Budaya, Tari Adat

Tari Tabot Bengkulu

Tari Tabot Bengkulu

Tari Tabot Bengkulu_Sumber: gerbangbengkulu.com

Tari Tabot Bengkulu– Bengkulu merupakan tempat di pantai barat Pulau Sumatra. Bengkulu merupakan provinsi yang dahulu pernah berada di bawah kawasan Kesultanan Banten dan Kerajaan Inderapura.  Terdapat beberapa tempat bersejarah maupun wisata alam menarik yang dapat dikunjungi di Bengkulu.

Salah satu tempat bersejarah di Bengkulu adalah rumah pengasingan Bung Karno. Selain itu terdapat pula Benteng Marlborough yang dibangun saat Inggris berkuasa di daerah ini pada 1713-1719.

Di samping tempat-tempat tersebut, Bengkulu juga memiliki adat yang sering dirayakan dalam festival tahunan yaitu Festival Tabot Bengkulu. Adat Tabot Bengkulu juga memberikan inspirasi untuk menciptakan Tari Tabot Bengkulu.

Sejarah Tari Tabot Bengkulu

Tari Tabot Bengkulu 1

Festival Tabot Bengkulu 2017_Sumber: antarafoto.com

Festival Tabot Bengkulu merupakan salah satu festival yang menghadirkan berbagai macam kesenian. Nuansa Islam kental dengan festival ini. Beberapa pertunjukan seni dalam festival ini antara lain Tari Tabot, pertunjukan rebana, dan upacara mengarak tabot.

Festival Tabot awalnya merupakan upacara ritual Tabot. Tabot berasal dari kata Tabut yang merupakan kata dalam Bahasa Arab. Tabut memiliki arti harafiah sebagai peti atau kotak kayu. Dahulu tabot dipercaya sebagai kotak yang berisikan kitab Taurat Bani Israil.

Masyarakat dahulu percaya kotak beserta isinya tersebut jika menghilang maka akan ada malapetaka. Namun, jika tabot muncul maka akan timbul kebaikan.

Tabot sendiri merupakan sebutan untuk kotak yang disusun berundak. Kotak ini disusun seperti menara masjid dan dihias dengan berbagai aksesoris seperti lampu hias, bunga kertas, bunga plastik, kertas warna-warni, dan ukiran. Tabot terbuat dari bambu, rotan, atau kertas.

Festival Tabot dilakukan oleh masyarakat Bengkulu setiap menyambut Tahun Baru Islam. Festival ini biasanya akan dilakukan sekitar empat hari.

Tari Tabot Bengkulu

Tari Tabot Bengkulu_Sumber: gerbangbengkulu.com

Masyarakat Bengkulu mengadakan festival ini untuk mengenang gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husein Bin Ali Abi Thalib. Cucu Rasulullah tersebut wafat ketika ditawan oleh tentara Yazid Bin Muawiyah di Padang Karbala, Irak.

Tradisi ini dibawa oleh pekerja Islam Syi’ah yang berasal dari Madras dan Bengali, sebuah tempat di bagian selatan India. Pekerja tersebut datang ke Bengkulu dibawa oleh tentara Inggris saat membangun Benteng Marlborough.

Namun, ada pula yang menyebutka bahwa upacara Tabot pertama dikenalkan di Bengkulu sekitar tahun 1685 oleh Syeh Burhanuddin atau Imam Senggolo. Dia dikenal sebagai penyebar Islam di Bengkulu.

Baca Juga:

Tari Tabot Bengkulu

Tari Tabot Bengkulu 2

Tari Tabot Bengkulu_Sumber: Youtuber/Tris Tanjaya

Tari Tabot Bengkulu merupakan tarian kreasi yang menggambarkan upacara Tabot. Inti dari tarian ini adalah menceritakan mengenai kepahlawanan cucu Nabi Muhammad SAW.

Dalam Tari Tabot Bengkulu, para penari mengenakan aksesoris kepala yang menyerupai tabot yang diarak keliling. Selain itu ada pula penari yang mengenakan mahkota, membawa tongkat, dan selendang.

Tari Tabot Bengkulu menggunakan pengiring musik yang ada di Festival Tabot, yaitu dol. Musik tarian ini khas dengan adat Bengkulu. Gerakan Tari Tabot Bengkulu merujuk pada sembilan tahapan yang dilakukan saat ritual Tabot.

Baca Juga: 

9 Tahap Ritual Tabot

Tari Tabot Bengkulu 3

Alat Musik Dol_Sumber: garudacitizen.com

Pada tradisi Tabot, terdapat sembilan ritual yang diadakan dalam empat hari festival yang diadakan saat pekan tahun baru Islam.

Tahap pertama adalah menggambik tanah atau mengambil tanah. Tanah yang diambil berasal dari tempat keramat yang dipercaya masyarakat Bengkulu.

Tahap kedua, adanya ritual duduk penja yaitu mencuci benda-benda dari logam seperti kuningan, tembaga, atau perak yang disebut dengan penja. Benda ini berbentuk telapak tangan manusia.

Ketiga adalah tahapan meradai. Tahapan ini dilakukan oleh Jola yaitu anak-anak berusia 10-12 tahun. Meradai merupakan tahapan mengumpulkan dana. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 6 Muharam.

Tari Tabot Bengkulu 4

Festival Tabot Bengkulu_Sumber: garudacitizen.com

Keempat merupakan tahap menjara atau berkunjung ke kelompok lain untuk mengadu dol, sejenis beduk. Dol terbuat dari kayu yang dilapisi kulit lembu.

Tahap kelima disebut dengan arak penja. Di tahap ini penja pada tahap kedua diletakkan di dalam tabot yang telah disusun kemudian diarak di jalan utama Kota Bengkulu.

Tahap ke enam juga disebut mengarak penja tetapi ditambah dengan sorban putih yang diletakkan di tabot kecil.

Pada tahap ketujuh, seluruh kegiatan berhenti. Tahap ini disebut dengan gam yaitu masa berkabung atau tenang. Tahap ini wajib ditaati.

Tahap kedelapan diadakan pada 9 Muharam. Tahap ini disebut dengann arak gendang. Tahap kedelapan merupakan pelepasan tabot.

Tahap kesembilan atau tahap terakhir yang tiba pada 10 Muharam. Tahap ini disebut dengan tabot tebuang. Pembuangan tabot dahulu dilakukan di laut. Namun, saat ini pembuangan tabot dilakukan di rawa-rawa yang dekat dengan pemakaman umum atau makam Karbela.

 

 

Leave a Reply