Kuliner

6 Kuliner dan Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara

Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara

Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara

Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara– Suku Ratahan (Toulumalak) atau suku Bentenan, merupakan sub-suku Minahasa yang terletak di provinsi Sulawesi Utara. Suku Ratahan berada di kecamatan Ratahan kabupaten Minahasa Tenggara. Tersebar di sekitaran kota dan desa Ratahan, diantaranya: Wioi, Wiau, Wongkai, Wawali, Rasi, Minanga, Molompar dan Bentenan. Populasi penduduknya diperkirakan lebih dari 15.000 orang pada sensus tahun 1989.

Pada tahun 1690 suku ratahan bergabung dengan perkumpulan Minahasa. Konon, menurut sejarah bahwa nenek moyang, awalnya berasal dari Minahasa, telah terjadi peperangan dan pindah ke daerah Sulawesi Tengah, tetapi kemudian mereka kembali ke daerah Minahasa, dan memiliki keterkaitan darah pada masa lalu, sehingga mereka menggabungkan diri dalam hal adat-istiadat Minahasa.

Sebagian besar masyarakat suku ratahan, hidup dengan bercocok tanam (petani). Berbagai tananam seperti: padi, sayur dan buah-buahan. Bermacam tanaman keras seperti cengkeh, kopra dan salak yang menjadi tanaman utama di sini. Beberapa kuliner dan makanan khas Ratahan Minahasa Tenggara sebagai berikut:

1. Sopulut, Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara

Sopulut, Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara

Sopulut, Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara – Foto: ipopam.com

Sejak zaman dahulu, kuliner satu ini sudah dikenal oleh para leluhur etnis tongsawang dan menjadi makanan favorit hingga sekarang. Olahan makanan ini disebut sopulut. Penggunaan bahan baku sayuran segar yang memiliki manfaat baik bagi tubuh seperti dapat memperlancar percernaan, menyehatkan dan sumber energi.

Makanan sopulut kini sudah menjadi Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara yang mudah dijumpai dimana saja. Sopulut terbuat dari sayur-sayuran dan sagu, semua bahan mudah didapatkan di Tombatu dan sekitarnya. Karena banyak warga sekitar yang menanam sayur-sayuran di perkarangan rumah atau diladang pertanian.

Bahan dalam pembuatan sopulut mulai dari daun pepaya, kangkung, daun gedi, labu, tepung sagu, sayur paku, minyak kelapa dan bumbunya dari batang bawang, kemangi, daun kuning. Cara masaknya dengan mencuci bersih semua sayuran di atas, kemudian ditiriskan hingga kering. Jika sayuran masih banyak kandungan air maka akan mempengaruhi rasanya, maka pastikan sayuran benar – benar kering.

Proses pengeringan dapat dilakukan dengan menjemurnya dalam satu hari sebelum diproses masak. Setelah kering, bahan-bahan tersebut diiris halus. Bahan sayur dan bumbu yang sudah diiris halus, kemudian dicampur dengan tepung sagu hingga merata. Bahan tersebut diaduk-aduk hingga tercampur secara merata. Setelah itu bentuk sesuai ukuran atau takaran dan masukan ke dalam wajan yang telah dioles sedikit minyak kelapa, dipipihkan dan ditutup rapat.

Untuk takaran tergantung dengan selera. Kalau suka pahit bisa tambahkan daun papaya. Proses memasaknya selama 15 menit hingga matang. Akan lebih nikmat makanan ini, jika dikonsumsi masih hangat.

Baca Juga ya :

2. Dodol Biji Salak

Dodol Salak, Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara

Dodol Salak, Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara – Foto: tokopedia.com

Kuliner atau Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara yang wajib kalian coba adalah Dodol Salak. Pembuatan dodol salak berada di Desa Pangu, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi.

Awal mulanya pembuatan dodol salak di Desa Pangu, jika pada musim panen harga salak menjadi sangat murah sehingga masyarakat berinovasi membuat olahan terbuat dari bahan dasar salak yang diharapkan bisa menjual menjadi harga tidak murah. Beberapa olahan di sini yaitu dodol salak, keripik dan minuman dari buah salak.

Proses pembuatan dodol salak dengan beberapa bahan tambahan diantaranya: daging salak, gula aren, gula pasir, tepung beras keran, garam dan air. Proses ini memakan waktu 3-4 jam yang terus diaduk hingga mengental, jika sudah tidak lengket berarti telah matang kemudian didinginkan semalaman, setelah itu tinggal dipotong kecil – kecil dan dibungkus.

