Asal Usul dan Sejarah Tari Loro Blonyo - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat, Budaya, Pengetahuan

Asal Usul dan Sejarah Tari Loro Blonyo

Loro Blonyo

Tari Loro Blonyo - Foto: liputan6.com

Di kalangan masyarakat Jawa banyak yang mengenal Loro Blonyo. Loro Blonyo adalah patung yang selalu berpasangan laki-laki dan perempuan.

Biasanya patung ini dapat ditemukan di dalam rumah kalangan bangsawan atau priyayi Jawa pada jaman dahulu. Patung ini diletakkan di bagian rumah yang dianggap sakral dan penting bagi pasangan suami istri yang menempati rumah.

Pada masyarakat Jawa dengan rumah yang berbentuk Joglo biasanya patung ini diletakkan di Senthong tengah dimana di bagian ini biasanya menjadi wilayah pribadi suami dan istri.

Dari bentuk patung inilah kemudian diadaptasi menjadi bentuk tarian yang sering menjadi pengiring pengantin saat memasuki ruang pelaminan.

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai tarian ada baiknya kita mengetahui bagaimana sejarahnya dan aspek-aspek apa saja yang melingkupi kebudayaan ini.

Jadi bila sewaktu-waktu kalian berkunjung ke resepsi pernikahan atau berkunjung ke sanak saudara yang masih menjunjung tinggi adat Jawa, kalian sudah mengetahui dasar pengetahuan yang pastinya akan membuat tuan rumah terkesan.

Sejarah Loro Blonyo

Asal Usul dan Sejarah Tari Loro Blonyo 1

Sejarah Loro Blonyo – Foto: indonesiabatik.id

Loro Blonyo adalah sebuah patung yang banyak ditemukan di rumah-rumah priayi atau bangsawan Jawa. Sampai saat ini patung ini masih banyak ditemukan di rumah orang Jawa yang memegang adat, hanya saja bentuknya sudah lebih bervariasi.

Menurut catatan sejarah patung Loro Blonyo sudah ditemukan sejak jaman Kerajaan Mataram pada tahun 1476 saat masa kepemimpinan Sultan Agung.

Loro Blonyo adalah representasi dari Dewi Sri atau dewi kesuburan dan sosok laki-laki dipercaya sebagai perwujudan dari Dewa Wisnu.

Legenda Kisah Loro Blonyo

Asal Usul dan Sejarah Tari Loro Blonyo 2

Patung Loro Blonyo – Foto: budayajawa.id

Masyarakat Jawa mengenal dua versi legenda kisah yang mendasari Loro Blonyo. Yang pertama adalah kisah mengenai Dewi Sri yang lari ke bumi karena menghindari kejaran Kala Gumarang.

Kala Gumarang adalah utusan dari Batara Guru yang ingin mempersunting Dewi Sri. Namun ternyata Kala Gumarang pun terpikat oleh kecantikan Dewi Sri.

Saat itu Dewi Sri mengutuk Kala Gumarang menjadi babi, tetapi babi itu tetap mengejar Dewi Sri sampai ke dunia.

Kemudian saat di bumi, tumbuhlah tanaman padi dan tanaman lain yang subur di mana Dewi Sri berada. Selain membawa kesuburan juga terpancar cahaya dari Dewi Sri.

Kemudian karena melihat cahaya yang terpancar dari Dewi Sri, Prabu Mangkukuhan dari Kerajaan Medang yang kemudian adalah sosok penjelmaan manunggal Batara Wisnu kemudian memperistri Dewi Sri.

Batara Wisnu yang mewujud sebagai Prabu Mangkukuhan ini juga dikenal sebagai Raden Sadana.

Dari peninggalan tanaman yang subur dari Dewi Sri ini kemudian rakyat menjaga kesuburan dengan menjaganya dari hama seperti babi dan hama lainnya.

Dewi Sri dikenal masyarakat Jawa sebagai dewi kesuburan dan Dewa Wisnu dikenal sebagai yang menjaga kelestarian alam semesta.

Masyarakat percaya bahwa pasangan suami istri ini adalah pasangan abadi yang memiliki misi di dunia untuk membantu manusia mencapai kesejahteraan.

Versi lain dari legenda mengisahkan bahwa Dewi Sri dan Sadana adalah saudara kembar yang saling mencintai. Masyarakat mengenal juga dengan sebutan Kedhono dan Kedhini.

Namun karena mereka saudara sekandung maka hasrat untuk menikah tidak akan terwujud. Karena itu Sadana memutuskan untuk bunuh diri dan berharap di kehidupan berikutnya kelak ia dapat mempersunting Dewi Sri.

Sepeninggal Sadana, Dewi Sri dikejar-kejar oleh Batara Kala. Saat itu kemudian para petani memberi perlindungan kepada Dewi Sri. Sebagai balas jasa kemudian Dewi Sri memberikan kesuburan dan hasil panen yang melimpah.

Leave a Reply