Sejarah Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya, Alat Musik

Sejarah Sampek, Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Keunikan Alat Musik Sampek

Keunikan Alat Musik Sampek - foto ig @ardiansyah.agus19766

Sampek – Indonesia adalah gudangnya kesenian sehingga lahirlah jutaan alat musik di sini baik yang populer maupun yang menjadi pusaka di desa-desa tertentu.

Salah satu alat musik tradisional yang populer adalah Sampek yang termasuk ke dalam alat musik tradisional Kalimantan Timur.

Nah, di artikel berikut ini akan dijelaskan tentang alat musik sampek dari segi kesejarahan, fungsi, Keunikan dan cara memainkannya.

Semoga apa yang akan dijelaskan ini bisa menjadi tambahan informasi bagi Anda terutama para siswa yang tertarik dengan kesenian-kesenian di Indonesia. Jadi silakan disimak saja berikut ulasannya:

Alat Musik Sampek

Alat Musik Sampek

Alat Musik Sampek – foto alatmusik.com

Sampek merupakan alat musik tradisional Kalimantan yang melegenda.

Di jaman dulu alat musik ini selalu menjadi pengiring acara adat Kalimantan sehingga menjadi ciri khas tersendiri yang sudah mentradisi sejak ratusan tahun yang lalu.

Alat musik sampek tergolong alat musik petik yang berbunyi merdu namun memiliki gaya memainkan yang berbeda dengan alat musik modern.

Orang yang memainkannya juga tidak boleh sembarangan melainkan harus membaca jampi-jampi tertentu karena alat ini selalu mengiringi kegiatan ritual mistis.

Sampek sendiri merupakan alat musik yang ditemukan pertama kali di Suku Dayak yang merupakan suku terbesar di Kalimantan.

Tidak dimungkiri pula kalau suku ini memang memiliki banyak adat istiadat dan kesenian bahkan sebagiannya telah dinobatkan sebagai aset budaya bangsa Indonesia.

Sejarah Alat Musik Sampek

Sejarah Alat Musik Sampek

Sejarah Alat Musik Sampek – foto liputan6.com

Menurut informasi terbaru alat musik Sampek muncul pertama kali di masa keemasan kaum Melayu Tua yang merupakan golongan masyarakat pertama yang menjadi perintis lahirnya suku Dayak.

Di kala itu, masyarakat Melayu Tua dinyatakan sudah memiliki adat budaya yang cukup tinggi dan sebagian masih diwariskan kepada generasi mereka di Suku Dayak.

Di dalam kesejarahan ini ditemukan fakta historis kalau alat musik Sampek sering dipakai pada upacara-upacara adat termasuk upacara yang bernilai mistis dan ritual keagamaan.

Oleh karena itu tidak semua masyarakat Dayak bisa memainkannya kecuali yang memang dipasrahi oleh generasi yang sebelumnya.

Periode sejarah ini terjadi telah ratusan tahun yang lalu namun nilai gunanya masih tetap bertahan sampai saat ini.

Bahkan alat musik Sampek telah dimainkan oleh generasi muda modern untuk acara-acara khusus seperti karnaval maupun pesta perkawinan.

Fungsi Alat Musik Sampek

Sampek

– foto ig @ardiansyah.agus19766

Alat musik Sampek adalah representasi dari rasa sedih atas duka yang mendalam dari seorang manusia.

Namun untuk nada tertentu terkadang juga mewakilkan perasaan riang gembira atas segala suka yang diterima.

Uniknya, alat musik Sampek yang dibunyikan malam hari dengan siang hari memiliki makna yang berbeda tergantung dengan tema ritual yang dilangsungkan.

Jika alat musik Sampek dibunyikan di siang hari biasanya bernada menghentak sedangkan kalau dibunyikan malam hari nadanya lebih liris dan merdu.

Terkadang nada yang muncul dari Sampek membuat pendengarnya merasa merinding karena kabarnya identik dengan kemarahan hantu manakala alat musik ini dibunyikan.

Jika alat musik dibunyikan maka suasana pasti senyap karena semua penonton terdiam dan seluruh musik pendukung pun tidak boleh dibunyikan.

Situasi ini pula yang memancing sakralitas dari alat musik Sampek sehingga tidak semua orang berani untuk memainkannya.

Keunikan Alat Musik Sampek

Keunikan Alat Musik Sampek

Keunikan Alat Musik Sampek – foto ig @ardiansyah.agus19766

Sampek merupakan alat musik tradisional Kalimantan Timur yang memiliki keunikan tersendiri.

Salah satunya ialah memiliki nama berbeda-beda dan tersebar hampir di seluruh komunitas suku Dayak.

Untuk nama Sampek sendiri masih digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah sedangkan masyarakat Dayak Bahau dan Kanya’an menyebutnya Sape’.

Di komunitas Dayak Modang, alat musik ini lebih dikenal dengan sebutan Sempe sedangkan di Dayak Tunjung dan Banua menyebut Kecapai.

Sejatinya tidak ada perbedaan alat yang mendasar tetapi memang dari segi adat nama dari alat musik ini memang berbeda-beda.

Fakta keunikan di atas menjadi bukti kalau alat musik sampek populer di Kalimantan Timur tepatnya di Suku Dayak.

Nah, penghargaan besar memang perlu dihaturkan apalagi masyarakat suku besar ini sudah menjaganya secara turun temurun.

Cara Memainkan Alat Musik Sampek

Sampek adalah Alat Musik Tradisional Kalimantan

Sampek adalah Alat Musik Tradisional Kalimantan – foto @oln_roy2k

Cara memainkan alat musik sampek tidak sama dengan cara memainkan gitar sekalipun sama-sama alat musik petik.

Semua jari di kedua tangan memainkan petikan secara bergantian untuk melahirkan nada-nada yang berbeda.

Sedangkan kalau gitar, tangan kanan memegang steam sedangkan tangan giri menekan accord untuk memunculkan irama yang berbeda.

Nah dari perbedaan ini sudah jelas kalau bermain Sampek lebih membutuhkan kreativitas dibandingkan jika memainkan alat musik gitar.

Itulah sejarah alat musik tradisional Kalimantan Timur Sampek yang perlu diketahui oleh masyarakat Indonesia.

Mari jaga alat musik ini sebagai bagian dari aset bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan sepanjang hayat. Jika perlu alat musik ini harus diajarkan kepada seluruh siswa sekolah supaya proses pelestarian menjadi lebih mudah dan serius.

Leave a Reply