Tari Adat, Pengetahuan

Asal Usul dan Sejarah Tari Aplang

Tari Aplang

Tari Aplang - Foto: radarbanyumas.co.id

Indonesia adalah negara kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan alam dan SDM yang besar menjadi potensi ekonomi dan budaya.

Dari keragaman masyarakatnya maka muncul berbagai macam budaya, adat kebiasaan, dan pola hidup yang berbeda satu daerah dengan yang lain.

Diantara produk budaya tersebut terwujud dalam bentuk seni tari. Seni tari ini memiliki ciri khas unik yang hanya dimiliki masing-masing tarian dari berbagai daerah yang berbeda.

Salah satunya adalah Tari Aplang. Apa saja yang unik dari tarian ini? Yuk simak artikel ini!

Asal Usul Tari Aplang

Asal Usul dan Sejarah Tari Aplang 1

Tari Aplang Berasal dari Banjarnegara – Foto: cilacap.info

Tari Aplang berasal dari sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang bernama Banjarnegara. Banjarnegara memiliki slogan Wani Memetri Rahayuning Praja yang artinya segenap warga Banjarnegara bertekad melestarikan kemakmuran menuju kebahagiaan lahir bathin baik bagi rakyat ataupun bagi pemerintahannya.

Tarian ini pada awalnya muncul dari penyebaran agama Islam di Jawa Tengah. Salah satu media penyebaran agama Islam adalah melalui tarian ini. Karena tarian ini banyak mengandung dan menggunakan unsur budaya Islam.

Sejarah Tari Aplang

Asal Usul dan Sejarah Tari Aplang 2

Tari Aplang – Foto: radarbanyumas.co.id

Pada tahun 1951 adalah asal mula terbentuknya kesenian Tari Aplang. Pada awalnya ada sebuah bentuk grup kesenian yang bernama Berjanjen. Kesenian ini muncul dari penyebaran agama Islam menggunakan kitab Berjanji.

Kitab Berjanji adalah kitab dari karangan Al Barzanzi yang mengisahkan kisah hidup Nabi Muhammad SAW dan kitab suci Al-Qur’an. Kemudian seiiring berjalannya waktu kesenian Berjanjen berubah menjadi kesenian Dhaeng.

Kemudian kesenian Dhaeng bertransformasi menjadi kesenian Aplang. Bedanya dengan Dhaeng adalah pada tari Aplang memiliki jumlah penari yang lebih banyak sehingga lebih terlihat atraktif.

Asal kata Aplang sendiri berasal dari kata “ndhaplang” yang memiliki arti gerakan silat dengan menggerakkan tangan ke kanan dan ke kiri sambil direntangkan. Gerakan pada Tari Aplang sampai sekarang masih menggunakan iringan dari pembacaan kitab Berjanji.

Pada awalnya Tari Aplang dilaksanakan dari jam 8 malam sampai jam 1 dini hari dengan durasi pertunjukan berisi 12 babak. Saat itu penari Tari Aplang biasanya berjumlah 8 orang penari pria.

Namun pada tahun 1953 terjadi perubahan dengan menggunakan anggota penari wanita. Hal ini dianggap lebih menarik dan tidak membuat jenuh yang menonton.

Kemudian Tari Aplang semakin digemari dan banyak masyarakat yang mengundang pementasan Tari Aplang untuk acara-acara mereka seperti 4 bulanan, 7 bulanan, sampai pengajian.

Kemudian pada tahun 2004 Tari Aplang mengalami perubahan kembali dengan berubahnya anggota penari yang dapat dilakukan oleh laki-laki atau wanita.

Durasi, gerak, dan kostum pun menyesuaikan kebutuhan modern dan lebih meriah sehingga makin menarik banyak peminat Tari Aplang.

Gerakan Tari Aplang

Asal Usul dan Sejarah Tari Aplang 3

Gerakan Tari Aplang – Foto: Banjarwisataku.blogspot

Penyajian Tari Aplang sendiri terdiri dari tiga babak, yaitu babak awal, inti, dan akhir.

Pada babak awal iringan shalawat diperdengarkan sebagai tanda bahwa akan segera dimulainya rangkaian Tari Aplang. Para penari berdiri berurutan sambil bersiap-siap.

Kemudian kendang dan rebana ditabuh sebagai aba-aba bagi para penari untuk masuk ke area panggung sambil membawakan gerak hormat kepada para penonton. Gerak hormat ini juga sebagai bentuk perwujuda rasa syukur kepada Ilahi.

Masuk ke gerakan inti dengan diiringi puji-pujian kepada Allah SWT para penari bergerak dengan kombinasi gerakan-gerakan silat yang didalamnya ada jurus-jurus seperti menangkis, loncat, dan gerakan dari alas kaki berupa bakiak yang membuat suasana menjadi riuh dan semarak.

