Inilah 5 Suku Asli Sumatera Utara Dan Lokasinya - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Suku

Inilah 5 Suku Asli Sumatera Utara Dan Lokasinya

suku batak karo

Pakaian adat Suku Karo_Sumber: perpustakaan.id

Suku Asli Sumatera Utara – Sumatera Utara adalah provinsi yang memiliki berbagai macam suku, yang umumnya identik dengan suku Batak.

Walaupun sebenarnya, banyak sekali etnis lain yang terdapat di provinsi ini, baik yang merupakan suku asli, maupun pendatang.

Nah, suku apa sajakah yang banyak berdiam di provinsi ini ?  Yuk, kita lihat ulasan 5 Suku Asli Sumatera Utara, seperti ulasan di bawah ini.

Baca Juga:

1. Suku Karo, Suku Asli Sumatera Utara

suku batak karo

Pakaian adat Suku Karo_Sumber: perpustakaan.id

Karo adalah salah satu suatu suku, yang terdapat di beberapa wilayah Sumatera Utara. Mereka menggunakan Bahasa Karo untuk berkomunikasi, walaupun tetap juga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi.

Mereka juga mempunyai beberapa sistem kemasyarakatan, salah satunya “Merga Silima”, yang dalam pengertiannya, “Merga” adalah nama belakang untuk pria. Sedangkan untuk wanita, nama belakangnya adalah “Beru”.

“Merga” dalam masyarakat Karo, terdiri dari beberapa kelompok nama, seperti Tarigan, Ginting, Sembiring, Perangin-angin, dan delapan puluh lima nama lainnya.

Suku Karo juga merupakan suku asli di Kota Medan, karena yang mendirikan kota tersebut adalah, seorang putra Karo. Adapun nama dari sosok tersebut, bernama Guru Patimpus Sembiring Pelawi. 

Suku ini memiliki bahasa sendiri yaitu Bahasa Karo atau Cakap Karo. Dan salah satu budaya adat karo yang terkenal adalah, pakaian adatnya. Nuansa warna merah serta hitam dari pakaian tradisional ini, penuh dengan perhiasan emas.

2. Suku Batak Toba

Suku batak Toba,Suku Asli Sumatera Utara

Tradisi  Batak Toba, Suku Asli Sumatera Utara – Photo by Humas Sumut

Batak Toba adalah suatu suku yang domisilinya, tersebar di Sumatera Utara. Beberapa tempat yang menjadi wilayah kediamannya, seperti di Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Samosir, dan wilayah lainnya.

Masyarakat Batak Toba memiliki tiga prinsip dalam tujuan dan pandangan hidupnya, yaitu kekayaan “Hamoraon”, keturunan “Hagabeon”, dan kehormatan ”Hasangapon”.

“Marga” atau yang nama keluarga yang melekat bagi orang Batak Toba. Nama yang  merupakan bawaan dari garis keturunan ayah tersebut, akan terus ada secara turun temurun. Namun dalam tradisinya, pernikahan semarga merupakan aib besar bagi Suku Batak Toba.

3. Suku Angkola, Suku Asli Sumatera Utara

Suku Angkola

Suku Angkola – foto bataknase.my

Kediaman Suku Angkola banyak terdapat di wilayah Tapanuli bagian selatan, yang meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padangsidimpuan, dan Mandailing.

Dalam sejarah Tapanuli Selatan, “Angkola” mengandung dua pengertian, yaitu suatu wilayah, teritorial, atau daerah. Dan pengertian lainnya, dapat juga berarti etnis, atau suku asli.

Suku Angkola memiliki hubungan kekerabatan  yang sangat erat, dengan Suku Batak Toba dan Mandailing. Pasalnya, karena terdapat kesamaan dalam bahasa, budaya, dan agama masyarakatnya.

4. Suku Mandailing

Mandailing, Suku Asli Sumatera Utara

Suku Mandailing, Suku Asli Sumatera Utara – Photo by Medan Bisnis Daily

Wilayah dari Suku Mandailing ini, banyak terdapat di Mandailing Natal, Padang Lawas Utara,  Labuhanbatu, Tapanuli Selatan, dan beberapa tempat lainnya.

Adapun marga yang termasuk dalam Suku Mandailing, contohnya seperti Lubis, Nasution, Harahap, Pulungan, Batubara, Parinduri, Lintang, Hasibuan, Rambe, Dalimunthe atau Nai Monte, Rangkuti, Tanjung, Mardia, Daulay, Matondang, dan Hutasuhut.

Keunikan dari suku ini adalah, karena memiliki ikatan darah, nasab, bahasa, aksara, sistem sosial, kesenian, adat, dan kebiasaannya sendiri. Semua ciri tersebut, berbeda dengan suku Batak pada umumnya.  

5. Suku Nias, Suku Asli Sumatera Utara

Pakaian Adat Suku Nias

Pakaian Adat Suku Nias – foto silontong.com

Masyarakat dari suku ini, mereka berdiam di Pulau Nias Sumatera Utara.

Mereka juga menyebut dirinya sebagai “Ono Niha”.  Yang ‘Ono” berarti anak atau keturunan, sedangkan “Niha” berarti manusia.

Selain itu, Pulau Nias juga memiliki makna sebagai “Tanö Niha”, yang berarti tanah manusia, yang menganut sistem patrilineal. Dan dalam hukum adat tradisionalnya Nias memiliki julukan sebagai “Fondrakö”

Masyarakat Nias kuno hidup dalam budaya megalitik, terlihat dari peninggalan sejarah berupa ukiran pada bebatuan besar, yang ada hingga saat ini.

Baca Juga:

Keberagaman suku yang menempati wilayah Sumatera Utara, menjadikan daerah ini memiliki keanekaragaman budaya.

Namun walaupun begitu, tetap menjadi satu kesatuan, yang menjadi ciri khas dari provinsi tersebut.

 

Leave a Reply