5 Upacara Adat Suku Batak Yang Masih Bertahan - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Upacara Adat, Suku

5 Upacara Adat Suku Batak Yang Masih Bertahan

Gondang Naposo

Gondang Naposo - foto ig @siskanadeak09

Upacara adat Suku Batak memiliki ragam yang begitu banyak, dan sudah menjadi warisan budaya dari para leluhur.

Keunikan dan ciri khasnya membuat banyak orang tertarik untuk dapat menghadiri prosesinya.

Kali ini kita akan mengulas berbagai tradisi budaya dan ritual, dan upacara adat tersebut, berdasarkan cerita dan sejarahnya masing-masing.

Baca Juga:

1. Mangulosi, Upacara Adat Suku Batak

Mangulosi Upacara Adat SukuBatak

Mangulosi Upacara Adat Suku Batak

Upacara Mangulosi berasal dari kata Ulos, yang merupakan sebuah kain tenun khas Suku Batak.

Kain ini sudah menjadi bagian dari identitas masyarakat Batak, yang telah ada secara turun temurun. 

Berbeda dengan kain tenun pada umumnya, selain memiliki fungsi sebagai pakaian tradisional, kain Ulos juga memiliki banyak sekali maknanya.

Mangulosi sendiri merupakan prosesi adat mengalungkan Ulos kepada pihak yang mengadakan pesta suka cita ataupun acara duka. 

Dalam acara pernikahan, para orang tua akan memakaikan Ulos di pundak kedua mempelai, yang sedang berbahagia. Sedangkan pada acara kematian, para keluarga akan meletakkannya pada tubuh jenazah.

Tradisi dari upacara ini, merupakan simbol dari pemberian kasih sayang, doa, kehangatan, dan restu, orang yang dituakan kepada keluarganya.

2. Marari Sabtu

Marari Sabtu

Marari Sabtu – foto ig @bangkitnya_kepercayaan_adat

Upacara Adat Suku Batak yang masih sering dilakukan adalah Ritual Marari Sabtu yang merupakan bagian dari ibadah Umat Parmalim, yaitu sebutan bagi para penganut Ugamo Malim, atau agama leluhur Suku Batak. 

Kepercayaan ini berpusat di Huta Tinggi, tepatnya di Desa Pardomuan Nauli, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba Samosir.

Ibadah ini berlangsung pada setiap hari Sabtu, untuk melakukan sembah dan puji kepada Mulajadi Nabolon.

Adapun tujuan dari ritual ini adalah, untuk mensucikan diri dari dosa-dosa, yang telah terjadi selama seminggu terakhir.

Selain itu, juga sebagai upaya dalam membersihkan diri dari berbagai penyakit. 

3. Mangongkal Holi

Mangongkal Holi Upacara Adat Suku Batak

Mangongkal Holi Upacara Adat Suku Batak

Masyarakat Batak Toba Sumatera Utara, memiliki tradisi yang cukup ekstrim, yaitu “Mangokkal Holi”.

Tradisi ini merupakan Upacara Adat Suku Batak, untuk memindahkan dan memilah kerangka para leluhur.

Upacara ini sekaligus meyakini, bahwa kematian bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan sebuah tahap tertentu dalam mencapai kesempurnaan. 

Leave a Reply