Kuliner

6 Kuliner dan Makanan Khas Dolok Sanggul Humbang Hasundutan

Naniura Makanan Khas Dolok Sanggul

Naniura Makanan Khas Dolok Sanggul - Foto: WordPress.com

Makanan Khas Dolok Sanggul – Dolok Sanggul merupakan Ibukota dari Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Indonesia. Humbang Hasundutan, merupakan daerah pemekaran yang masih baru, namun menyimpan sejumlah potensi kuliner yang spektakuler. Seperti daerah lainnya, Dolok Sanggul juga mempunyai kuliner dan makanan khas.

6 Kuliner dan Makanan Khas Dolok Sanggul Humbang Hasundutan

1. Kopi Arabika Dolok Sanggul

Humbang Hasundutan

Humbang Hasundutan – Foto: Tokopedia

Dari namanya saja sudah jelas, kopi ini berasal dari Kecamatan Dolok Sanggul, Ibukota Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara. Selama dua tahun terakhir kopi menjadi komoditas yang sangat menjanjikan bagi petani seiring meningkatnya permintaan pasar terhadap kopi asal daerah ini.

Kopi yang dihasilkan petani daerah dinilai memiliki kualitas ekspor sehingga permintaan dari beberapa negara seperti Amerika Serikat, Jerman dan Korea Selatan semakin tinggi.

Karakter khas kopi arabika Dolok Sanggul adalah biji berwarna hijau kebiru-biruan (greenbean) dengan ukuran mungil, sedangkan aromanya khas dan menyengat. Saat diseduh, aromanya kuat. Terdapat semacam rasa gula merah atau coklat dan rasa asam buah yang memikat.

Pahitnya segar dan lekat di langit-langit mulut. Karena karakter yang khas dan kuat membuat semua metode penyajian cocok. Jika digunakan sebagai bahan dasar untuk kopi blended (campuran) pun, kopi Dolok Sanggul juga pas.

2. Rendang Daging Kuda, Makanan Khas Dolok Sanggul

Rendang Daging Kuda Makanan Khas Dolok Sanggul

Rendang Daging Kuda,Makanan Khas Dolok Sanggul – Foto: YouTube

Makanan Khas Dolok Sanggul lainnya adalah Rendang Daging Kuda. Proses memasak rendang daging kuda terbilang cukup lama. Hal ini dilakukan karena selain untuk mempertahankan cita rasa, juga agar daging lebih empuk dan enak untuk disantap. Untuk bisa menikmati daging kuda, cukup merogoh kocek Rp. 35.000,00 untuk satu porsinya.

Penikmat kuliner ini juga sudah disuguhi dengan sup daging kuda.  Sebagai informasi, daging kuda ini sudah lulus dan layak dikonsumsi umat Muslim. Semua daging kuda yang akan dijual di pasar terlebih dahulu dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH).

Baca Juga ya : 

3. Aneka Keripik Rasa Andaliman

Keripik Rasa Andaliman

Keripik Rasa Andaliman – foto kompasiana.com

Kota Dolok Sanggul juga menyediakan kuliner khas berupa aneka keripik meliputi keripik pisang, keripik akar kelapa, roti bawang andaliman, dan kacang tojin andaliman. Anda bisa mendapatkan aneka keripik ini di beberapa toko, mini market dan tempat keramaian di sekitar loket angkutan Dolok Sanggul dan lokasi objek wisata Sipincur.

4. Naniura, Makanan Khas Dolok Sanggul yang Lezat

Naniura Makanan Khas Dolok Sanggul

Naniura, Makanan Khas Dolok Sanggul – Foto: WordPress.com

Naniura adalah jenis makanan hasil olahan ikan. biasanya ikan yang digunakan yaitu ikan mujahir atau ikan mas. Proses pengolahannya diawali dengan mengiris tipis-tipis daging ikan selanjutnya dicuci sampai bersih. Tiriskan sampai air benar-benar kering, masukan air perasan utte jungga atau jeruk Batak.

