Budaya

5 Suku di Kalimantan Utara yang masih bertahan

Suku Tidung, Suku di kalimantan utara yang masih ada

Suku Tidung, Suku di kalimantan utara yang masih ada - foto tribun kalteng

Suku di Kalimantan Utara – Sudah pernah mengunjungi provinsi terbaru di Indonesia yang ada di Kalimantan? Yap, Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Serawak dan Negeri Bagian Sabah mulai diresmikan pada 25 oktober 2012 dalam rapat paripurna DPR.

Sebenarnya, penduduk asli Kalimantan adalah suku Banjar, suku Dayak, suku Bulungan, suku Kutai dan suku Tidung. Setelah ada program transmigrasi, penduduk Kalimantan Utara kini juga ditinggali suku Jawa hampir 40% disusul kelompok lain yaitu penduduk dari Sulawesi Selatan.

Suku di Kalimantan Utara

Suku di Kalimantan Utara – Sumber : eloratour

Ibu kota dari Kalimantan Utara adalah Tanjung Selor. Di Tanjung Selor ini juga tersebar beragam suku mulai Tidung, bugis, dayak dan suku pendatang lainnya yang menjadikan budayanya juga beragam. Meski ditinggali beragam suku, namun antar masyarakatnya bisa hidup berdampingan dan saling menghormati.

Berikut ini 5 suku di Kalimantan Utara yang perlu Anda ketahui.

1. Suku dayak Lundayeh

Suku dayak Lundayeh, Suku di Kalimantan Utara

Suku dayak Lundayeh, Suku di Kalimantan Utara – Sumber : blocnoot.com

Salah satu suku di Kalimantan Utara adalah suku dayak Lundayeh. Suku ini berada di wilayah perbatasan Kaliamantan Utara, yaitu Krayan. Suku dayak Lundayeh memiliki rumah adat yang disebut rumah kubu.

Rumahnya luas dan besar jika dibandingkan dengan ukuran rumah pada umumnya. Rumah ini merupakan rumah dari tokoh disana. Rumah Kubu sendiri biasa dimanfaatkan sebagai pusat generasi muda dalam melestraikan budaya dan tradisi khas Dayak Lundayeh.

Suku dayak Lundayeh dilambangkan sebagai buaya. Maknanya, buaya merupakan hewan penguasa dan pemberani yang menunjukkan karakter dari masyarakat Dayak Lundayeh.

Karakteristik masyarakat suku dayak Lundayeh disimbolkan buaya yang memiliki karakter hewan sigap dan pemberani, hidup di dua alam yang artinya sama seperti rakyat Lundayeh yang mudah beradaptasi dan bertahan dimana saja, seluruh bagian tubuh buaya dapat menjadi senjata.

Hal ini menunjukkan keberanian dan daya tahan dari masyarakat Lundayeh. Kemudian sifat setia dan tenang juga dimiliki oleh mereka. Maka tak heran, jika Anda mengnjungi kawasan Dayak Lundayeh, akan ada banyak patung buaya yang bisa ditemui.

2. Suku bulungan

Suku bulungan, Suku di Kalimantan Utara - Sumber : sukudunia

Suku bulungan, Suku di Kalimantan Utara – Sumber : sukudunia

Suku di Kalimantan Utaraselanjutnya adalah suku Bulungan. Kelompok etnis ini menempati wilayah di Kesultanan Bulungan seperti Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan, kabupaten Malinau, Tawau dan Kota Tarakan. Raja-raja Bulungan dan keluarganya, sejak periode ketiga banyak yang menganut Islam.

Namun tetap menghidupkan praktik nenek moyang pada jaman dulu. Misalnya saja persembahan sesaji saat ada warga yang membuka ladang, percaya kepada tanda alam, percaya pada perilaku biawak, burung, ular dan hewan lainnya.

Selain itu juga terdapat nasi rasul yang terbuat dari ketan dan dibentuk seperti tumpeng, hanya saja bentuk ujungnya parabola. Suku bulungan memiliki beberapa acara adat seperti Lampi’ Sapot dan Birau.

Baca juga ya :

3. Suku Tidung, Salah satu Suku di Kalimantan Utara

Suku Tidung, Suku di kalimantan utara yang masih ada

Suku Tidung, Suku di kalimantan utara yang masih ada – foto tribun kalteng

Satu lagi Suku di Kalimantan Utara  yang masih bertahan dan terus berkembang hingga sekarang adalah Suku Tidung. Suku ii dahulu mempunyai kerajaan yang disebut sebagai Kerajaan Tidung. Namun sekarang punah sebab adanya politik adu domba oleh Belanda.

Bahasa yang digunakan suku Tidung berdialek Tarakan. Beberapa kata pada bahasanya hampir mirip dengan bahasa kalimantan yang lain. Sehingga ada ekmungkinan suku Tidung masih ada hubungan dengan suku Dayak Murut yang ada di Sabah.

4. Suku Bajau

Suku Bajau salah satu suku dikalimantan utara

Suku Bajau salah satu suku dikalimantan utara – foto tribunesw.com

Suku Kalimantan Utara yang juga masih bertahan dan banyak ditemuka disana adalah suku Bajau. Suku ini tanah asalnya adalah Kepulauan Sulu di Filipina Selatan.  Mereka merupakan suku yang suka berpindah dan menjelajah dengan menggunakan perahu selama waktu tertentu.

Di Indonesia, suku Bajau banyak ditemukan di Kalimantan Utara. Suku Bajau banyak melakukan kegiatannya hanya di perahu baik tidur, memburu hasil laut dan lainnya. Mereka biasanya pergi ke darat hanya untuk menjual hasil menagkap ikan atau membeli keperluannya.

5. Suku Bugis

Suku Bugis, salah satu suku di kalimantan utara

Suku Bugis, salah satu suku di kalimantan utara – foto satujam.com

Suku Bugis sebenarnya berasal dari Sulawesi Selatan. Namun kini menyebar di berbagai pelosok Indonesia, salah satunya di Kalimantan Utara. Hal ini dapat dikarenakan jiwa perantau dari Suku Bugis yang cukup kental.

Umumnya suku Bugis bermata pencarian nelayan, petani dan pedagang. Suku Bugis di Kalimantan Utara jumlahnya terbesar kedua setelah Suku Jawa.

Suku lain yang jumlahnya cukup banyak di Kalimantan Utara adalah suku Jawa. Sebagian besar suku Jawa yang ada di Kalimantan Utara karena ikut program Transmigrasi. Jumlahnya hampir 40% dari keseluruhan penduduk di Kalimantan Utara.

Nah itu tadi beberapa suku yang ada di Kalimantan Utara. Meskipun ada beragam suku dan budaya di Kalimantan Utara saat ini, tetapi penduduknya tetap bisa hidup saling berdampingan dan menghormati.

Leave a Reply