Kuliner

6 Kuliner dan Makanan Khas Lubuk Pakam Deli Serdang

Makanan Khas Lubuk Pakam

Kuliner dan Makanan Khas Lubuk Pakam - Foto: UMKM Deli Serdang

Makanan Khas Lubuk Pakam – Lubuk Pakam adalah kota kecamatan yang menjadi Ibukota dari Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Lubuk Pakam memiliki penduduk sekitar 80.000-an jiwa. Di kota ini dilintasi Jalan Raya Lintas Sumatra sehingga menjadikan wilayahnya cukup ramai.

Setiap daerah tentunya memiliki keunikan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Begitu juga halnya dengan Kabupaten Deli Serdang. Ada beberapa hal unik yang dapat kamu temui jika berkunjung ke Kabupaten Deli Serdang ini.

6 Kuliner dan Makanan Khas Lubuk Pakam Deli Serdang

1. Toph 19th Thai Tea

Toph 19th Thai Tea

Toph 19th Thai Tea – Foto: UMKM Deli Serdang

Minuman yang terbuat dari campuran teh hitam, susu kental manis dan es ini memang sedang booming di media sosial. Terutama di kalangan anak muda yang sering update soal makanan dan minuman hits di media sosial.

Toph 19th Thai Tea merupakan inovasi dari minuman teh khas Thailand yang telah disesuaikan dengan selera orang Indonesia. Bahkan, minuman ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Deli Serdang yang banyak dicari oleh wisatawan.

Minuman Thai Tea yang di produksi oleh Toph 19th Thai Tea ini memiliki berbagai varian rasa. Yaitu rasa original, green tea, pure cocoa, lemon, coffee, dan taro. Harga minuman khas negara Thailand ini Rp. 15.000,00 per cup.

2. Bandrek Jahe Merah “Adelia”

Minuman bandrek jahe merah “Adelia”  khas dari Kabupaten Deli Serdang ini merupakan salah satu oleh-oleh khas Deli Serdang yang banyak di cari oleh wisatawan sekaligus kini menjadi minuman dan Makanan Khas Lubuk Pakam.

Kondisi alam Kabupaten Deli Serdang yang mayoritas pegunungan memberikan peluang usaha bagi Ibu Syafrianti Daulay untuk memproduksi bandrek dari jahe merah. Yang mana jahe merah mudah di temukan di sini.

Jahe merah banyak mengandung minyak atsiri daripada jenis jahe lainnya yang memberikan beragam manfaat bagi kesehatan. Manfaat yang di berikan diantaranya yaitu dapat menurunkan berat badan, menjaga kondisi jantung, mengatasi gangguan pencernaan, mengobati mual dan masuk angin dan banyak lagi khasiat lainnya.

Minuman bandrek jahe merah “Adelia” di produksi dalam bentuk bubuk sehingga mudah untuk di seduh dengan air hangat. Usaha ini sudah dimulai sejak tahun 2014 dan sudah mencakup wilayah pemasaran hingga ke Labuhanbatu, Asahan, Jakarta dan beberapa wadah pemasaran online.

3. Gula Aren dan Gula Semut “Arenta”

Gula Aren dan Gula Semut “Arenta”

Gula Aren dan Gula Semut “Arenta” – Foto: Shopee

Arenta adalah produsen gula semut yang berada di kawasan Deli Serdang tepatnya Desa Buluh Awar Kecamatan Sibolangit. Arenta sudah hadir di Deli Serdang sebagai produsen Gula Semut dan Gula Aren sejak tahun 2015.

Nama Arenta diambil dari nama aren, dikarenakan beliau memproduksi gula aren. Hasil produksi dari bapak Karyadi ini sudah di pasarkan ke banyak wilayah seperti daerah Medan dan Deli Serdang.

Harga gula semut dan gula aren khas Deli Serdang ini juga terjangkau. Hanya Rp. 15.000,00 untuk gula semut dengan kemasan 200 gram dan Rp. 10.000,00 untuk gula merah dengan kemasan 350 gram.

