Daftar Wisata, Air Terjun, Alam, Budaya, Bukit, City Tour, Pantai, Pulau, Taman

7 Tempat wisata di Waingapu Kabupaten Sumba Timur

Tempat wisata di Waingapu

Tempat wisata di Waingapu - Sumber: Travel trubus

Tempat wisata di Waingapu – Satu dari empat kabupaten di Pulau Sumba adalah Sumba Timur dengan luas wilayah sekitar 7.000 km2 dan meliputi 60% dari keseluruhan wilayah di Pulau Sumba dengan Waingapu sebagai ibukotanya. Pulau dengan bahasa asli Bahasa Sumba Kambera ini memiliki keberagaman suku dengan suku sumba sebagai penduduk mayoritas.

Tanah di Kabupaten Sumba timur ini memiliki kandungan pasir, batu karang, dan juga kapur di dalamnya yang ternyata hal tersebut merupakan bukti bahwa daerah ini dahulu berada di bawah permukaan laut dan berubah menjadi daratan setelah melewati zaman es.

Sehingga tidak heran jika pengungjung menemukan berbagai jenis hewan laut misalnya tulang ikan, kerang, ataupun tanaman laut yang kini sudah menjadi fosil di bukit karang, bahkan rerumputan pun tumbuh di atas batu karang. Kabupaten ini tentunya memiliki potensi wisata yang mengagumkan dan berikut adalah 7 Tempat wisata di Waingapu Sumba timur yang harus kamu kunjungi :

1. Bukit Warinding
Bukit Warinding, Tempat wisata di Waingapu

Bukit Warinding, Tempat wisata di Waingapu – Sumber: Jelajah Nusae

Pemandangan yang ditawarkan oleh Bukit Warinding di Sumba Timur ini sungguhlah cantik. Kerap dijadikan lokasi berfoto untuk pre-wedding maupun koleksi pribadi, terutama saat menjelang waktu matahari terbenam.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke bukit ini adalah bulan Juni hingga Oktober ketika musim sedang kering dengan pemandangan rerumputan berwarna kecoklatan. Selain bukitnya, kamu dapat sesekali menjumpai anak-anak Sumba sedang bermain ataupun mengembalakan ternak-ternak mereka.

Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan langsung kecantikan alami Bukit Warinding maka dapat menempuh jarak 30 menit dari Kota Waingapu dengan rute perjalanan ke arah Sumba Barat dengan rute menanjak.  Bukit ini terletak tepat di tepi jalan raya akses utama Waingapu menuju Waikabubak di Sumba Tengah dan juga Tambolaka di Sumba Barat.

2. Pantai Walakiri
Pantai Walakiri, Tempat wisata di Waingapu yang indah

Pantai Walakiri, Tempat wisata di Waingapu yang indah – Sumber: IDN Times

Pantai dengan pasir berwarna putih dan air yang tenang ini memang sangat cantik dan tidak boleh terlewatkan oleh pengunjung Sumba Timur. Hanya berjarak 30 menit atau sekitar 23km dari pusat Kota Waingapu dengan akses yang mudah dengan rute perjalanan menuju Kecamatan Melolo, pengunjung sudah dapat menikmati suasana di sini.

Satu hal yang melengkapi pemandangan di Pantai Walakiri adalah pohon mangrove yang akan terlihat seperti badan meliuk seorang penari ketika air sedang surut. Menjelang waktu matahari terbenam, pemandangan menjadi sangat menakjubkan dan menenangkan hati siapapun yang memandang.

3. Air Terjun Waimarang
Aiier Terjun Waimarang

Aiier Terjun Waimarang , Tempat wisata di Waingapu – Sumber: IDN Times

Sesuai dengan namanya, Air Terjun Waimarang berada di Desa Waimarang. Berjarak kira-kira 2 jam dari Kota Waingapu. Ciri khas Air Terjun Waimarang ini adalah memiliki 3 tingkat dengan tingkat kesulitan yang makin meningkat dengan medan berupa dinding batu.

