Bukit

Rute Dan Harga Tiket Bukit Puser Angin, Raja Ampatnya Kudus

Bukit Puser Angin

Bukit Puser Angin - foto ig @patiexplorers

Bukit Puser Angin – Karena lagi hits banget sepedaan, yuk bahas spot menarik untuk bersepeda yuk! Spot bersepada yang lagi hits ini berada di Kudus, Jawa Tengah.

Untuk yang tinggal di Kudus atau lagi ada di Kudus, ada spot wisata bernama Bukit Puser Angin yang bisa kalian nikmati. Bukit ini memberikan pemandangan indah layaknya di Raja Ampat. Penasaran? Yuk dibahas!

Bukit Puser Angin

Bukit Puser Angin – foto ig @yogantaraoga

Bukit Puser Angin menyajikan barisan perbukitan Pati Ayam yang berpadu dengan bendungan logung. Bukit Puser Angin menampilkan pemandangan layaknya gugusan pulau-pulau Raja Ampat di Papua.

Awal mula munculnya tempat wisata ini dari postingan seorang pesepeda yang berfoto di Bukit Puser Angin. Foto dengan gugusan bukit dan menunjukkan danau dengan pulau di tengahnya menarik perhatian karena keindahannya.

Postingan tersebut membuat spot ini pun jadi hits dan banyak dikunjungi para pesepeda dan warga sekitarnya. Awal mula nama Bukit Puser Angin pun berasal dari para pesepeda.

Para pesepeda kerap menemui pusaran angin di lokasi ini sehingga disebut Bukit Puser Angin.

Bukit Puser Angin kudus

Bukit Puser Angin kudus – foto ig @yogantaraoga

Objek wisata Bukit Puser Angin terletak di sebelah timur bendungan Logung, tepatnya di desa Kaling, kecamatan Jekulo, kabupaten Kudus, provinsi Jawa Tengah.

Untuk mengakses lokasi ini dengan menempuh sekitar tiga puluh menit perjalanan dari titik nol simpang tujuh Kudus.

Dari simpang tujuh Kudus, kalian harus mengambil arah timur menuju jalan Jendral Sudirman hingga tembus ke jalan Pantura. di RS Nurussyfa belok ke utara menuju jalan Ugrowolo. Jalan tersebut masih mudah ditempuh.

Tiga kilo meter dari objek wisata Bukit Puser Angin kalian akan menghadapi medan yang cukup berat. Jalan menuju bukit masih berupa tanah dengan cadas dan bebatuan.

Jalan juga menanjak cukup curam dan berkelok-kelok sehingga membuat perjalanan terasa panjang. Meski begitu, area ini sudah cukup tertata.

Bukit Puser Angin

Bukit Puser Angin – foto ig @van.chariel08

Jalan sudah bersih dan tidak berilalang sehingga kalian bisa hiking atau menggunkan sepeda dan sepeda motor untuk mencapai lokasi.

Di Bukit Puser Angin juga disediakan parkitan yang luas untuk memarkir kendaraan roda dua yang dibawa pengunjung. Untuk pengguna motor tentunya diperlukan kewaspadaan dan kehati-hatian ekstra agar aman sampai tujuan.

Bukit Puser Angin menawarkan pemandangan eksotis melalui gugusan bukit serta ladang milik masyarkat yang hijau dengan background gunung Muria.

Pemandangan ini dibuat makin komplit dengan hamparan waduk logung yang membiru tampak seperti laut. Kalian juga dapat menikmati udara segar di pagi hari serta indahnya golden hour menjelang matahari terbenam.

Pemandangan dari Bukit Puser angin saat golden hour menyajikan waduk yang keemasan sebagai pantulan dari langit yang merah keemasan. Psst… sunset di bukit ini dijamin bikin kalian terpesona dengan keindahannya.

Oleh karena itu bakal rugi banget kalau kalian nggak bawa kamera dan mengabadikan foto kalian di tempat ini. Kawula muda di daerah sekitan hobby banget ke Bukit Puser Angin unuk berfoto bersama, menikmati pemandangan senja dan angin segar di pagi hari.

Bukit Puser Angin

Bukit Puser Angin – foto ig @patiexplorers

Selain fasilitas di atas, kalian juga bisa jajan-jajan di disini karena ada penjaja makanan untuk mengisi kembali energy kalian yang sudah terkuras selama perjalanan melalui medan yang cukup berat.

pengunjung bisa bersantai sambil jajan untuk mengobati rasa lapar dan dahaga setelah menempuh perjalan yang cukup berat. Kalian juga bisa juga piknik bersama kawan maupun keluarga disini.

Recommended deh. Tapi jangan lupa untuk menjaga kebersihan lokasi ini agar tetap terjaga keindahannya.

Bicara tentang protocol kesehatan, di Bukit Puser Angin ini memang tidak diawasi dengan ketat. Pengunjung masi banyak berdatangan di tengah pandemi ini.

Di sekitar lokasi wisata terdapat palang peringatan yang mengingatkan pengunjung untuk memakai masker, masih ada pengunjung yang tidak mengindahkan anjuran tersebut dan tidak menjaga jarak satu sama lain.

Disana juga tidak terdapat keran cuci tangan dan petugas yang khusus untuk mengawasi protocol kesehatan guna pencegahan covid-19.

Oleh karena itu, kalau kita mengunjungi objek wisata ini kita harus dapat menerapkan protocol kesehatan yang telah dianjurkan untuk menjaga kesehatan diri kita sendiri. Happy travelling!

 

Leave a Reply