Baca Juga yaMenikmati Pantai Sri Mersing di Sumatera Utara

4. Kembang Layang Sanggar Kartini

Kembang layang merupakan salah satu makanan tradisional yang saat ini memang sudah jarang di temukan. Makanan tradisional seperti kembang layang ini biasanya hanya dijumpai pada saat lebaran atau acara pesta.

Kembang Layang Sanggar Kartini

Kembang Layang Sanggar Kartini – foto deliserdangmall.com

Namun, lain halnya dengan di daerah Deli Serdang. Makanan tradisional ini menjadi salah satu oleh-oleh khas Deli Serdang dan juga menjadi Makanan Khas Lubuk Pakam yang tak boleh kalian lewatkan. Jadi, tidak perlu menunggu hingga lebaran tiba untuk bisa menikmati makanan tradisional ini.

Kembang layang yang menjadi oleh-oleh khas Deli Serdang yang banyak diburu oleh wisatawan adalah kembang layang sanggar kartini. Kembang layang ini di produksi oleh UKM Deli Serdang yang bernama Sumiati.

Selain rasanya yang enak, kembang layang ini juga memiliki 2 varian rasa yaitu kembang layang original dan kembang layang ubi ungu. Kembang layang ubi ungu menjadi bestseller dari kedua varian kembang layang ini.

Harga kembang layang ini juga sangat terjangkau. Mulai dari Rp. 15.000,00 untuk kemasan 250 gram baik untuk kembang layang original maupun kembang layang ubi ungu.

5. Snack Kacang Hijau “JOLLEY

Makanan Khas Lubuk Pakam

Snack Kacang Hijau “JOLLEY” Makanan Khas Lubuk Pakam – Foto: UMKM Deli Serdang

Kacang hijau biasanya hanya di olah menjadi bubur saja. Namun, pernahkah mengira bahwa kacang hijau juga bisa di olah menjadi snack? Snack Kacang Hijau “JOLLEY” ini merupakan buktinya.

Snack Kacang Hijau “JOLLEY” bahkan menjadi salah satu oleh-oleh khas Deli Serdang yang di minati wisatawan. Snack Kacang Hijau “JOLLEY” merupakan snack kacang hijau pertama di Indonesia.

Kacang hijau diolah menjadi snack dengan berbagai varian rasa yang unik. Varian rasa Kacang Hijau “JOLLEY” antara lain rasa original, rumput laut, balado dan super pedas.

Harga dari snack kacang hijau yang super unik ini juga sangat terjangkau. Mulai dari Rp. 15.000,00 untuk varian rasa original, rumput laut dan balado. Sedangkan varian rasa Super Pedas hanya harga Rp. 18.000,00 dengan berat masing-masing kemasan150 gram.

Baca Juga ya6 Kuliner dan Makanan Khas Lubuk Basung 

6. Rujak Uleg Simpang Jodoh       

Rujak Uleg Simpang Jodoh

Rujak Uleg Simpang Jodoh – foto daftarkuliner.com

Nah sekarang beralih ke makanan tambahan atau cemilan. Deli Serdang juga terkenal akan wisata kuliner rujaknya. Salah satu warung rujak yang paling terkenal yang bahkan sudah dibuka sejak tahun 1951 ialah rujak uleg simpang jodoh. Rujak ini sangat terkenal sehingga menjadi salah satu Makanan Khas Lubuk Pakam yang tak boleh kalian lewatkan saat berkunjung ke kota ini.

Sama seperti rujak-rujak pada umumnya, rujak uleg simpang jodoh merupakan campuran buah-buahan yang dilumeri dengan kuah rujak. Namun ada yang membuat rujak kali ini istimewa, yaitu ulekan sambalnya yang dibuat dari pisang batu, sehingga cita rasa rujak buah yang satu ini sangat lah berbeda dari rujak kebanyakan.

Leave a Reply