Budaya, Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Campak Dari Bangka Belitung

Tari Campak

Tari Campak,Bangka Belitung-sumber:Bangkabelitung.travel.com

Tari Campak – Bangka Belitung merupakan sebuah kawasan yang masyarakatnya didominasi oleh suku melayu asli. Tak heran jika kehidupan di daera inipun selalu kental dengan adat istiadat orang melayu termasuk juga tarianya. Salah satu tarian adat dari daerah Melayu adalah Tari Adat Campak yang secara makna memiliki nilai filofofi tinggi.

Makna dan Sejarah Tari Campak Dari Bangka Belitung 1

Tari Campak, Bangka Belitung-sumber: belitungisland.com

Sejarah Tari Campak

Menurut sejarahnya Tari Campak ini diperkenalkan oleh seseorang yang bernama Nek Campak. Nek Campak ini berasal dari Riau. Beliau membawa tarian ini melalui Pulau Seliu pada abad ke-18 silam.

Saat Indonesia dijajah oleh bangsa Portugis, Tari Campak ini mengalami beberapa perubahan, akibat adanya  percampuran dua budaya baik budaya Portugis dan budaya Indonesia.

Dampak perubahan yang paling menonjol pada Tarian Campak ini terletak di bagian gerakan, kostum atau busana yang dipakai oleh penari,termasuk musik pengiringnya yang juga terkontaminasi oleh gaya Eropa.

Namun, tidak semua bagian mengalami perubahan buktinya pada kostum penari pria tidak mengalami perubahan. Kemudian pada musik pengiringnya masih melekat dengan gaya Melayu dalam hal ini penggunaan berupa gong dan gendang, begitu pula adanya alunan pantun yang identik dengan gaya Melayu.

Makna dan Filosofi Tari Campak

Tari Campak

Tari Campak, Riau-Bangka Belitung-sumber:Senibudaya.com

Tari Campak yang berasal dari Riau, Kepulauan Bangka Belitung ini memang sejatinya memiliki nilai dan filosofi.

Makna yang terkandung dalam Tari Campak ini ialah penggambaran keceriaan dalam pergaulan remaja atau para bujang dan dayang di Kepulauan Bangka Belitung.

Sebab Tari Campak ini memang banyak dibawakan oleh kalangan kaum muda-mudi baik pria atau wanita dengan ungkapan ekspresi kegembiraan.

Pertunjukan Tari Campak

Makna dan Sejarah Tari Campak Dari Bangka Belitung 2

Tari Campak, Riau- Bangka Belitung-sumber:Dictio.id

Tari Campak ini konon memiliki versi atau jenisnya. Hal ini terjadi di kota Belitung dimana terdapat dua jenis Tari Campak yakni Campak Darat dan Campak Laut.

Adapula perbedaan diantara kedua Tari Campak tersebut. Tari campak darat adalah tarian pergaulan dan kegembiraan yang bila dihadirkan akan menyajikan musik dan nyanyian serta para penari yang berpasangan. Sedangkan untuk tari campak laut biasanya dihadirkan sebagai ajang mencari pasangan dan dilakukan hingga larut malam.

Alat musik yang digunakan pada Tari Campak dikelompokkan ke dalam dua jenis yaitu alat musik dari akulturasi budaya Eropa dan alat musik asli budaya lokal.

Alat musik dari budaya Eropanya sendiri berupa akordion atau keyboard dan biola atau piyul. Kemudian alat musik asli budaya tanah air kita adalah gong dan juga gendang.

Meskipun terdapat dua percampuran budaya pada musik pengiring Tarian ini, tetapi saat dimainkan secara bersaman alat-alat musik tersebut bisa menghasilkan nada dan irama yang harmonis, selaras sekaligus sesuai dengan gerakan para penari Tari Campak ini.

Kostum yang digunakan pada Tari Campak ini pun mengalami akulturasi baik dari kebudayaan Eropa dan juga budaya lokal tanah air kita.

Terutama pada kostum atau busana yang digunakan oleh penari wanitanya yang sangat kental dengan budaya Eropa.

Para penari wanitanya menggunakan gaun panjang, topi dan juga sepatu hak tinggi.
Sementara untuk kostum penari prianya masih menggunakan budaya lokal tanah air atau budaya Melayu. Budaya Melayu pada busana penari Campak Pria yaitu celana panjang, kemeja, selendang dan juga peci.

Saat pertunjukkan Tari Campak akan dibawakan oleh para penari berusia muda atau masih remaja baik laki-laki maupun perempuan dan kemudian saling berpasangan.

Gerakan Tari Campak

Tari Campak

Tari Campak,Bangka Belitung-sumber:Bangkabelitung.travel.com

Penari perempuan pada Tari Campak ini disebut Nduk Campak sedangkan penari laki-lakinya disebut Penandak.

Gerakan pada Tari Campak ini terbilang lincah sesuai dengan filosofinya yaitu menggambarkan keceriaan pada kaum remaja.

Sehingga, saat pementasan Tari Campak ini baik penari laki-laki ataupun perempuan bisa bergerak lincah dan gemulai mengikuti alunan musik pengiringnya.

Baca Juga ya :

Kelincahan dan gemulainya para penari Tari Campak ini terlihat pada salah satu gerakanmya yaitu mengibas selembar sapu tangan dengan mengiringi jari-jemari. Kemudian di tengah-tengah Tarian Campak ini, nantinya para penari akan saling berbalas pantun sebagai simbol dan ciri khas budaya Melayu.

Dalam pementasannya, Tari Campak ini sangat meriah dimana para penari biasanya mengajak para penonton untuk menari dan juga berbalas pantun.

Apabila Nduk Campak atau penari perempuan kalah dalam momen berbalas pantun, maka penari pria akan memberikan sejumlah uang.

Pada perkembangannya, Tari Campak ini sering dipentaskan pada gelaran acara-acara penting seperti penyambutan tamu, pesta rakyat, adat pernikahan dan lain sebagainya.

Sumber: belitungisland.com

Leave a Reply