Tari Adat, Budaya, Pengetahuan

Asal Usul dan Sejarah Tari Randai

Tari Randai Minang

sumber : minang nantigo

Tari Randai – Minangkabau atau yang biasa dikenal dengan sebutan Minang adalah kelompok etnis asli Nusantara yang wilayah persebaran kebudayaannya meliputi kawasan yang kini masuk ke dalam provinsi Sumatra Barat (kecuali Kepulauan Mentawai), separuh daratan Riau, bagian utara Bengkulu, bagian barat Jambi, pesisir barat Sumatra Utara, barat daya Aceh, dan Negeri Sembilan, Malaysia.

Orang awam sering sekali menyamakan orang Minangkabau dengan orang Padang. Akan tetapi masyarakat ini biasanya menyebut kelompoknya dengan sebutan urang awak, yang bemaksud orang Minang itu sendiri

Minangkabau adalah salah satu dari beragam etnis Nusantara yang memiliki kekayaan budaya yang beragam indah dan unik yang tidak dimiliki oleh etnis-etnis lain. Salah satu kekayaan budayanya adalah Tari Randai yang berasal dari Minangkabau.

Randai adalah salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan sembari menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara bergantian. Randai menggabungan seni musik, tari, drama dan silat menjadi satu paduan gerakan yang indah.

Tari Randai

Tari Randai – Sumber : MerahPutih

Randai dipimpin oleh satu orang yang biasa disebut panggoreh, yang mana selain ikut bergerak dalam legaran ia juga memiliki tugas yang mengeluarkan suara teriakan khas misalnya “hep tah tih” yang bertujuan untuk menentukan cepat atau lambatnya tempo gerakan seiring dengan dendang atau gurindam. Tujuannya adalah agar Randai yang dimainkan terlihat kompak dan seirama.

Biasanya dalam satu grup Randai memiliki satu panggoreh yang dipercayai oleh seluruh anggota tim, tetapi bisa digantikan dengan anggota lain apabila panggoreh sebelumnya terlalu lelah, karena untuk mementaskan satu cerita saja bisa menghabiskan waktu 1 hingga 5 jam bahkan ada yang lebih.

Cerita Randai biasanya diambil dari kenyataan hidup yang ada di tengah masyarakat. Fungsi Randai sendiri adalah sebagai seni pertunjukan hiburan yang didalamnya berisi pesan dan nasehat. Semua gerakan dituntun oleh aba aba salah seorang  di antaranya, atau yang disebut janang.

Asal usul Tari Randai

Sejarah Tari Randai

Sejarah Tari Randai – Sumber : Minang Nantigo

Randai dalam sejarah Minangkabau memiliki sejarah yang lumayan panjang. Konon katanya Randai sempat dimainkan oleh masyarakat Pariangan, Tanah datar ketika masyarakat sana berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut.

Randai ini biasanya bertujuan untuk menghibur masyarakat yang biasanya diadakan pada saat hari raya Idul Fitri atau pada saat pesta rakyat.

Namun pada masa sekarang Randai digunakan untuk menghibur masyarakat yang biasanya diadakan pada saat pesta rakyat yang menghibur dan melepas penat dari pekerjaan. Dan ajang untuk berkumpul dengan keluarga serta menyaksikam pertunjukan Randai yang dipentaskan oleh anak Negeri.

Pada awalnya Randai adalah media untuk menyampaikan kaba atau cerita rakyat melalui gurindam atau syair yang didendangkan dan galombang (tari) yang bersumber dari gerakan-gerakan silat Minangkabau. Namun dalam perkembangannya, Randai mengadopsi gaya penokohan dan dialog dalam sandiwara-sandiwara pementasannya, seperti kelompok Dardanela.

Baca Juga ya :

Asal usul Tari Randai

Asal usul Tari Randai – Sumber : Steemit

Randai dalam masyarakat Minangkabau adalah suatu kesenian yang dimainkan oleh beberapa orang dalam artian berkelompok atau beregu, di mana dalam Randai ini ada cerita yang dibawakan, seperti cerita Cindua Mato, Malin Deman, Anggun Nan Tongga, dan cerita rakyat lainnya.

Randai ini dimainkan oleh pemeran utama yang bertugas menyampaikan cerita yang sudah ditentukan, pemeran utama ini bisa berjumlah satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tergantung dari cerita yang dibawakan, dan dalam membawakan atau memerankannya pemeran utama dilingkari oleh anggota-anggota lain yang bertujuan untuk menyemarakkan berlangsungnya acara tersebut.

Tari Randai Minang

Tari Randai Minang

Inilah asal usul dan sejarah Tari Randai yang harus diketahui masyarakat. Itulah salah satu kekayaan yang dimiliki oleh masyarakat Minangkabau. Kekayaan ini tidak ternilai harganya, maka dari itu tugas kita adalah harus melestarikan kekayaannya agar budaya tersebut tetap lestari dan tetap bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak.

Kita harus mengenal kekayaan budaya yang ada di Nusantara ini, karena tanpa mengenalnya tentu hasrat untuk mengenal dan melestarikannya tidak akan dijalankan dengan penuh semangat.

Leave a Reply