Pengetahuan, Alam, Budaya, Daftar Wisata

Inilah 5 Pakaian Adat Tradisonal Maluku

Pakaian Adat Tradisonal Maluku

Pakaian Adat Tradisonal Maluku - Sumber: Idntimes

Pakaian Adat Tradisonal Maluku – Setiap penjuru daerah di Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya masing-masing, tidak terkecuali Maluku. Salah satu provinsi di bagian timur Indonesia dengan ibukota Ambon ini menyimpan kekayaan alam dibalik 1.400 pulau kecilnya yang tersebar di sekitarnya.

Selain kekayaan alamnya, budaya di Maluku pun merupakan potensi wisata dan kekayaan daerah yang harus dijaga dan dilestarikan. Masyarakat setempat yang menjunjung tinggi budaya, menjadikan budaya Maluku terasa hidup dan dapat dirasakan dan dilihat oleh setiap pengunjung, mewakili kearifan lokal masyarakat setempat.

Saalah satunya adalah baju adat khas Maluku. Sederhana, namun elegan dengan warna variasi mayoritas putih, hitam, dan merah dengan aksesoris yang cantik mempesona. Berikut 5 pakaian adat tradisional Maluku.

1. Pakaian Kebesaran Raja Maluku

Baju Kerajaan Maluku

Pakaian Raja Maluku, Pakaian Adat Tradisonal Maluku – Sumber: Hipwee

Pakaian Adat Tradisonal Maluku ini merupakan pakaian yang khusus digunakan oleh kaum bangsawan atau raja. Biasanya dikenakan untuk acara kerjaan atau yang sifatnya menunjukan keagungan dan kegagahan sang raja misalnya seperti saat raja kedatangan tamu.

Detail dari pakaian ini adalah jubah panjang yang menjulur hingga ke kaki. Dilengkapi dengan ikat pinggang berwarna merah dan kain syal yang diikatkan di pundak dengan ikatan yang diletakan di depan dada. Pakaian kebesaran Raja Maluku ini disertai pula dengan tongkat kehormatan dan mahkota raja berupa penutup kepala.

2. Baju Cele atau Kain Salele Maluku

Baju Cele atau Kain Salele Maluku

Baju Cele atau Kain Salele Maluku – Sumber: Guratgarut

Baju adat Maluku atau Pakaian Adat Tradisonal Maluku bernama cele ini merupakan yang paling populer diantara yang lain. Bukan tanpa alasan tentunya, memang baju ini yang paling sering digunakan oleh kalangan masyarakat saat ada acara-acara kesukuan seperti misalnya Panas Pela, Cuci Negeri, dan juga upacara pelantikan raja.

Baju Cele ini juga merupakan pakaian yang digunakan oleh kedua mempelai pada saat acara pernikahan. Baju Cele terbuat dari bahan yang nyaman dipakai walaupun dengan memiliki kain yang tebal. Bagian depan baju adat Maluku yang satu ini dihias dengan motif emas atau perak dengan detail corak bergaris yang terlihat membentuk kotak-kotak kecil.

Ciri khas lainnya yaitu adalah penggunaan kain dengan warna yang terang atau cerah. Bagi kaum pria, satu set pakaian adat Maluku Cele ini adalah celana kain dengan warna hitam atau putih dan kemeja putih dengan kerah melingkar, sepatu pantofel, jas berwarna merah dan juga lengkap dengan sabuk yang terbuat dari bahan dasar kain salele.

Bagi kaum wanita, baju cele ini terdiri dari kain sarung, kebaya berwarna putih, sepatu selop, sanggul atau konde rambut, serta hiasan kepala untuk mempercantik penampilan. Pelengkap baju adat cele bagi kaum wanita yaitu dengan kain lenso yang akan dikalungkan ke leher hingga menjuntai ke bagian dada dan membentuk huruf V.

Ada beberapa bagian hiasan kepala yang digunakan pada baju cele wanita yaitu terdiri dari kak kuping yang berjumlah 4 tusuk, serta bunga ron yang dibentuk melingkar di atas konde serta tak lupa terdapat sisir konde pada bagian tengah agar sanggul terjaga kerapihannya.

Baca Juga ya

3. Baju Nona Rok Maluku

Baju Nona Rok Maluku Pakaian Adat Tradisonal Maluku

Baju Nona Rok Maluku, Pakaian Adat Tradisonal Maluku – foto tahuribabunyi.com

Suku asli Maluku terkenal gemar mengadakan pesta rakyat dan gemar berdansa. Baju adat Maluku atau Pakaian Adat Tradisonal Maluku yang satu ini disebut baju nona rok dan kerap digunakan oleh kaum wanita ketika berdansa pada pesta rakyat maupun acara kesukuan lainnya.

Bentuknya sekilas mirip dengan baju cele namun tanpa kain lenso dan juga hiasan kepala, sehingga satu set baju nona rok ini terdiri dari kebaya putih khas Maluku serta kain sarung merah atau hitam dengan corak keemasan pada bagian bawah.

4. Kebaya Hitam Gereja Maluku
Pakaian Adat Tradisonal Maluku

Pakaian Adat Tradisonal Maluku – Sumber: Idntimes

Dengan masyarakat setempat yang mayoritas beragama Nasrani, baju kebaya hitam gereja ini merupakan baju yang kerap digunakan untuk beribadah. Elegan dalam kesederhanaan, baju kebaya hitam polos biasanya dipadupadankan dengan sedikit saja aksesoris dengan nuansa warna emas.

Bagi pria, satu set Pakaian Adat Tradisonal Maluku ini terdiri dari setelan celana bahan dan juga jas berwarna hitam dengan kemeja panjang sebagai dalamannya. Rapi dan juga sakral menjadi kesan ketika memakai setelan adat Maluku ini.

5. Kebaya dan Kemeja Putih Lengan Panjang Maluku

Kebaya dan Kemeja Putih Lengan Panjang Maluku

Kebaya dan Kemeja Putih Lengan Panjang Maluku – foto artisanalbistro.com

Pakaian Adat Tradisonal Maluku selanjutnya adalah Kebaya dan Kemeja Putih Tangan Panjang khas Maluku. Biasanya Para perempuan Maluku kerap menggunakan kebaya berwarna putih dalam berbagai acara kesukuan maupun keagamaan. Pada generasi-generasi sebelumnya, kebaya putih jenis ini hanya digunakan oleh kalangan bangsawan, keluarga kerjaan, dan kerap pula digunakan oleh kaum pendeta.

Kebaya ini kerap dibuat dari bahan brukat berwarna putih polos dengan detail kancing bagian depan dan tangan. Untuk bagian dalam biasanya menggunakan kaus berwarna putih dengan Panjang hingga bagian siku. Kebaya putih ini biasanya dikombinasikan lagi dengan sanggul dan juga kain tenun berwarna merah dengan berbagai corak etnis cantik khas daerah Maluku.

Bagi kaum pria, ada sedikit perbedaan antara kemeja khas daerah Maluku dengan kemeja pada umumnya yaitu pada bagian bentuk kerah yang melingkar dan juga kancing hitam kecil pada bagian depan. Kemeja putih ini biasanya dijadikan dalaman untuk kemudian menggunakan kebaya lelaki khas Maluku sebagai luarannya.

Leave a Reply