5 Suku Di Kalimantan Timur - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Suku, Budaya

5 Suku Di Kalimantan Timur

Suku Paser

Suku Paser - foto ig @disbudparppu

Suku di Kalimantan Timur – Provinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu pemilik peradaban pertama di Tanah Air.

Beberapa sumber sejarah menyebutkan, penyebaran rumpun manusia purba Austronesia berawal di daerah Sangkulirang, Kutai Timur.

Namun dari semua fakta peradaban tersebut, Kalimantan Timur juga memiliki suku-suku yang sudah cukup tua usianya, dan masih ada hingga saat ini.

Nah, suku apa sajakah yang masih ada di Kalimantan Timur tersebut?. Yuk kita lihat ulasan lengkapnya di bawah ini

Baca Juga:

1. Suku Kutai

Suku Kutai, Suku Di Kalimantan Timur

Suku Kutai, Suku Di Kalimantan Timur

Suku Kutai adalah suku asli yang ada di Kalimantan Timur. Pada awalnya mereka mendiami wilayah pesisir Kalimantan Timur, yang masih merupakan rumpun Suku Dayak. Yaitu Dayak Ot Danum, atau nama lain dari Dayak Kutai, atau Urang Kutai.

Mayoritas dari masyarakat Suku Kutai beragama Islam, dan hidup di tepi sungai. Pada awalnya, Kutai merupakan nama dari wilayah, tempat bermukim masyarakat asli Kalimantan.

Dan berdasarkan etnisnya, Suku Di Kalimantan Timur ini termasuk dalam Suku Melayu, yang tinggal di Kalimantan Timur.

Seiring dengan perkembangan zaman, telah terjadi asimilasi dengan suku pendatang lainnya, sehingga ciri khas dari suku ini sedikit mengalami modernisasi. 

2. Suku Berau, Suku di Kalimantan Timur

Suku Berau

Suku Berau – foto tribunkaltim

Suku Berau terkenal juga dengan sebutan Melayu Berau, yang mayoritasnya memeluk Agama Islam.

Masyarakatnya banyak berdiam di wilayah pesisir Kecamatan Tanjungredeb, Gunung Tabur, Sambaliung dan Bebanir, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur.

Orang Berau menggunakan bahasa Berau dengan dialek khas untuk berkomunikasi. Hal tersebut sekaligus menjadi ciri khas, yang membedakan mereka dari suku bangsa lainnya. Penutur bahasa Berau ini mencapai hingga 45.000 jiwa.

Mata pencaharian pokok dari Suku Berau sebenarnya adalah bertani dan menangkap ikan. Namun bagi yang sudah bermigrasi ke tempat lain, mayoritas bekerja sebagai pegawai, buruh, atau pekerja kasar.

Suku ini juga mengembangkan usaha kerajinan anyaman dan tenunan. Namun dari pemerintah daerah setempat, telah berhasil mengembangkan mata pencaharian baru.

Sebagai contohnya, banyak dari upacara tradisional Suku Berau yang cukup unik, menjadi pertunjukan wisata.

Hampir seluruh sistem kekerabatan Masyarakat Berau memegang prinsip patrilineal. Garis keturunan laki-laki, memegang peranan penting dan menentukan berbagai aspek kehidupan, seperti perkawinan, warisan, dan sebagainya.

Leave a Reply