Mengenal Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

City Tour, Budaya, Daftar Wisata, Kuliner, Tari Adat

Mengenal Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Di pulau Kalimantan terdapat sebuah kota yang terletak di bawah kaki pegunungan Meratus yaitu kota Barabai. Barabai adalah sebuah kecamatan sekaligus kota ini menjadi ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah.Kota Barabai persisnya terletak di Provinsi Kalimantan Tengah di tepi sungai Barabai. Kota ini berjarak sekitar 165 km dari kota Banjarmasin. Memiliki 12 desa dan 6 kelurahan, dan berpenduduk sekitar 964 jiwa /km².

Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Kota ini memiliki penanda berupa Tugu Burung Anggang. Filosofi tugu ini  adalah burung yang selalu bangun di pagi hari untuk membangunkan masyarakat. Menggambarkan bahwa penduduk di Barabai adalah penduduk yang senang bekerja keras dan rajin.

Setiap kota pasti memiliki ciri khasnya masing-masing. Kira-kira apa saja sih ciri khas kota Barabai yang unik? Mari kita telusuri.

Budaya Aruh Adat Ciri Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Mengenal Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah 1

Aruh Adat Budaya Suku Dayak Meratus Kabupaten Hulu Sungai Tengah – Foto: beritasatu.com

Aruh adat adalah salah satu upacara atau ritual yang diadakan oleh masayarakat Dayak di Pegunungan Meratus Kabupaten Hulu Sunagi Tengah.

Ritual ini diadakan sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang mereka dapatkan. Ritual ini diadakan sejak masa penanaman padi, menanam sampai memanen padi. Biasanya saat proses penanaman padi, ritual ini diadakan oleh keluarga.

Baca Juga ya :

Aruh adat dengan skala besar diadakan pasca panen dan mengundang Sub Suku Dayak Meratus lainnya dari seluruh penjuru Kalimantan Selatan. Ritual ini dapat berlangsung satu hari, tiga hari, seminggu, bahkan ada yang sampai setahun.

Upacara ini dipimpin oleh Balian atau pemuka agama Dayak Meratus sambil membacakan mantra-mantra kepada para dewa atas hasil panen yang mereka dapatkan.

Pada upacara ini para undangan disajikan hasil panen dan ternak seperti ayam, ikan, babi, sapi, dan kerbau.

Tradisi Handil Maulud di Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Mengenal Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah 2

Handil Maulid Tradisi Masyarakat Marabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah – Foto: Kompasiana.com

Indonesia yang berpenduduk mayoritas memeluk agama Islam sudah tidak asing lagi dengan tradisi Maulid Nabi menyambut kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Begitu juga masyarakat Barabai.

Tetapi ada keunikan tersendiri yang dilakukan oleh warga Barabai dan masyarakat muslim di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dalam mengadakan Maulid Nabi.

Masyarakat Barabai menamakan tradisi itu sebagai Handil Maulid. Tradisi ini diadakan dengan menjamu rombongan dari musholla atau pengajian ke rumah penduduk dan sampai di rumah penduduk mereka dijamu oleh tuan rumah.

Tata caranya adalah sebelumnya rombongan ini ditempatkan di musholla kampung  dimana tuan rumah yang akan mengadakan maulid menetap. Lalu kemudian rombongan dijemput oleh si empunya rumah yang akan menyelenggarakan Handil Maulid.

Sesampainya rombongan ke lokasi tuan rumah, anggota rombongan disajikan teh manis dan kue lalu dilanjutkan dengan melantunkan syair-syair Maulid. Setelah selesai melantunkan syair anggota rombongan lalu menikmati hidangan yang disajikan oleh tuan rumah.

Setelah selesai biasanya para anggota rombongan ini membawa pulang bingkisan atau oleh-oleh makanan dari tuan rumah yang disebut sebagai “Mambarakat”.

Bausung Pangantin, Tradisi Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Mengenal Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah 3

Bausung Pangantin / Bausung Ginggang – Foto: youtube.com

Bausung Pangantin atau masyarakat setempat menyebutnya dengan “Bausung Ginggang” adalah tradisi unik yang diadakan di setiap prosesi pernikahan yang dilakukan oleh masyarakat Hulu Sungai Tengah.

Bausung Pangantin ini adalah tradisi dimana saat prosesi pernikahan maka kedua pengantin pria dan wanita diusung atau digendong oleh penari. Pengantin biasanya menggunakan baju khas Banjar.

Saat mereka diusung atau digendong ini biasanya sambil diiringi tabuhan gamelan khas Banjar. Kedua pengantin lalu diarak sampai ke pelaminan.

Tradisi ini dilakukan dalam rangka “tolak bala” agar kehidupan kedua mempelai selalu harmonis dan tidak ada rintangan atau godaan dalam mengarungi biduk rumah tangga.

Terkadang saat dilakukan tradisi ini ada beberapa orang yang kesurupan. Orang yang kesurupan ini biasanya memiliki garis keturunan dari salah satu mempelai.

Kue Lam, Kuliner Khas Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah

Mengenal Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah 4

Kue Lam Makanan Khas Barabai – Foto: www.goodnewsfromindonesia.id

Leave a Reply