Setelah itu siram daging ikan dengan bumbu kuning. Adapun komposisi bumbu kuning terbuat dari bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, kencur, jahe, kunyit, dan tentu saja andaliman. Bumbu-bumbu tersebut sebelumnya sudah disangrai kemudian dihaluskan memakai ulekan.

Setelah ikan disiram diamkan selama empat jam, dan sekarang naniura siap disantap. Naniura dihidangkan pada piring besar dengan penataan yang cantik. Bumbu kuning yang disiramkan pada ikan sangat banyak bahkan sampai menggenang memenuhi piring. Hal ini membuat ikannya nyaris tak terlihat.

Daging ikannya empuk. Rasa pedas, manis, dan gurih dari ikan segar masih sedikit terasa. Sekali pemesanan naniura dihargai Rp. 195.000,00. Namun dengan hara tersebut porsinya bisa buat rame-rame. Kelezatan Naniura membuatnya menjadi salah satu Kuliner dan Makanan Khas Dolok Sanggul Humbang Hasundutan yang tak boleh kalian lewatkan.

5. Sambal Andaliman

Sambal Andaliman Makanan Khas Dolok Sanggul

Sambal Andaliman, kuliner dan Makanan Khas Dolok Sanggul – Foto: WordPress.com

Sambal andaliman diproduksi oleh warga asli Dolok Sanggul bernama Charly Silaban. Sambal khas Dolok Sanggul ini rasanya pedas dan sangat cocok untuk melengkapi segala macam masakan.

Sebut saja ikan mujahir, ikan mas bakar, atau cumi goreng bahkan chicken cordon blue semakin terasa mantap bila dipadukan dengan sambal andaliman. Bila penasaran dengan rasa nikmat yang ditawarkan, sambal andaliman bisa didapatkan dengan memesan secara online di media sosial.

Misalnya: instagram, facebook, twitter maupun e-commerce: tokopedia, bukalapak, shopee.co.id, lazada, elevenia, mataharimall, blibli, maupun blanja. Atau bisa juga didapatkan di  toko-toko souvenir di kawasan Danau Toba.

Namun bila masih penasaran, jangan ragu juga untuk berkunjung ke Dolok Sanggul untuk melihat langsung proses pembuatan sambal andaliman.

6. Ayam Napinadar

Ayam Napinadar Makanan Khas Dolok Sanggul

Ayam Napinadar, Makanan Khas Dolok Sanggul – Foto: resep masakan tradisional indonesia

Kuliner dan Makanan Khas Dolok Sanggul Humbang Hasundutan lainnya adalah Ayam napinadar. Ayam ini mempunyai ciri khas rasa pedas yang nyelekit di lidah karena penggunaan andaliman. Satu lagi ciri khas napinadar yaitu menggunakan darah ayam sebagai campuran dari protein. Maka dari itu, wisatawan muslim tidak dapat menikmati makanan yang satu ini.

Kabar bahagianya adalah kini napinadar dapat diolah tanpa campuran darah sehingga dapat dinikmati semua penganut agama, utamanya Islam. Untuk mengolah napinadar, ayam dimasak dengan cara dibakar.

Setelah ayam matang dituangkan saus dari bumbu yang dihaluskan dan dimasak.  Rempah dan bumbu melumuri seluruh potongan ayam yang disajikan. Rasa pedas hadir bersama rasa gurih dan asin yang berasal dari bumbu serta rempah lainnya.

Ayam napinadar dijual dengan harga Rp. 195.000,00 per porsi dan bisa dijumpai di hotel dikawasan Toba, restoran, atau di warung. Biasanya ayam napidnar yang dihidangkan restoran atau hotel tidak menggunakan darah ayam.

Namun jika di warung-warung kebanyakan masih menggunakan darah.   Meski begitu tidak ada salahnya pengunjung memberi catatan agar napinadar tidak diolah menggunakan campuran darah.

Leave a Reply