Seperti kebanyakan air terjun, pengunjung pun harus terlebih dahulu melewati perjalanan yang menegangkan melewati sabana. Pengunjung yang beruntung akan mendapatkan pemandangan kuda yang sedang merumput.

Perjalanan akan selesai saat pengunjung sudah menemui area luas yang diatur sebagai tempat untuk parkir dengan biaya Rp 5.000 untuk motor dan Rp 10.000 untuk mobil. Selanjutnya, pengunjung masih harus menempuh jalur trekking selama 1 jam untuk dapat menikmati air terjun alami ini.

4. Air Terjun Tanggedu
Air Terjun Tanggedu

Air Terjun Tanggedu, Tempat wisata di Waingapu – Sumber: Super Adventure

Air Terjun Tanggedu ini sudah dapat dinikmati pengunjung setelah menempuh jarak kira-kira 45km dari Kota Waingapu dengan kendaraan beroda dua maupun empat. Sebelum akhirnya tiba di tujuan, pengunjung akan melewati Mondu dan Kampung Adat Painatang.

Pengunjung dapat parkir di lokasi yang sudah disediakan oleh warga dan melanjutkan 2,5km perjalanan menuju air terjun berwarna biru toska yang airnya menyegarkan, cukup membayar Rp 5.000 untuk setiap pengunjung.

5. Pantai Watu Parunu
Wangaipu Watu Parunu

Sumber: Indonesia Kaya

Tempat wisata di Waingapu selanjutnya adalah Pantai Watu Parunu. Dalam bahasa setempat, watu berarti batu dan parunu artinya berjalan dengan cara menunduk. Jika digabungkan maka arti katanya menjadi batu merunduk, yang merujuk pada tindakan setiap pengunjung yang akan otomatis menundukan kepala ketika melewati batu berlubang yang menjadi ciri khas pantai ini.

Berjarak lumayan jauh dari Kota Waingapu yaitu sekitar 135km, pantai ini memiliki tebing batu putih cantik yang terbentuk meliuk-liuk secara alami. Sungguh bisa memanjakan pengunjung yang datang.

6. Taman Nasional Laiwangi Wanggameti
Wangaipu Taman Nasional Laiwangi Wanggameti

Sumber: Tribun Travel

Kira-kira 100meter dari Kota Waingapu, Sumba Timur memiliki taman nasional dengan luas sekitar 880km persegi. Di taman ini lengkap terdapat semua jenis hutan di Sumba termasuk di dalamnya hutan langka elfin. Terdapat flora dan fauna langka pada taman ini serta menyimpan budaya setempat. Seperti misalnya kuburan purba dengan ukiran seperti kuda, kerbau, pria, maupun wanita. Tidak hanya itu, terdapat pula makam kuno dan rumah tradisional Sumba.

Pemandangan di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti ini juga tidak kalah menakjubkan yaitu Desa Nangga, Desa Wanggameti, serta dataran tinggi Katikuwai dan Puncak Wanggameti. Secara keseluruhan dapat pengunjung nikmati pemandangan danau dan air terjun di Paingkareha, air terjun Waikanabu, serta pemandangan alami lainnya.

7. Pantai Salura
Wangaipu Pantai Salura

Pantai Salura adalah Tempat wisata di Waingapu – Sumber: Travel trubus

Pantai Salura adalah Tempat wisata di Waingapu yang juga harus kalian kunjungi. Pantai ini Berjarak sekitar 100km dari Kota Waingapu atau 6 jam perjalanan darat hingga tiba di pelabuhan Desa Katundu. Pasir putih alami menjadi penyambut para pengunjung.

Sekitar 300meter dari bibir pantai sudah dapat terdengar suara ternak warga, menandakan kehidupan masyarakat setempat sudah bisa dijumpai, pengunjung pun dapat secara langsung menikmati pemandangan aktivitas harian warga setempat.

**

Baca juga:

 

Leave a Reply