syukur manusika kepada pencipta. Ini ditunjukkan dengan ekspresi wajah dan gerakan lincah pada setiap penari yang melambangkan kebahagiaan dan suka cita terhadap hasil panen yang melimpah.

Sejarah Tari Adat Tandok

Seperti yang telah di jelaskan pada makna tari adat Tandok yang menceritakan kegiatan panen yang dilakukan ibu – ibu dari suku Batak ketika memanen padi di ladang dengan menggunakan alat tandok.

Namun, jika membicarakan asal – usul tarian, sebenarnya masih belum jelas kapan Tari adat Tandok ini ada dan diciptakan. Namun, Tari Adat Tandok terbentuk karena terinspirasi dari alat bernama tandok. Tandok merupakan wadah yang terbuat dari anyaman bayon atau daun pandan.

Bagi suku Batak, tandok sangat penting digunakan saat upacara adat dan seremonial lainnya. Umumnya, tandok digunakan sebagai tempat beras, padi yang dihantar maupun dijunjung sebagai persembahan untuk acara adat.

Tari Adat Tandok

Tari Tandok dalam Pesta Danau Toba, Tari Adat Tandok – Sumber : sopo-toba

Tak sampai disitu, tandok juga berfungsi untuk tempat nasi pada suku Karo atau yang biasa disebut Sumpit. Bagi kehidupan suku Batak, tandok memegang peranan yang penting.

Oleh sebab itu, suku Batak zaman dulu berinisiatif mengabadikan alat dan filosofi kehidupan mereka dalam sebuah tarian yang saat ini dikenal sebagai Tari Adat Tandok.

Baca Juga : Hobi Kulineran Bersama Keluarga? Ini 6 Tempat Makan di Tangerang yang Ciamik

Gerakan, Iringan dan Busana Tari Adat Tandok

Tari adat Tandok ditarikan oleh sekelompok penari wanita sebanyak 4 penari atau lebih. Para penari tersebut berpakaian tradisional Batak yang didominasi dengan warna merah dan hitam.

Para penari dibekali dengan property tari berupa alat tandok, kain ulos dan sarung. Namun, meskipun membawa property tari, para penari lebih banyak aktif menggerakkan tangan.

Selain keaktifan tangan, para penari juga harus selalu menjaga keseimbangan tandok yang berisi dengan beras dan diletakkan di kepala agar tidak terjatuh.

Tari Adat Tandok

Gerakan Menjaga Keseimbangan dalam Tari Adat Tandok – Tari Adat Tandok – Sumber : Youtube

Inilah yang membuat tarian ini sangat seru untuk ditonton karena selain penari harus menjaga keseimbangan tandok, penari juga harus bergerak dengan lincah. Tentunya gerakan tersebut tidak mudah untuk dilakukan siapapun.

Pada saat tertentu penari juga akan membentuk formasi melingkar dan berkeliling pada tandok yang telah diletakkan ditengah. Diiringi dengan alat musik  gondang yang berbunyi khas dan nyaring.

Gondang adalah alat musik ansambel yang semua tangga nadanya memiliki variasi. Bagi masyarakat Batak, merdunya permainan Gondang dipengaruhi oleh keahlian dari pemain Sarune dan Taganing.

Baca Juga : Berani Coba ? 6 Makanan Unik Ala Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir

Demikian ulasan tentang makna dan sejarah tari adat Tandok yang merupakan tari kreasi yang menggambarkan kehidupan dan budaya agraris masyarakat Batak. Meskipun sumber sejarah tarian masih belum jelas, tetapi tari ini perlu dilestarikan melalui hasil panen dari Tanah Air kita sendiri agar tarian ini masih bisa terus ditarikan.

Leave a Reply