Tari Adat, Budaya

Sejarah Dan Makna Tari Cokek

Sejarah Dan Makna Tari Cokek 1

Sejarah Dan Makna Tari Cokek – Tari cokek merupakan tarian tradisional yang berasal dari kebudayaan Betawi. Dengan iringan musik gambang kromong, tarian tradisional ini biasanya ditarikan oleh pasangan penari laki-laki dan perempuan.

Para penari wanita Tari Cokek menggunakan baju adat kebaya khas Betawi, seperti Pakaian Adat Suku Betawi Jakarta.

Awalnya, tarian ini dibawakan oleh tiga penari wanita namun seiring waktu Tari Cokek pun tari dapat dipertunjukkan hingga tujuh penari wanita.

Bagaimana sejarah dan makna Tari Cokek?

Supaya bisa mempelajarinya lebih dalam, di bawah ini adalah rangkuman dari sejarah dan makna Tari Cokek.

Sejarah Dan Makna Tari Cokek

  • Sejarah Tari Cokek

Tari Cokek merupakan salah satu tarian tradisional berasal Betawi campuran antara kebudayaan Tiongkok dan Sunda. Sejarah dan makna Tari Cokek ini adalah upaya untuk menjaga kebersihan hati para masyarakat yang berarti “bahwa dalam kehidupan ini kita harus menjaga kebersihan hati”.

Tari Cokek dibawa oleh para pedagang dari Tiongkok bernama Tan Sio Kek pada awal abad ke-19.

Tan Sio Kek sering mengadakan pesta di rumahnya dan ia menyuguhkan permainan musik khas Tiongkok yang menggunakan instrumen rebab dua dawai lalu dikolaborasikan dengan alat musik tradisional Betawi, yakni suling, gong dan kendang.

Para tamu yang datang kemudian ikut menari mengikuti irama. Sampai pada akhirnya, terciptalah sebuah tarian yang kemudian kita kenal dengan nama Tari Cokek.

Istilah kata cokek tersebut berasal dari kata cukin yang artinya selendang. Sebelum dikenal dengan sebutan cokek, dulunya tarian ini  disebut tari sipatmo dan dipentaskan pada upacara adat di klenteng atau wihara.

Hal tersebutlah yang menjadi sejarah dan makna Tari Cokek.

Sejarah Dan Makna Tari Cokek 2

Foto: liputanpendidikan_bekasi

  • Fungsi Tari Cokek

Tari Cokek merupakan tarian tradisional pergaulan sehingga tarian ini memiliki fungsi utama sebagai tarian hiburan.

Tak hanya sebagai hiburan, Tari Cokek pun juga sering dipentaskan dalam acara adat, acara pernikahan, kenduri dan juga sebagai tarian untuk menyambut tamu.

Meskipun begitu, kini semakin sulit menikmati pertunjukkan Tari Cokek. Kadangkala, tarian ini bahkan hanya dapat ditemui apabila terdapat acara – acara besar, salah satunya saat perayaan hari jadi Ibukota Jakarta.

  • Kostum Tari Cokek

Para penari Tari Cokek biasanya menggunakan kostum terdiri dari baju kurung dan celana panjang berbahan sutra. Pilihan warnanya adalah biru, hijau, kuning, merah, pink, ungu dan berbagai warna lainnya.

Ujung celana bagian bawahnya ditambahkan hiasan berwarna senada dengan celana yang digunakan. Kemudian, selendang panjang dipakai di bagian pinggang, kedua bagian ujungnya dibiarkan terurai ke bawah rambut.

Selain itu, ada juga para penari yang rambutnya dikepang lalu disanggulkan lalu ditambah hiasan tusuk konde yang bergoyang – goyang.

Sejarah Dan Makna Tari Cokek 3

Foto: rajakostum

  • Gerakan Tari Cokek

Awalan dari Tari Cokek ditandai dengan wewayangan atau alunan musik dari gambang kromong yang berfungsi mengiringi masuknya para penari.

Di gerak awal tarian, para penari akan bergerak maju mundur silih berganti sambil merentangkan tangan setinggi pundak.

Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan gerakan lain sampai pada akhirnya satu penari utama akan menarik para tamu agar menari bersama.

Tamu pertama yang menerima ajakan para penari umumnya datang dari tamu yang paling penting atau terhormat. Ini juga termasuk sejarah dan makna Tari Cokek.

  • Iringan Tari Cokek

Iringan dari Tari Cokek menggunakan musik pengiring berupa alat musik tradisional Betawi, misalnya adalah sebagai berikut ini:

  1. Gambang kromong.
  2. Kendang.
  3. Gong.
  4. Kecrek.
  5. Sukong.
  6. Suling.
  7. Tehyan.
  8. Konghyan.
  • Pengaturan Panggung Tari Cokek

Pementasan Tari Cokek panggungnya diatur sedemikian rupa sehingga tampak luas. Hal tersebut dikarenakan nantinya bukan hanya para penari saja yang berada di atas panggung, melainkan diisi juga oleh para tamu untuk menari bersama (ngibing).

Terdapat para pemain gambang kromong yang terdiri dari tujuh orang di bagian samping atau belakang panggung.

Para penari Tari Cokek sendiri biasanya terdiri dari lima hingga sepuluh orang yang berjejer memanjang lalu menari mengikuti setiap irama musik yang dibawakan oleh para pemain gambang kromong.

Sejarah Dan Makna Tari Cokek 4

Foto: bhifest

Demikianlah sejarah dan makna Tari Cokek yang bisa kamu ketahui. Kebudayaan tradisional patut untuk dilestarikan sehingga dapat selalu diwariskan ke generasi – generasi selanjutnya, termasuk sejarah dan makna Tari Cokek ini.

Semoga bermanfaat!

Leave a Reply