Air Terjun, Alam

Curug Cantel, Curug Indah di Tegal Jawa Tengah

Curug Cantel

Curug Cantel - Sumber: Tribun Jateng

Salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah adalah Kabupaten Tegal yang terkenal akan Bahasa Jawa dialek khas “inyong” atau dalam Bahasa Indonesia berarti “saya”. Setiap kabupaten pastinya menyimpan banyak kekayaan wisata baik wisata alam maupun wisata budaya yang mewakili nilai-nilai kehidupan masing-masing daerah dan tidak terkecuali di Kabupaten Tegal.

Kabupaten Tegal menyimpan kekayaan alam yang menakjubkan. Pantai, berbukitan, danau ataupun telaga, curug, perkebunan teh, hingga perkebunan melati pun dapat dijumpai di Kabupaten Tegal.

Terdapat satu kecamatan di Kabupaten Tegal yang berada di ketinggian 800 mdpl sehingga bisa dibilang udara sejuk menyelimuti seluruh area. Selain itu, kecamatan ini juga memiliki sumber mata air bernama Bulakan dan dipergunakan dimanfaatkan oleh PDAM Kabupaten Tegal. Kecamatan tersebut bernama Kecamatan Bumijawa, merupakan kecamatan paling selatan di Kabupaten Tegal dan memiliki 16 desa.

Kecamatan Bumiayu juga merupakan penghasil sayur, buah, dan juga teh. Di satu kecamatan ini tersimpan banyak destinasi wisata alam cantik yang bisa dikunjungi. Salah satunya ada Curug Cantel, air terjun alami yang terkenal akan keasrian dan medannya yang menantang adrenalin.

Curug Cantel, Curug Cantik dan Alami

Curug Cantel

Pesona Curug Cantel – Sumber: Merah Putih

Curug Cantel merupakan salah satu curug yang ada di Kecamatan Bumijawa, tepatnya di Desa Sigedong. Curug Cantel berasal dari Bahasa Jawa “chantel” atau yang dalam Bahasa Indonesia memiliki arti “tersangkut” atau “terikat”.

Dari keterangan penduduk setempat ada mitos tentang penamaan curug tersebut yaitu bagi pasangan yang mencuci muka dengan menggunakan air di Curug Cantel maka akan berjodoh selamanya atau memiliki hubungan yang langgeng dan bagi pengunjung yang belum memiliki pasangan jika mencuci muka dengan air dari curug makan akan segera dipertemukan dengan jodohnya.

Terlepas dari kebenaran mitos seputar Curug Cantel, pemandangan alami curug dan sekitarnya sungguh menjadi suguhan utama nan mempesona bagi setiap pengunjung yang datang. Rimbunnya perbukitan di sekitar air terjun berkolaborasi dengan suara aliran air yang jatuh menghantam bebatuan merupakan berkah yang harus selalu disyukuri dari Sang Pencipta. Berkah yang bisa kita nikmati dan harus kita jaga keasriannya bersama-sama.

Rute dan Akses Menuju Curug Cantel

Rute dan Akses Menuju Curug Cantel

Rute dan Akses Menuju Curug Cantel-Sumber: Tribun Jateng

Curug dengan ketinggian sekitar 60m ini baru akan terlihat setelah pengunjung menyusuri sungai sejauh 400-500m. Hal ini yang kerap menjadi tantangan dan justru menjadi daya tarik pengunjung untuk datang ke Curug Cantel Tegal ini. Pengunjung harus berhati-hati menapaki jalan dan waspada terhadap batu yang permukaannya licin karena dilapisi lumut

Baca Juga ya :

Semakin mendekati air terjun maka pengunjung akan dapat mendengar gemuruh air yang asalnya dari Curug Cantel di lereng Gunung Slamet ini. Namun curug tetap belum terlihat karena rimbun dan tingginya pepohonan di hutannya. Curug Cantel baru akan terlihat dalam radius jarak kurang lebih 100m.

Pengunjung disarankan untuk menggunakan pakaian yang sesuai dengan medan, seperti misalnya menggunakan sepatu atau sepatu sandal gunung dan bukannya sepatu kets. Tentunya pemilihan pakaian menjadi salah satu unsur penting karena berhubungan langsung dengan keselamatan setiap pengunjung.

Biaya Retribusi Masuk ke Curug Cantel

Curug Cantel

Harga Tiket Masuk Curug Cantel – Sumber: Inibaru.id

Karena berlokasi di Kecamatan Bumijawa, pengunjung dapat pertama mencari jalan menuju ke kecamatan tersebut. Kemudian dari jalur Bumijawa pengunjung bisa terus lurus hingga tiba di area pertigaan menuju Talang, pengunjung bisa mengambil jalan ke kiri, ke arah Jalan Wredameta.

Perjalanan berlanjut menuju titik pertigaan lagi dan pengunjung bisa mengambil rute ke kiri ke arah Desa Batumirah-Desa Sirampog. Setelah itu pengunjung akan tiba di perempatan bernama Mentik dan masih harus melanjutkan perjalanan lurus ke arah Desa Kalipedes. Pengunjung akan melihat sebuat jembatan yang disebut warga sebagai Jembatan Kalipedes. Pada sebrang jembatan inilah pengunjung akan memarkirkan kendaraan mereka sebelum melanjutkan perjalanan dengan trekking menuju Curug Cantel.

Pengunjung akan dikenakan biaya parkir sebesar Rp 5.000 dan juga juga biaya masuk sebesar Rp 5.000 per pengunjung. Area parkiran relatif aman dengan adanya penduduk sekitar yang bertugas sebagai penjaganya. Fasilitas yang ada di Curug Cantel pun sudah bisa dibilang memadai dan bisa memenuhi kebutuhan pengunjung.

Fasilitas tersebut adalah kamar mandi serta toilet, mushola, dan juga warung kecil tempat penduduk sekitar menjajakan cemilan dan juga minuman, cocok untuk beristirahat sejenak melepas lelah dan untuk mengumpulkan kembali semangat sebelum melanjutkan perjalanan.

 

Leave a Reply