Makna dan Sejarah Tari Adat Terang Bulan - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Adat Terang Bulan

Tari Adat Terang Bulan

Penari Tari Adat Terang Bulan - Sumber : limamarga

Makna dan Sejarah Tari Adat Terang Bulan

Tarian tradisional dari berbagai daerah sudah ada sejak zaman nenek moyang. Tarian – tarian tradisional ini selain menambah kekayaan seni suatu daerah juga mengandung pesan dan juga cerita di dalamnya.

Tari Adat Terang Bulan

Penari Tari Adat Terang Bulan – Sumber : limamarga

Misalnya saja Tari Adat Terang Bulan, Sumatera Utara yang sangat unik dan penuh penghayatan. Tarian ini memiliki makna dan sejarah yang sangat berkesan bagi masyarakat Karo.

Baca Juga : Cocok untuk Konservasi Penyu, Inilah di Pantai Ngitun Gunung Kidul yang Menawan

Makna Tari Adat Terang Bulan

Tari Adat Terang Bulan atau biasa disebut dengan Landek Karo merupakan tarian yang sangat berkesan di Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara. Tarian ini ditampilkan secara berpasangan karena memang tari Landek ini menceritakan tentang percintaan antara pemuda dan pemudi di bawah sinar bulan purnama yang terang dan lembut.

Menurut masyarakat Karo, tari Adat Terang Bulan merupakan tari tradisi yang sudah ada sejak masyarakat Karo terbentuk. Tari Adat Terang Bulan sering ditampilkan pada berbagai peristiwa adat salah satunya adalah pesta perkawinan.

Tak hanya makna tariannya secara keseluruhan, ternyata gerakan – gerakan dalam tari Adat Terang Bulan juga memiliki makna yang dalam seperti.

  1. Gerakan tangan kanan ke atas dan tangan kiri ke bawah dimaknai sisampat sampaten yang artinya menolong dan saling membantu.
  2. Tangan kiri naik, tangan kanan ke bawah dimaknai tengah rukur yang berarti menimbang – nimbang sebelum berbuat sesuatu.
  3. Tangan memutar dan mengepal dimaknai perarihen enteguh yang artinya pentingnya persatuan, kesatuan dan musyawarah dalam mencari mufakat.
  4. Tangan kiri ke kanan dan ke depan dimaknai ise pa la banci ndeher adi langa sioraten yang artinya jika belum kenal dan belum tahu hubungan kekerabatan, siapapun tak boleh mendekat.
  5. Tangan ke atas dimaknai ise pe la banci ndeher artinya tak ada yang boleh berbuat sembarangan.
  6. Tangan kanan dan kiri di bahu dimaknai beban simberat ras simenahang ras ibaba yang artinya berani berbuat, berani juga bertanggung jawab.

Sejarah Tari Adat Terang Bulan

Tari Adat Terang Bulan merupakan tari kreasi baru yang muncul pada sekitar tahun 1960-an. Namun, sebelum tari Adat Terang Bulan terbentuk ada tari lima serangkai yang terdiri dari Tari Morah – Morah, Tari Perakut, Tari Cipa Jok, Tari Kabang Kiung dan Tari Patam – Patam Lance seperti yang dikutip dari buku Pilar Budaya Karo.

Tari dalam masyarakat Karo memiliki fungsi yang terbagi tiga yakni tari upacara, pertunjukan dan hiburan. Tari Kreasi seperti halnya Tari Adat Terang Bulan berfungsi sebagai hiburan saat ada acara seperti pesta, acara formal maupun non formal.

Tari Adat Terang Bulan

Tari Adat Terang Bulan, Tarian Muda – Mudi khas Karo – Sumber : uksu.itb

Berbincang tentang sejarah tari adat Terang Bulan, kapan tari ini muncul dan penyebab kemunculannya masih belum ada penjelasan detail mengenai sejarah ini. Namun, tari Adat Terang Bulan memang muncul bersama dengan tari Piso Surit, tari Roti Manis, dan tari Tanam Padi, setelah adanya tari Lima Serangkai.

1 Comment

  1. Ghost

    Terima Kasih..

    Informasi ini sangat membantu…

Leave a Reply