5 Lagu Daerah Aceh - Sering Jalan 5 lagu daerah aceh

Tapi Ingat Pulang

Lagu Daerah, Pengetahuan

5 Lagu Daerah Aceh

Lagu daerah Aceh

Lagu Daerah Aceh

Lagu Daerah Aceh – Di ujung barat Indonesia terdapat sebuah daerah yang dikenal juga dengan sebutan sebagai “Serambi Mekah”. Sebutan ini muncul karena masyarakatnya yang memiliki budaya Islam yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan sekaligus sebagai pintu masuk penyebaran Islam di Asia Tenggara.

Sejak tahun 1999 Aceh dijadikan Daerah Istimewa di Indonesia. Status Daerah Istimewa ini tercermin dalam pemerintahan daerah Aceh sampai adat istiadat masyarakatnya.

Budaya Aceh yang khas membawa kepada ranah budaya keseharian masyarakat Aceh salah satunya terwujud  dalam bentuk nyanyian atau lagu daerah khas dari daerah yang beribukota di Banda Aceh ini.

Apa saja Lagu Daerah Aceh yang terkenal di Indonesia ? Yuk kalian simak!

1. Bungong Jeumpa, Lagu Daerah Aceh yang paling terkenal

5 Lagu Daerah Aceh 1

“Bungong Jeumpa” Lagu dari Daerah Istimewa Aceh – Foto: sonora.id

Kalian pasti sudah pernah mendengar nyanyian ini. Baik saat sekolah dulu ataupun sampai masa kini. Ya, lagu Bungong Jeumpa adalah salah satu masterpiece  dari tanah Aceh. Siapapun yang mendengar lagu ini pasti langsung melayangkan pikirannya ke tanah Aceh. Yap Lagu Daerah Aceh ini juga sering menjadi salah satu lagu dalam tarian adat aceh.

Arti Bungong Jeumpa sendiri memiliki arti bunga cempaka. Lagu ini mengisahkan keindahan tanah Aceh yang bisa dirasakan saat melihat bunga cempaka. Pada sejarahnya, bunga cempaka juga merupakan bunga khas Kesultanan Aceh yang menjadi icon daerah Aceh.

Arti lain dari lagu ini yaitu mengisahkan kepahlawanan perempuan Aceh yang berani dan tegar sejak masa penjajahan dulu. Kalian pasti ingat kisah Cut Nyak Dien atau Cut Meutia bukan? Dibalik keanggunan dan kecantikan mereka sebagai wanita, mereka semua adalah pejuang yang gagah berani dan pantang mundur.

2. Lagu Aceh Lon Sayang

Aceh Lon Sayang, Lagu Daerah Aceh

Aceh Lon Sayang, Lagu Daerah Aceh yang terkenal – Foto: www.acehlonsayang.com

Masih menceritakan mengenai keindahan tanah Aceh, lagu Aceh Lon Sayang berisikan kisah indahnya tanah Aceh dan betapa masyarakatnya sangat mencintai pemberian Allah ini.

Lagu Aceh Lon Sayang adalah Lagu Daerah Aceh yang sangat populer di kalangan masyarakat Aceh. Selain itu juga lagu ini menjadi pemikat calon wisatawan agar datang mengunjungi tanah Aceh yang indah.

Lirknya bisa kalian lihat di atas.  Sedangkan arti dari lagu ini adalah sebagai berikut:

Acehku Sayang

Daerah aceh, tanah (air)ku sayang
di tempat itu, aku hidup (dan) mati

Tanah leluhur, warisan nenek moyang
lapangan dan sawah, luas bukan main

Tanah leluhur, warisan nenek moyang
lapangan dan sawah, luas bukan main

Selagi hidup, ada yang peduli
ada yang menghibur, saat kematian (datang)

hati yang susah, kurasa senang
Aceh kusayang sampai (hari aku) mati

hati yang susah, kurasa senang
Aceh kusayang sampai (hari aku) mati

Baca ini juga yuk!

3. Lagu Tawar Sedenge

5 Lagu Daerah Aceh 2

“Tawar Sedenge” Lagu Daerah Gayo Aceh Tengah – Foto: www.lagu.xyz

Lagu Tawar Sedenge adalah Lagu Daerah Aceh atau tepatnya berasal dari daerah Gayo Kabupaten Aceh Tengah. Lagu ini menjadi lagu wajib dari daerah Gayo dan dinyanyikan saat diadakan perayaan hari besar dan upacara di sekolah.

Lagu ini menceritakan kekayaan alam Gayo yang melimpah. Salah satunya adalah kopi Gayo yang sangat terkenal. Kalian mungkin sering mendengar atau bahkan sudah mencicipinya bukan?

Juga kekayaan alam berupa rempah-rempah yang melimpah di tanah Gayo. Serta pesan agar masyarakat Gayo selalu menjaga dan mengelola dengan baik anugerah alam yang sudah diberikan kepada mereka.

Lagu ini diciptakan oleh seniman asal Gayo yang terkenal bernama A.R. Moese (alm). Melodi dari lagu Tawar Sedenge mampu membawa pendengarnya masuk ke dalam suasana lagu tersebut.

Tawar Sedenge

Karya : A.R. Moese

Ëngonko sô Tanoh Gayô
Si mêgah murêta dêle
Rôm batang nuyêm si ijo
Kupi bakôe

Pêngënko tôk ni kôrek sô
Uêtmi ko Tanoh Gayô
Sêselên pumu ni baju
Nêtah dirimu

Nti datën bôr kêliêtên
Mongot pudêdêru
Oya lê rahmat ni Tuhên
Ken ko bëwënmu

Leave a Reply