7 Baju Adat NTT, Nusa Tenggara Timur - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya

7 Baju Adat NTT, Nusa Tenggara Timur

Baju Adat NTT

Baju Adat NTT, Foto: infobudaya.net

Baju Adat NTT – Nusa Tenggara Timur atau lebih sering disebut sebagai NTT adalah salah satu provinsi yang cukup terkenal dengan destinasi wisatanya alamnya. Menjadi bagian dari Kepulauan Sunda kecil, tidak heran kalau provinsi yang satu ini terdiri dari banyak pulau.

Pulau-pulau tersebut punya daya tarik yang dimanfaatkan oleh pemerintah untuk dijadikan destinasi wisata. Contohnya saja Pulau Komodo, Pulau Flores, dan Pulau Alor.

peta provinsi ntt

peta provinsi ntt

Namun, bukan hanya destinasi wisatanya saja yang khas, NTT juga memiliki banyak nilai-nilai kebudayaan yang mencerminkan keistimewaan dari NTT itu sendiri.

Mulai dari rumah adat, kesenian tradisional, hingga baju adatnya. Aneka ragam jenis kebudayaan itu, sebenarnya tidak terlepas dari banyaknya keragaman suku yang ada di NTT.

Ada banyak suku yang mendiami provinsi NTT seperti suku Sabu, suku Rote, suku Helong, suku Dawan, suku Sumba, suku Lio, suku Manggarai dan suku-suku lainnya.

Maing-masing suku tersebut pastinya memiliki kebudayaan yang menjadi ciri khas mereka, salah satunya adalah baju adat.

Nah, agar kalian lebih mengenal salah satu bagian dari kebudayaan di NTT, di bawah ini akan dijelaskan 5 baju adat NTT yang menjadi simbol khas setiap suku.

1. Baju Adat Suku Rote

Baju Adat Suku Rote, Baju Adat NTT - Foto: wadaya.rey1024.com

Baju Adat Suku Rote, Baju Adat NTT – Foto: wadaya.rey1024.com

Baju adat yang menjadi ciri khas paling utama dari NTT adalah baju adat dari suku Rote. Menjadi baju adat tingkat Nasional untuk provinsi NTT, baju ini ternyata memiliki ciri khas, nilai-nilai filosofis, sejarah serta keunikan bentuk tersendiri.

Untuk baju adat wanita suku Rote, bentuknya berupa setelan kebaya dan bawahan yang dibuat dari tenunan tangan. Sementara itu, bagian baju adat untuk laki-laki berupa kemeja putih dengan paduan bawahan dari sarung tenun warna gelap.

Ada satu hal yang menjadi ciri khas paling penting dari baju adat suku Rote yaitu topi yang dipakai oleh para laki-laki. Topi ini dijuluki dengan Ti’i Langga. Bentuk dari topi ini sering dikatakan mirip dengan topi orang meksiko.

Baju Adat NTT ini dibuat dari daun lontar yang kering, topi ini menjadi simbol wibawa bagi laki-laki yang memakainya, dan ada selendang tenun juga yang disampirkan di bahu para laki-laki sebagai aksen pemanis.

3.  Baju adat Suku Abui Pulau Alor

baju adat suku alor desa takpala

baju adat suku alor desa takpala – foto kataomed.com

Baju adat Nusa Tenggara Timur selanjutnya adalah datang dari suku Abui yang berada di pulau Alor. Keberadaan Suku Abui dengan budayanya dijaga kelestariannya oleh Pemerintah Kabupaten Alor. salah satu desa yang masih bisa menjumpai suku abu adalah di desa takpala.

Desa Takpala merupakan sebuah kampung tradisional di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Lokasi kampung yang berada di atas bukit ini dihuni sekitar 13 kepala keluarga Suku Abui.

Salah satu keunikan Suku Abui adalah pakaian tradisional yang ditenun dengan alat tradisional menggunakan tangan. Pakaian itu mereka gunakan untuk menyambut wisatawan yang datang ke kampung mereka, sambil menari lego-lego.

Untuk busana biasanya penari menggunakan kain sarung dan kain tenun khas Alor. Untuk para penari pria, mereka menggunakan penutup kepala yang dibentuk dari kain, dan rambut penari wanita dibiarkan terurai.

Selain itu, para penari dilengkapi dengan gelang kaki yang menghasilkan bunyi mengikuti langkah kaki para penarinya.

3. Baju Adat Suku Helong

pakaian adat suku helong

pakaian adat suku helong saat acara adat di pulau semau – sumber foto bg win

Baju Adat NTT lainnya yang biasa digunakan adalah Baju adat Suku Helong. Sama seperti baju adat suku Rote, baju adat suku Helong  juga dibagi dua, yaitu untuk laki-laki dan perempuan.

Baju adat wanita suku Helong berbentuk kebaya atau kadang hanya berupa kemben. Lalu, ada sarung yang diikat dengan pending atau ikat pinggang emas.

Untuk perhiasan kepalanya berbentuk bula molik atau bulan sabit, pada telinga dikenakan giwang dengan nama karabu, dan pada leher juga dikenakan perhiasan berbentuk bulan.

Leave a Reply