Budaya, Pengetahuan

6 Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tenggara

6 Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tenggara 1

Pakaian Adat Sulawesi Tenggara–  Sulawesi Tenggara merupakan salah satau provinsi di Indonesia yang terkenal dengan hasil pertambangannya, yakni nikel dan emas.  Sulawesi Tenggara yang memiliki kekayaan alam sangat berlimpah ini memiliki jumlah penduduk 2.704. 737, dan luas wilayah 34.180 km2.

Selain memiliki kekayaan alam yang berlimpah, ternyata Sulawesi Tenggara juga memiliki kebudayaan yang sangat beragam, mulai dari tariannya, rumah adat,  bahkan pakaian adatnya.

Kali ini kami akan membahas pakaian adat yang ada di Sulawesi Tenggara yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakatnya dan masih digunakan oleh masyarakatnya saat acara acara tertentu.

1.     Baju Kombo

6 Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tenggara 2

Baju Kombo     Foto: meylinas.blogspot.com

Baju Kombo merupakan baju tradisional untuk wanita suku Buton Sulawesi Tenggara, dan bahan dari baju ini  adalah kain satin warna putih yang dihiasi dengan manik manik, kemudian benang emas, lalu ragam hiasan dengan warna emas.  Selain itu, Baju Kombo juga biasa di padu dengan sarung Bia Ogena (sarung besar).

Makna dari baju Kombo adalah warna putih dalam baju Kombo melambangkan kesucian dan kepolosan wanita suku Buton, serta harapan harapan untuk kesejahteraan, kesuburan dan juga kebaikan.

2.      Baju Koboroko 

6 Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tenggara 3

Baju Koboroko   Foto: fitinline.com

Baju Koboroko merupakan pakaian tradisional dari Sulawesi Tenggara dan sering digunakan oleh wanita suku Buton saat acara acara tertentu. Pakaian ini berwarna cerah dan berbentuk panco, serta tidak memiliki kerah .

Baju Koboroko ini  biasa di padukan dengan sarung dan sarung ini melambangkan kasta wanita suku Buton.  Sarung dengan satu lapis melambangkan rakyat biasa, sedangkan sarung dengan tiga lapis adalah dari kalangan bangsawan.

3.     Baju Ajo Tandaki

6 Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tenggara 4

Baju Ajo Tandaki   Foto: fitline.com

Baju Ajo Tandaki merupakan baju dari suku Buton, dan biasanya digunakan untuk pria saat sunat atau saat pria akan menikah, dan Baju Ajo Tandaki yang mirip dengan ihram haji ini memiliki corak warna hitam yang kemudian dililitkan ke sekujur tubuh pemakainya.

Selain itu, Baju Ajo Tandaki di padukan dengan Tandaki (semacam mahkota) yang dibentuk dengan berbagai macam hiasan, kemudian ikat pinggang dengan kalimat tauhid, serta sebilah keris.

4.     Pakaian Balah Dada

6 Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tenggara 5

Baju Balah Dada    Foto: autoboots- engineer.blogspot.com

Baju Balah Dada merupakan pakaian dari suku Buton yang digunakan oleh para pria, baik bangsawan maupun bukan bangsawan.  Warna dasar hitam dari baju Balah Dada merupakan lambang keterbukaan para pejabat terhadap kesejahteraan dan kebenaran hukum yang diputuskan secara musyawarah dan mufakat.

Selain itu, Baju Balah Dada juga di padukan dengan sarung, celana, destar, ikat pinggang, dan juga bio ogena (sarung besar).  Untuk hiasannya, biasanya ditambah dengan pasamani, dan pasamani ini ditaruh diseluruh pinggangnya

5.     Baju Babu Nggawi dan Baju Babu Nggawi Langgai

6 Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tenggara 6

Baju Babu Nggawi dan Baju Babu Nggawi Langgai  Foto: perpustakaan.id

Baju Babu Nggawi dan Baju Babu Nggawi Langgai merupakan pakaian adat untuk suku Tolaki Sulawesi Tenggara dan biasa digunakan saat pernikahan. Untuk perempuan disebut dengan Babu Nggawi, sedangkan untuk pria disebut dengan Babu Nggawi Langgai.

Baju Babu Nggawi untuk perempuan biasanya di padu dengan ro mendaa atau rok yang senada dengan bajunya, kemudian tidak ketinggalan perhiasan  yang membuat pengantin perempuan tambah modis .

Selain itu, Baju Babu Nggawi Langgai  untuk pria  biasanya di padu dengan  pabele (penutup kepala), salupi (ikat pinggang dari logam) , dan juga sapu ndobo (sapu tangan berwarna cerah)

6.     Baju Adat suku Muna

6 Pakaian Adat Daerah Sulawesi Tenggara 7

Baju Adat Suku Muna  Foto: mantabz.com

Suku Muna adalah suku yang ada di Sulawesi Tenggara, dan suku ini memiliki pakaian adat yang sering digunakan saat acara tertentu dan juga saat pernikahan. Untuk pria, pakaiannya terdiri dari ngginamasani (baju yang diberi hiasan),  lalu saluro mendoa (celana), sul epe (ikat pinggang dari logan) dan pebele (destar).

Untuk perempuan, pakaiannnya terdiri dari babu ngginamasani, kemudian sawu (sarung), sulepe, tusuk konde dan hiasan sanggul, andi andi (anting anting), eno eno (kalung), dan juga bolosu (gelang tangan).

BACA JUGA    6 Tari Adat Tradisional Dari Sulawesi Tenggara

Itu dia pakaian adat yang ada di Sulawesi Tenggara yang sampai saat ini masih dilestarikan oleh masyarakatnya. Sulawesi Tenggara adalah salah satu provinsi yang terdiri dari banyak suku, sehingga memiliki kebudayaan yang beragam, termasuk pakaian adatnya.

Leave a Reply