6 Tempat Wisata di Raha, Kabupaten Muna  - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

City Tour, Alam

6 Tempat Wisata di Raha, Kabupaten Muna 

Jembatan yang menghubungkan kedua puncak Masalili di Kabupaten Muna

Jembatan yang menghubungkan kedua puncak Masalili – photo credit: @sultrawisata on Instagram

6 Tempat Wisata di Raha, Kabupaten Muna – Kota Raha adalah salah satu kota kecil di Provinsi Sulawesi Tenggara yang sekaligus merupakan ibukota Kabupaten Muna. Raha memiliki 4 kecamatan, yaitu Katobu, Balataiworu, Duraka, dan Lasalepa.

Kota yang secara alami terlihat sangat eksotis ini memiliki beberapa potensi wisata lokal yang patut kamu kunjungi. Misalnya, Mata Air Jompi, Museum Daerah Bharugo Wuna, Masjid Al Munajat Muna, Kawasan Lapak Kuliner Raha, dan Pemandian Topa.

Kota Raha berada di Kabupaten Muna yang juga memiliki berbagai potensi wisata yang tak kalah menarik. Seperti, Puncak Kars Masalili yang sangat terkenal di antara para wisatawan baik lokal maupun mancanegara, Telaga Biru Moko atau disebut juga Danau Penyu, Pantai Meleura di Kecamatan Lohia, Puncak Mangkeluno, serta Danau dan Pantai Napabale. Kaya sekali bukan?

Apabila kamu mengunjungi Raha, tak ada salahnya kalau kamu juga mampir ke beberapa destinasi wisata unggulan di Kabupaten Muna. Jaraknya dengan Kota Raha tak terlalu jauh, karena Raha memang ibukota Kabupaten Muna. Sehingga, posisinya strategis. Menjadi pusat kota di Kabupaten Muna.

Nah, sekarang kita akan mengulas 6 destinasi wisata unggulan di Raha dan sekitar Kabupaten Muna. Keenam tempat ini harus banget kamu kunjungi apabila berada di Raha atau Kabupaten Muna.

Pantai Meleura

Pantai Meleura di Kabupaten Muna

Pantai Meleura – Photo credit: maitewuna.com

Pantai Meleura terletak di Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna. Pantai yang berjarak sekitar 18 km dari Raha ini memiliki keindahan alam yang luar biasa menakjubkan. Sekali kamu tiba di Pantai yang terlihat seperti Raja Ampat ini, mata kamu akan tertuju kepada gugusan pasir putih dengan latar belakang luasnya samudera biru yang sangat indah.

Baca juga ya:

Dengan garis pantainya yang dangkal dan berair tenang, cocok buat kamu yang suka bermain air dan berenang. Sekedar duduk santai di pasir putihnya yang lembut dan menikmati pemandangan serta suasana yang mendamaikan, tentu sangat menyenangkan.

Pantai ini tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan. Jadi, pilihlah waktu yang tepat untuk mengunjungi Pantai Meleura. Tidak direkomendasikan pergi ke pantai ini saat akhir pekan atau libur hari besar, karena Pantai Meleura akan dipadati oleh wisatawan lokal yang berlibur bersama keluarganya.

Di pantai cantik ini, disediakan beberapa spot foto yang menarik. Kamu harus mencoba mengambil swafoto disini. Dermaga kecil dengan latar belakang rerimbunan barisan pohoh kelapa kerap kali dijadikan spot foto favorit pengunjung.

Atau, kamu juga bisa mengambil foto berlatar belakang pantai dan Selat Buton. Buat kamu yang hobi memancing, selat ini bisa jadi pilihan utama untuk spot memancing kamu. Hanya dengan menyewa perahu dari warga lokal, dengan harga terjangkau pula, kamu sudah bisa sampai di spot memancing di selat ini.

Telaga Biru Moko

Danau Moko di Kabupaten Muna

Danau Moko – Photo credit: a2travelerstories.wordpress.com

Telaga Biru Moko atau yang dikenal juga dengan nama Danau Penyu atau Danau Moko terletak di Desa Walengkabola, Kecamatan Tongkuno, Kabupaten Muna. Akhir pekanmu yang berharga bisa kamu habiskan disini, bersama keluarga, melepas penat sehabis bekerja sepekan terakhir.

Danau berair biru ini terlihat dangkal, seperti beberapa meter saja. Buat kamu yang baru mengunjungi danau ini mungkin terlihat demikian. Tapi, kamu jangan salah. Kedalaman danau ini setidaknya mencapai 12 meter.

Dengan kedalaman segitu, danau ini bisa menjadi pilihan buat kamu yang sedang latihan snorkeling. Sebelum mencoba di laut dalam, sebaiknya kamu latihan dulu di perairan yang cukup dangkal. Terlebih danau ini berair biru, persis di lautan lepas.

Di dalam danau ini, ada seekor penyu tua yang jinak dan sering kali menjadi penghibur bagi para penyelam. Penyu ini menjadi salah satu daya tarik wisata ini. Para penyelam kerap kali mengambil foto dengan penyu ini di dalam air. Kehadiran penyu di telaga biru ini telah terkenal di antara wisatawan yang hobi menyelam.

Puncak Kars Masalili

Jembatan yang menghubungkan kedua puncak Masalili di Kabupaten Muna

Jembatan yang menghubungkan kedua puncak Masalili – photo credit: @sultrawisata on Instagram

Puncak Kars Masalili atau yang lebih sering disebut dengan Puncak Masalili berada di Desa Masalili, Kecamatan Kontunaga. Jaraknya dari Raha sekitar 20 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor seperti mobil atau motor.

Puncak Masalili merupakan gugusan bukit kars (kapur) yang menjulang hingga setinggi 30 meter. Belasan bukit kapur berdiri kokoh di antara perkebunan para petani di daerah itu. Sekilas, bukit ini terlihat seperti gugusan bukit kars yang sangat terkenal di Guilin, China. Beberapa wisatawan seringkali membicarakan hal ini.

Daerah Puncak Kars Masalili sering dijadikan sebagai area wall climbing jika cuacanya cerah. Kontur bukitnya yang penuh dengan bebatuan, menjadi alasan bagi wisatawan untuk memacu adrenalin, menaiki sampai puncak bukit.

Di puncaknya, kamu akan disuguhi oleh pemandangan berlatar lebatnya hutan Masalili. Lokasi ini menjadi spot foto favorit wisatawan, utamanya pada pagi dan sore hari.

Lokasi wisata Puncak Kars Masalili ini memiliki dua puncak utama yang dihubungkan oleh jembatan gantung. Kedua puncak itu terpisah sejauh lebih dari 40 meter. Kamu akan tertantang untuk menyeberangi jembatan kayu sepanjang lebih dari 40 meter ini. Dari puncak bukit satu ke puncak bukit lainnya di seberang sana, kamu hanya bisa melaluinya dengan berjalan.

Leave a Reply