Daftar Wisata

6 Tempat Wisata di Ilaga Kabupaten Puncak

Rute Menuju Puncak Carstensz. Foto: www.idntimes.com

Rute Menuju Puncak Carstensz. Foto: www.idntimes.com

Pesona Kabupaten Puncak hingga saat ini masih cukup tersembunyi. Namun bukan berarti tak layak untuk dikunjungi. Kabupaten Puncak memiliki daya tarik wisata alam yang sangat alami karena masih jarang tersentuh manusia. Ditambah lagi, kabupaten ini memiliki predikat sebagai kabupaten tertinggi se-Indonesia, dengan ketinggian 1500 hingga 4000 mdpl. Membuat bentang alam di kabupaten ini semakin menarik untuk dijelajahi.

Kabupaten Puncak baru saja diresmikan tahun 2008 dan memiliki ibukota kabupaten bernama Ilaga. Untuk bisa mencapainya, pengunjung bisa menempuh jalur udara dari Kota Timika atau Nabire selama 25 menit dengan pesawat berbadan kecil.

1. Awal Jalur Pendakian Menuju Carstensz Pyramid

Rute Menuju Puncak Carstensz. Foto: www.idntimes.com

Rute Menuju Puncak Carstensz. Foto: www.idntimes.com

Puncak Jaya Wijaya atau Carstensz Pyramid adalah salah satu seven summit atau tujuh puncak tertinggi di dunia. Ketinggiannya mencapai 4884 mdpl. Salah satu pendakian menuju Carstensz Pyramid adalah melalui Ilaga, Kabupaten Puncak. Tim pendaki akan berkumpul terlebih dahulu di Desa Erengkebupatek untuk melakukan persiapan. Kemudian pendaki akan menuju Desa Pinapa, desa terakhir yang akan dijumpai sebelum mencapai puncak Carstensz.

Selama perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan menakjubkan khas pegunungan yang eksotis. Namun, pendaki tidak boleh lengah karena medan yang ditempuh sangat menantang. Kondisi stamina pendaki pun harus sangat prima agar tetap kuat menempuh perjalanan yang sulit. Biasanya pendaki juga akan ditemani oleh tim porter, yang berasal dari masyarakat lokal Desa Pinapa

 

2. Pasar Ilaga, Pasar Tertinggi di Indonesia

Pasar Ilaga di Kabupaten Puncak. Foto: radartimikaonline.com.

Pasar Ilaga di Kabupaten Puncak. Foto: radartimikaonline.com.

Kota Ilaga memiliki ketinggian sekitar 2000 mdpl. Tak heran jika kota ini menjadi ibukota tertinggi di Indonesia. Segala fasilitas di kota ini pun otomatis menjadi yang tertinggi di negeri ini. Salah satunya adalah Pasar Ilaga. Di pasar tradisional yang masih sangat sederhana ini, pengunjung bisa melihat kesibukan dan interaksi sehari-hari masyarakat setempat. Harga komoditi yang dijual di Pasar Ilaga sendiri masih tergolong mahal, karena kebanyakan barang masih dikirim dari Nabire melalui jalur udara.

Baca juga ya: 6 Tempat Wisata di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang

3. Tradisi Bakar Batu yang Unik

Tradisi Bakar Batu di Papua. Foto: id.wikipedia.org

Tradisi Bakar Batu di Papua. Foto: id.wikipedia.org

Tradisi bakar batu biasanya diadakan masyarakat Papua sebagai ucapan rasa syukur, kedatangan tamu besar, maupun acara perdamaian. Termasuk juga di Kabupaten Puncak, tradisi ini juga diadakan beberapa kali di perayaan setempat. Misalnya, pada acara penaymbutan satu unit helikopter baru dan persemian pembangunan SPBU Pertamina di kota Ilaga. Di tradisi bakar batu, batu benar-benar akan dibakar, lalu diletakkan di atas berbagai jenis makanan. Makanan yang dimasak dengan cara ini diantaranya adalah ubi, ayam, babi dan sayur-sayuran.

4. Sumber Air Panas di Tengah Dinginnya Pegunungan

Sumber Air Panas di Distrik Ilaga Utara. Foto: puncakkab.go.id

Sumber Air Panas di Distrik Ilaga Utara. Foto: puncakkab.go.id

Kabupaten Puncak masih memiliki banyak pesona alam yang masih jarang dijangkau tangan manusia. Sumber air panas di Kampung Mayuberi, Distrik Ilaga Utara adalah salah satunya. Selain indah, mata air ini juga sering dimanfaatkan masyarakat setempat untuk mengobati aneka penyakit kulit, karena memiliki kandungan belerang.

Untuk mencapai sumber air panas ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan roda empat dari Kota Ilaga dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Jalan menuju tempat ini telah dibangun oleh pemerintah setempat walau belum sepenuhnya diaspal. Sepanjang perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan pegunungan yang indah, perkampungan adat yang masih asli hingga jembatan gantung yang dirakit sendiri.

 

5. Kopi Arabika Khas Kabupaten Puncak

Pengolahan Kopi Arabika khas Kabupaten Puncak. Foto: puncakkab.go.id

Pengolahan Kopi Arabika khas Kabupaten Puncak. Foto: puncakkab.go.id

Salah satu komoditi yang dicoba untuk memanfaatkan dengan kondisi geografis Kabupaten Puncak ini adalah tanaman kopi arabika. Hasil penelitian Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia tahun 2015 menyebutkan bahwa kopi dari kabupaten ini merupakan salah satu specialty kopi yang terbaik di dunia. Hal ini dikarenakan ketinggian tempat penanaman tanaman kopi tersebut yang ternyata mempengaruhi kualitas biji kopi yang dihasilkan.

Pemerintah setempat memperkenalkan kopi arabika khas kabupaten Puncak dengan nama Kopi Arabika Organik Gunung Kelabu. Nama Gunung Kelabu sendiri merupakan nama salah satu gunung di Kabupaten Puncak, yang diharapkan bisa menjadi ciri khas dari komoditi ini.

Baca juga ya: 6 Tempat Wisata di Enarotali, Kabupaten Paniai

6. Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz, Salah Satunya Meliputi Kabupaten Puncak. Foto: tekno.tempo.co

Taman Nasional Lorentz, Salah Satunya Meliputi Kabupaten Puncak. Foto: tekno.tempo.co

Taman Nasional Lorentz merupakan taman nasional terbesar di Asia Tenggara dengan luas 2,4 juta hektar. Wilayahnya sendiri mencakup 10 kabupaten di Provinsi Papua, termasuk Kabupaten Puncak. Keunikan taman nasional Lorentz terletak di kenaekaragaman hayatinya.

Ekosistemnya merupakan yang terlengkap di area Asia Pasifik. Terdiri dari padang rumput, rawa, pantai hingga pegunungan. Ada ratusan spesies burung dan mamalia terjaga dalam taman nasional ini. Waktu terbaik untuk mengunjung Taman Nasional Lorentz adalah bulan Agustus hingga Desember.

Leave a Reply