Sejarah Dan Makna Tari Gantar - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Tari Adat

Sejarah Dan Makna Tari Gantar

Sejarah Dan Makna Tari Gantar 1

Sejarah Dan Makna Tari Gantar – Tari Gantar merupakan sebuah tarian tradisional pergaulan muda mudi yang berasal dari Kalimantan Timur dan dimiliki oleh Suku Dayak Tunjung dan Dayak Benuaq.

Tarian ini cukup populer terutama di wilayah Kabupaten Kutai Barat. Tari Gantar menggambarkan kegembiraan dan biasanya dipentaskan dalam penyambutan tamu yang dihormati. Dalam pagelaran tersebut, nantinya para tamu akan diajak menari bersama.

Bagaimana sejarah dan makna Tari Gantar itu sendiri?

Artikel di bawah ini akan membahas sejarah dan makna Tari Gantar untuk kamu ketahui. Yuk, disimak ya!

Selain sejarah dan makna Tari Gantar, coba baca juga nih Pakaian Adat Kalimantan Timur.

Sejarah Dan Makna Tari Gantar

  • Sejarah Tari Gantar

Sejarah Dan Makna Tari Gantar 2

Foto: veronica_eliyani25

Sejarah dan makna Tari Gantar sudah ada sejak dulu dan dipercayai oleh masyarakat terutama Suku Dayak Benuaq dan Dayak Tunjung.

Mitos mengatakan bahwa Tari Gantar terlahir dari sebuah cerita yang berasal dari negeri di atas awan, yakni Negeri Dewa Nayu.

Negeri tersebut dipercaya menjadi rumah bagi para Dewa Nirwana yang disebut Oteng Doi. Suatu hari di dalamĀ  Oteng Doi, terjadi sebuah peristiwa buruk yang melibatkan keluarga dewa.

Keluarga dewa tersebut adalah Oling Bayat dan Oling Besi yang memiliki dua orang putri yang bernama Dewi Bela dan Dewi Ruda. Mereka hidup damai sampai akhirnya datanglah Dolonong Utak Doloning Payang.

Dewa Dolonong Utak tersebut dengan niat jahatnya membunuh Oling Besi demi mempersunting istrinya. Sadisnya lagi, pembunuhan itu terjadi di depan kedua putri mereka dan akibat ketakutan akan terjadi hal buruk lainnya sang istri dewa pun menerima ajakan menikah tersebut.

Namun demikian, kedua putri Oling Besi tidak dapat menerimanya dan menyimpan dendam selama bertahun – tahun. Ketika sudah dewasa, mereka pun kemudian menyusun rencana untuk melenyapkan Dolonong Utak.

Sampai suatu hari, mereka pun membunuh Dolonong Utak dengan memakai sumpit saat sang dewa sedang beristirahat. Setelah menyadari bahwa Dolonong Utak tak lagi bernyawa, kedua putri lantas menari dan bersuka cita.

Kejadian tersebut diketahui oleh manusia yang punya kemampuan berhubungan dengan dunia dewa, yakni Kilip. Dewi Bela dan Dewi Ruda pun akhirnya mendatangi Kilip agar menjaga rahasia itu dan jangan sampai para dewa Negeri Oteng Doi tahu.

Kilip setuju dengan syarat kedua dewi harus mengajarinya tarian yang mereka lakukan ketika bersuka cita tersebut.

Kemudian, Kilip mendapatkan tongkat dan sepotong bambu dan akhirnya tarian tersebut diberi nama Tari Gantar yang bermakna tongkat (sumpit).

Itu dia cerita bagian dari sejarah dan makna Tari Gantar.

  • Awal Mula Tarian Gantar Dayak

Sejarah Dan Makna Tari Gantar 3

Foto: stradaerik

Zaman dulu Tari Gantar hanya dibawakan saat upacara adat, terutama perayaan upacara tanam padi. Dalam tarian adat ini selalu menggunakan properti sebagai pelengkap tarian yakni sebuah tongkat kayu dan bambu.

Tongkat tersebut gunanya adalah untuk membuat lubang pada tanah yang digunakan untuk menanam benih, sedangkan bambu sebagai tabung benih untuk menyimpan padi sebelum ditanam.

Gerakan kaki pada Tari Gantar menggambarkan cara menutup lubang di tanah setelah diinjak menggunakan tongkat. Tarian dibawakan dengan suka cita dan harapan agar hasil panen berlimpah.

Leave a Reply