Tari Adat

Makna dan Sejarah Tari Adat Jlantur

Tari Adat Jlantur

Tari Adat Jlantur - Sumber : budayajawa.id

Tari Adat Jlantur – Keragaman suatu budaya bisa disaksikan dalam bentuk kesenian tari, lagu daerah, upacara adat, seni bangunan, dan sebagainya. Dunia pariwisata seringkali memilih untuk menampilkan atraksi budaya sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk mengunjungi daerah tersebut.

Boyolali merupakan salah satu provinsi yang berada di Jawa Tengah, yang memiliki banyak tradisi unik didalamnya. Sebut saja Tradisi Separan di mana warga Boyolali akan membagikan apem yang sudah di susun setinggi 2,5 meter atau sekitar 30.000 apem kepada warga.

Makna dan Sejarah Tari Adat Jlantur 1

Tradisi Saparan – Sumber : Inibaru.id

Di Boyolali pun ada tarian adat yang tidak kalah menarik dan biasa dipentaskan saat perayaan kemerdakaan Republik Indonesia, sekaligus tarian ini diperuntukkan untuk penyambutan tamu dan perayaan-perayaan penting lainnya.

Dalam pementasannya biasa diiringi instrumen seperti kendang dan kempul. Nama tarian tersebut adalah Tari Jlantur. Namun, sayangnya tarian ini sudah banyak ditinggalkan.

Makna dan Sejarah Tari Adat Jlantur 2

Kendang dan kempul – Sumber : Tokopedia

 

Hal tersebut disebabkan kurangnya minat masyarakat untuk melestarikan budaya Tari Adat Jlantur. Memang seperti alurnya ketika semakin modern sebuah zaman, jika budaya dan adat istiadat tidak dipelihara dengan baik, maka akan mudah sekali tergerus zaman. Apalagi jika masyarakatnya sendiri tidak menaruh minat pada pelestarian tersebut, maka jangan heran jika semakin lama akan semakin pudar budaya dan adat istiadat tersebut.

Padahal jika bukan masyarakatnya sendiri yang melestarikan, lantas akan menaruh harapan kepada siapa? Padahal kesenian daerah seringkali tidak lepas dari sejarah bangsa itu sendiri, dan sejarah tersebutlah yang membentuk peradaban kita saat ini.

Sejarah Tari Adat Jlantur

Makna dan Sejarah Tari Adat Jlantur 3

Salah Satu Pertunjukan Tari Adat Jlantur – Sumber : anangfirmansya99.blogspot.com

Tari tradisional yang berasal dari Jawa Tengah memang tidak bisa dilepaskan dari sejarahnya yang dipenuhi dengan lika-liku. Disamping itu, ada juga tarian yang bernilai mistis dan sekedar budaya saja. Itu yang menyebabkan tarian tersebut tidak bisa di nilai dari hanya sekedar materi saja.

Menurut yang diriwayatkan Tari Adat Jlantur diciptakan oleh Ki Hajar Seloka yang diwariskan secara turun temurun. Tarian ini aslinya berasal dari kawasan Selo, Boyolali.

Ki Hajar Seloka sendiri adalah seorang ahli pedang kepercayaan Pangeran Diponegoro. Beliau pernah bersembunyi dari kejaran Belanda di Selo, Boyolali. Beliau merupakan prajurit yang sangat dihormati di wilayah Selo.

Bahkan ada yang mengatakan bahwa nama wilayah Selo berasal dari nama beliau.

Makna Tari Adat Jlantur

Makna dan Sejarah Tari Adat Jlantur 4

Salah Satu Pementasan Tari Adat Jlantur

Salah satu jenis tari adat ini ternyata memiliki sebuah makna yang sangat dalam untuk masyarakat Indonesia.

Tari Adat Jlantur biasanya dipentaskan oleh 40 orang laki-laki. Tarian ini menggambarkan perjuangan kisah Diponegoro yang melawan para penjajah yang pada zaman itu menjajah Indonesia. Beliau bersama para pasukannya mengusir penjajah diceritakan dalam gerakan-gerakan yang tegas, yang dilengkapi dengan kuda-kuda tiruan.

Sebenarnya jika melihat sekilas, mungkin Tari Adat Jlantur akan sama dengan Tari Kuda Lumping karena sama-sama menggunakan kuda tiruan sebagai properti. Namun, ternyata berbeda. Tari Kuda Lumping dilakukan dengan lemah gemulai mengikuti alunan musik. Kemudian di setiap pementasan Tari Kuda Lumping akan ada sesaji dan menyan yang menandakan ada kesan mistis pada Tari Kuda Lumping.

Kostum Tari Adat Jlantur

Para penari Tari Adat Jlantur menggunakan ikat kepala seperti gaya Turki, membawa kuda tiruan, serta berkacamata.

Sebenarnya Tari Adat Jlantur jika kita baca informasinya merupakan suatu tarian yang menarik, karena mengandung sejarah yang sangat mendalam. Tarian ini menggambarkan bagaimana dahulu Pangeran Diponegoro melawan para penjajah di Indonesia.

Jadi, dengan melihat tarian tersebut kita bisa paham bagaimana semangat para pahlawan tersebut berusaha untuk merebut kembali Indonesia supaya masyarakat asli bisa hidup damai tanpa ada bayang-bayang dari para penjajah tersebut.

Di Boyolali juga ada tari adat lainnya yang di sebut dengan Tari Prawiroguno, silakan di baca disini untuk lebih lengkapnya. Jika ingin berwisata, Boyolali juga menyimpan beberapa tempat wisata yang bisa dikunjungi seperti Kebun Raya Indrokilo atau Kedung Goro.

 

 

Leave a Reply