Asal Usul dan Makna Tari Katrili - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

Asal Usul dan Makna Tari Katrili

Tari Katrili

Tari Katrili, Gerakan Tari Katrili - Sumber : Indonesiakaya

Asal Usul dan Makna Tari Katrili

Tari Katrili adalah sebuah tarian tradisional yang berasal dari daerah Minahasa, Sulawesi Utara. Tarian Katrili biasa dimainkan oleh penari pria dan wanita. Tarian Katrili biasanya ditampilkan pada acara – acara seperti pernikahan, penyambutan tamu hingga pada festival seni dan budaya.

Tari Katrili

Formasi Tari Katrili, Tari Katrili – Sumber : Indonesiakaya

Tak seperti tarian tradisional lainnya, tari Katrili lebih menonjolkan paduan antara kebudayaan Minahasa dan Eropa sehingga tarian ini nampak lebih seperti tarian modern meskipun kehadirannya sudah berabad – abad yang lalu.

1. Sejarah dan Asal Usul Tari Katrili

Mengulas sejarah Tari Katrili ada beberapa versi pertama, ada yang menyebutkan bahwa tari Katrili khas Minahasa ini sudah ada sejak zaman purba. Tarian ini dikaitkan dengan kepercayaan masyarakat kepada Dewi Penari yang dikenal sebagai Ruwintuwu dan Dewi Kesuburan.

Karena masyarakat bersyukur pada kedua Dewa tersebut, mereka mengekspresikannya dalam bentuk tari yang berkaitan dengan corak kehidupan masyarakat agraris pada zaman dahulu.

Tari Katrili

Sejarah Tari Katrili, Tari Katrili -Sumber : Indonesiakaya

Versi lain dari asal – usul tari Katrili adalah adanya hasil persinggungan dua budaya yakni budaya Minahasa dan budaya Eropa. Asal – usul inilah yang paling sering dikemukakan oleh beberapa orang.

Kata Katrili dalam nama Tari Katrili berasal dari bahasa Eropa yakni Quadrille dan kemudian diadaptasi oleh masyarakat sehingga namanya berubah menjadi “Katrili”. Tarian Katrili memiliki dua jenis langkah dalam tarian yakni Gallop dan Waltz.

Tarian ini ternyata sudah ada sejak bangsa Portugis dan Spanyol menjajaki pulau Sulawesi Utara. Saat itu, mereka singgah ke Sulawesi dengan tujuan membeli hasil bumi yang ada di Minahasa.

Perolehan mereka sangat banyak, sehingga mereka memutuskan untuk merayakan momen tersebut dengan menggelar pesta yang sangat meriah dengan diiringi tarian yang ditarikan oleh kelompok pria dan wanita secara berpasangan.

Saat itu, bangsa Portugis dan Spanyol sering juga mengajak masyarakat asli Minahasa atau orang pribumi untuk ikut serta dalam pestanya. Namun, lambat laun tarian tersebut dihafal dan sudah dijadikan kebiasaan walaupun kedua bangsa asing tersebut sudah tidak singgah di pulau mereka.

Tarian Katrili kemudian dipadukan dengan kesenian khas Minahasa baik dari kostum, gerakan, formasi dan music pengiringnya sehingga jadilah tarian Katrili seperti yang kita kenal hingga saat ini.

Tarian Katrili memiliki music yang ceria dan bersifat memberikan hiburan maupun kesenangan bagi banyak orang. Saat ini, tari Katrili masih sering dipentaskan pada acara perayaan, pesta maupun peringatan suatu momen yang berharga.

Leave a Reply