Pada babak akhir para penari melakukan gerakan berjalan ke samping dengan posisi tangan menyerupai posisi memberi hormat dan perlahan berjalan meninggalkan area pentas. Gerakan ini sekaligus menjadi salam pamit dan memohon maaf apabila ada kesalahan saat pementasan berlangsung.

Iringan Tari Aplang

Asal Usul dan Sejarah Tari Aplang 4

Kendang Sebagai Salah Satu Alat Musik Pengiring Tari Aplang – Foto: budayajawa.id

Tari Aplang menggunakan berbagai alat musik pengiring yang bernuansa Islami dan khas Nusantara.

Alat musik itu antara lain menggunakan saron, kendang, rebana, dan bedug. Masing-masing alat ini memiliki fungsi masing-masing, seperti misalnya bedug dan rebana digunakan sebagai penanda perpindahan gerak tari. Bedug dan rebana ini menjadi semacam kode bagi para penari sebagai panduan gerak tari mereka.

Selain menggunakan alat musik yang bernuansa Islami, Tari Aplang juga menggunakan syair bernafaskan Islam yang menggunakan perpaduan antara Bahasa Jawa dan Bahasa Arab.

Baca ini juga yuk!

https://seringjalan.com/makna-sejarah-tari-adat-baluse/

https://seringjalan.com/tari-kuntulan/

https://seringjalan.com/makna-sejarah-tari-wira-pertiwi-asal-jawa-tengah/

 

Busana Tari Aplang

Asal Usul dan Sejarah Tari Aplang 5

Busana Tari Aplang – Foto: ramadhanii18.blogspot.com

Busana yang digunakan oleh para penari menggunakan kaidah kesopanan sesuai tuntunan Islam namun tetap menarik perhatian dan indah dipandang mata.

Busana wanita mengunakan sanggul dengan hiasan bunga di kanan dan kiri, serta gunungan dan ikat kepala. Bagian badan menggunakan baju lengan panjang, stagen, dan slempang. Sedangkan bagian bawah menggunakan perpaduan antara celana dan kain menyesuaikan penata busana.

Busana pria menggunakan songkok yang mirip dengan songkok khas Aceh, bagian tengah menggunakan baju lengan panjang, rompi, stagen. Pada bagian celana menggunakan celana panji dan kain.

Pada perkembangannya kostum Tari Aplang banyak menggunakan bahan dan kain berwarna cerah agar tampak lebih menarik dan indah. Berbeda pada jaman dulu ketika itu hanya menggunakan baju putih lengan panjang, slempang, dan menggunakan kaus kaki sebagai alas.

Sedangkan pada bagian alas kaki saat ini menggunakan terompah atau bakiak. Kalian tahu kan bakiak? Bakiak adalah alas kaki khas yang asalnya berasal dari jazirah Arab.

Penggunaan bakiak agar nuansa Islaminya makin kental dan juga agar pertunjukan semakin meriah dan menarik perhatian penonton.

Makna Tari Aplang

Asal Usul dan Sejarah Tari Aplang 6

Makna Gerakan Tari Aplang – Foto: budayajawa.id

Tari Aplang memiliki makna yang mendalam. Pada awalnya tari ini digunakan sebagai penyebaran ajaran Islam. Karena itu muatan religiusnya sangat kental.

Mulai dari sikap hormat para penari yang menggambarkan sikap taqwa pada Tuhan, dan memohon kelancaran pada-Nya atas apapun yang sedang kita kerjakan dan usahakan.

Kemudian dari gerakan memohon seperti orang berdoa diiringi dengan shalawat yang memiliki arti kepasrahan kepada Sang Pencipta, dan pesan agar kita selalu mengingat dan berdoa hanya kepada Allah agar selalu mendapat keberkahan.

Selain dari gerakan yang dilakukan, iringan shalawat saat dilakukannya tarian ini juga menyiratkan puji-pujian kepada Rasulullah SAW dan sekaligus menjadi fungsi penyebaran syair-syair Islami bagi siapapun yang menyaksikan pementasan Tari Aplang.

 

Begitulah sekilas mengenai kekayaan budaya berupa Tari Aplang dari Banjarnegara ini.  Dari sini kita bisa belajar bahwa sebuah tari bukan hanya sekedar bentuk pementasan, tetapi juga bisa menjadi sarana dakwah dan penyebaran keyakinan yang berakulturasi dengan budaya.

Karena itulah yang menjadikan negara kita kaya akan budaya dengan keanekaragamannya tetapi tetap rukun dan sejahtera.

 

 

 

Sumber referensi:

 academia.edu, budayajawa.id, radarbanyumas.id

 

Leave a Reply