3. Kopi Biji Salak

Kopi-Biji-Salak-2

Kopi Biji Salak, Foto: zalacfood.com

Dikawasan Minahasa Tenggara, salah merupakan salah satu hasil komuditi utama yang diolah dengan berbagai pilihan dan salah satunya diolah menjadi Kopi Biji Salak. Kopi ini kini menjadi salah satu oleh-oleh atau Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara yang juga wajib kalian coba.

Salah satu desa pengahsil kopi dari Salak adalah Desa Pangu. Kopi ini juga memiliki khasiat untuk penderita asam urat, anemia, darah tinggi dan lainnya. Termasuk dalam jenis minuman herbal yang menyehatkan. Kopi biji salak lebih nikmat jika diseduh dengan gula aren atau gula semut agar rasa pahangnya tidak terlalu terasa di lidah. Ini sangat cocok dijadikan sebagai oleh-oleh khas Ratahan Minahasa Tenggara.

4. Ikan Bakar Ratatok Timur Minahasa

Ikan Bakar Ratatok Timur Minahasa

Ikan Bakar Ratatok Timur Minahasa – Foto: blog.reservasi.com

Jika anda sedang berada di Minahasa, singgah pada sore saat matahari tengah tenggelam di sisi barat Ratatotok Timur yang merupakan sebuah pusat tempat pelelangan ikan. Biasanya terdapat beberapa nelayan sedang membakar ikan tongkol kecil atau ikan deho.

Olahan makanan ikan bakar ini cocok dinikmati bersama perasan air jeruk nipis, sambal dabu-dabu khas Minahasa. Sambil menyantap dan menikmati tenggelamnya matahari dari balik bukit di Ratatotok Timur ini. Ikan bakar di Ratatok Timur ini juga tentunya masuk kedalam kuliner dan Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara.

5. Sambal Dabu-Dabu

timthumb

Sambal Dabu-Dabu, Foto: genpi.co

Suka makanan pedas, coba saja Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara yang satu ini yakni Sambal Dabu-Dabu khas Minahasa. Sambal dabu-dabu khas Minahasa memang sekilas mirip sambal matah dari Bali, karena berbahan dasar cabai dan bawang.

Hanya saja pembedanya adalah jika sambal matah menggunakan campuran daun jeruk purut dan serai. Sementara bahan dasar sambal dabu-dabu sendiri diantarnya: cabai rawit merah, bawang merah, tomat, lemon, garam, gula, minyak.

Cara membuatnya mudah sekali yaitu:  cuci semua bahan hingga bersih, setelah itu potong – potong: cabe, bawang, dan tomat sesuai selera, kemudian masukan ke dalam wadah, dan berikan perasan jeruk lemon lalu Aduk hingga merata. Selesai tinggal dihidangkan, cocok disandingkan dengan olahan ikan bakar dan lainnya.

Baca Juga ya :

6. Ikan Woku Belanga

tak-hanya-ayam-ikan-cocok-dibumbui-woku-belanga-sn30P9eUZD

Ikan Woku, Foto: lifestyle.okezone.com

Tanah Minahasa terkenal dengan kuliner wokunya. Selain daging, resep olahan woku juga bisa digunakan dalam pengolahan beragam jenis ikan laut maupun tawar. Tak heran bila Ikan Woku ini juga tentunya menjadi kuliner wajib atau Makanan Khas Ratahan Minahasa Tenggara yang wajib dicoba.

Bahan dalam pembuatan woku diantaranya: ikan, kemangi, batang serai (geprek), daun jeruk, daun pandan, cabai, daun bawang, gula, garam. Sementara untuk bumbu halus woku terdiri dari: bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe dan kemiri.

Cara masaknya: rendam ikan yang sudah dibersihkan dengan jeruk dan garam disisikan terlebih dahulu. Panaskan minyak goreng, tumis bumbu halus sampai harum, kemudian masukan kemangi, serai, daun jeruk dan daun pandan.

Tambahkan garam dan gula lalu masukan ikan ke dalam tumisan bumbu tadi dan tambahkan air sampai ikan setengah terendam, masukan daun bawang, masak hingga matang dan airnya menyusut. Siap dihidangkan bersama nasi hangat.

Leave a Reply