Rumah Adat Gapura Candi Bentar dari Bali - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Budaya

Rumah Adat Gapura Candi Bentar dari Bali

Rumah Adat Gapura Candi Bentar

Rumah Adat Gapura Candi Bentar- Foto: indonesiatraveler.id

Rumah Adat Gapura Candi Bentar – Meskipun sudah terkenal sampai ke mancanegara dan banyak dikunjungi oleh para wisatawan asing, Bali masih sangat menjaga dan melestarikan kebudayaannya sendiri. Salah satu kebudayaan Bali yang masih terjaga hingga saat ini adalah rumah adatnya.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas tentang Rumah Adat Gapura Candi Bentar yang merupakan gerbang pintu masuk menuju rumah – rumah adat yang ada di Bali. Namun jangan salah, Gapura Candi Bentar bukanlah sekedar pintu masuk, karena gapura ini memiliki makna dan artinya sendiri.

Asal Usul dan Arsitektur Rumah Adat Gapura Candi Bentar

Arsitektur Rumah Adat Gapura Candi Bentar

Arsitektur Rumah Adat Gapura Candi Bentar – Foto: kumparan.com

Gapura Candi Betar dulunya dibangun pada lingkungan Puri atau Istana Raja dan Pura atau tempat suci agama Hindu. Namun, seiring dengan penyebaran budaya, konsep arsitektur ala Gapura Candi Betar ini telah diserap ke dalam bagunan miliki masyarakat umum.

Terdiri dari dua buah candi yang serupa, Gapura Candi Betar membatasi sisi kira dan juga sisi kanannya sebagai pintu masuk ke dalam pekarangan rumah. Menariknya, gapura tersebut tidak mempunyai atap yang menjadi penghubung pada bagian atasnya, sehingga membuat kedua sisinya terpisah.

Candi Bentar memiliki bentuk Gapura atau Candi yang terbelah menjadi dua tepat pada bagian tengahnya, sehingga menjadikannya memiliki bentuk yang simetri. Baik itu di Puri ataupun di Pura, Candi Bentar menempati posisi paling luar dan merupakan pembuka jalan dan sekaligus sebagai tempat penerima untuk mereka yang akan mengunjungi tempat tersebut.

Bali :

Rumah Adat Gapura Candi Bentar

Rumah Adat Gapura Candi Bentar- Foto: indonesiatraveler.id

Para Undagi yang mengerjakan bangunan Candi Bentar ini telah mempunyai kepekaan yang sangat tinggi, sehingga membuatnya mencapai hasil yang sesuai dengan peruntukannya. Undagi memahami betul dimana dan kapan Candi Bentar ini harus tampil megah, normal dan kokoh sesuai dengan tempatnya.

Di Pura yang merupakan Kahyangan Jagat seperti misalnya Pura Ulun Danu Batur atau pada Pura Besakih, nampak bahwa Candi Bentar berdiri dengan kokoh, besar, tinggi (Megah). Dengan areal Pura yang luas dengan topografi yang tidak rata ikut menambah kemegakan yang terwujud.

Leave a Reply