Tari Adat, Budaya

Asal Usul dan Makna Tari Nitih Mahligai

Tari Nitih Mahligai

Tari Nitih Mahligai - Sumber : Moeseum

Tari Nitih Mahligai merupakan tarian khas Kerinci. Kerinci merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jambi. Nama Kerinci sendiri di ambil dari Bahasa Tamil, yaitu Kurinji yang berarti nama bunga yang tumbuh di daerah pegunungan India selatan.

Asal Usul Tari Nitih Mahligai

Tari Nitih Mahligai merupakan salah satu dari jenis Tari Asyek yang masih berkembang di Desa Siulak Mukai Tengah, Kecamatan Gunung Kerinci.

Tarian adat ini dulunya digunakan untuk upacara penobatan gelar adat Bilan Salih. Menurut salah satu tokoh seniman Kerinci, Bilan Salih adalah gelar adat yang disandingkan oleh anak batino (perempuan) yang memiliki tugas mendampingi tugas pemangku adat yang menyandang gelar sko dan di sandang oleh kaum lelaki. Bilan Salih juga merupakan Urang Turunan, yang artinya orang-orang yang di beri kekuatan dan ilmu oleh nenek moyang untuk memimpin dan melaksanakan upacara Naik Mahligai.

Pada zaman dahulu, tarian ini sebagai sarana komunikasi kepada roh nenek moyang dan masyarakat, sebagai sarana penyembuhan, sarana pengungkapan rasa syukur, dan sebagai sarana pengikat solidaritas masyarakat setempat, khususnya antar sesama penyandang gelar adat.

Makna Tari Nitih Mahligai

Tari Nitih Mahligai

Tari Nitih Mahligai – Sumber : Moeseum

Tarian Nitih Mahligai berasal dari kata “Niti” yang artinya berjalan di atas suatu benda, “Naik” yang artinya menuju sesuatu yang tertinggi, dan “Mahligai” yag berarti tahta atau istana. Jadi, Tari Nitih Mahligai memiliki makna sebuah tarian yang dilakukan secara khusyu untuk mencapai tujuan, yaitu memperoleh tahta dan istana.

Jika ingin menyaksikan tarian ini, dapat dijumpai pada saat diselenggarakannya acara resmi, perayaan hari besar, penyambutan tamu penting, pesta rakyat, kepariwisitaan, dan lain sebagainya.

Dikarenakan tujuan dari tarian ini adalah mencapai tujuan, maka sebelum pementasan para penari harus mempersiapkan mental untuk serangkaian ritual magis sebagai persembahan kepada nenek moyang mereka agar mendapatkan perlindungan dan pertunjukan tari dapat berjalan dengan lancar.

 

Di dalam pementasan Tari Nitih Mahligai mengandung serangkaian atraksi berbahaya dan menantang maut. Diantaranya adalah:

1. Niti Gunung Kaco

Asal Usul dan Makna Tari Nitih Mahligai 1

Menari di pecahan kaca – Sumber : galerifotoedwin.blogspot.com

Ini berarti menari di atas pecahan kaca.

2. Niti Gunung Telo

Asal Usul dan Makna Tari Nitih Mahligai 2

Kanan : Niti Gunung Telo – Sumber : Majalah Komite

Berjalan di atas mangkok-mangkok kecil dan batang pisang yang diatasnya diletakkan telur.

3. Niti Gunung Tajam

Menari di atas bambu-bambu runcing dan paku yang telah di tata.

4. Niti Gunung Pedam

Atraksi ini adalah menari di atas ujung pedang yang sangat runcing.

5. Niti Gunung Daun

Menari di atas daun kelor.

6. Niti Laut Api

Asal Usul dan Makna Tari Nitih Mahligai 3

Salah satu atraksi Tari Nitih Mahligai – Sumber : Suryapost

Terakhir, penari menari di dalam bara api yang sangat panas.

Para penari ketika melakukan serangkaian adegan berbahaya tersebut, telah dirasuki oleh roh-roh nenek moyang yang dipercaya oleh mereka mendatangkan kekuatan yang melebihi kekuatan manusia. Sehingga di percaya bahwa selama tarian adat ini berlangsung, para penari tidak sadarkan diri.

Menurut penuturan salah seorang penari, kunci dari pertunjukan tersebut adalah meditasi. Menjelang pertunjukan mereka bermeditasi dengan kaki bersila sampai seluruh tubuh kesemutan dan menggigil. Setelah meditasi selesai, mandi dengan perasan jeruk purut di sungai. Esoknya, bisa menari tanpa beban.

Hanya para perempuan yang setali darah, mulai dari remaja, dewasa, sampai paruh baya yang dapat menarikan Tarian Nitih Mahligai ini. Untuk jumlah penarinya sendiri tidak ditentukan berapa jumlahnya. Hal tersebut tergantung dari kesiapan penari sendiri. Namun, biasanya tarian ini dilakukan oleh 6 orang saja.

Kostum yang digunakan oleh para penari adalah pakaian adat Kabupaten Kerinci yang berwarna hitam, memiliki hiasan sulaman benang berwarna kuning pada dada. Untuk hiasan kepala menggunakan kuluk atau sungkun berwarna hitam yang yang dihiasi dengan manik-manik dan bunga. Para penari pun memakai bawahan kain yang di sebut dengan tahhap. Kain yang digunakan merupakan jenis kain songket dan berwarna merah. Semua kostum tersebut memiliki makna simbolis.

Alat musik yang digunakan untuk mengiringi Tari Nitih Mahligai adalah terdiri dari gong, seruling, dan rebana.

Baca juga : https://seringjalan.com/6-tari-adat-tradisional-kalimantan-selatan/

Leave a Reply