Budaya, Tari Adat

Asal Usul dan Sejarah Tari Kalegoa

Asal Usul dan Sejarah Tari Kalegoa 1

Tari Kalegoa merupakan kesenian tari tradisional yang menggambarkan suka duka gadis buton pada saat dalam pingitan atau tradisi adat posuo. Tarian kalego diciptakan oleh seorang seniman bernama Laode Umuri Bolu.

Posuo merupakan sebuah tempat adat yang disediakan bagi mereka atau para gadis yang telah berganti status remaja menjadi gadis dewasa yang siap diikat (pinangan) dengan aturan, tata krama, sopan santun secara ketat. Mereka akan diisolasi dan dijauhkan dari pengaruh dunia luar yang bertujuan untuk menjadikan pribadi lebih matang, tanggung jawab untuk kehidupan selanjutnya.

Proses adat posuo dilakukan selama 8 hari atau 8 malam. Selama masa pingitan para gadis mendapat wejangan – wejangan dari orang yang telah ditunjuk langsung oleh pemangku adat agar mereka lebih matang dalam berumah tangga. Tarian ini pernah ditampilkan pada tahun 1972 dalam acara respsi kenegaraan di Istana Negara.

Perkembangan Tari Kalegoa

Tari-Kalegoa

Asal Usul Tari Kalegoa, Foto: blogkulo.com

Tari Kalegoa terkenal oleh masyarakat suku buton di Sulawesi Tenggara. Tradisi posuo telah berkembang pada masa Kesultanan Buton sejak zaman dahulu, berbagai ritual ini wajib diikuti oleh seorang wanita memiliki darah buton yang belum menikah.

Ritual posuo terbagi menjadi tiga tahapan yang wajib dijalani yaitu:

1. Pauncura atau pengukuhan

Tahapan pertama selama proses dilakukan oleh dukun senior (parika) dengan diawali pembakaran kemenyan lalu pembacaan doa

2. Panimpa atau pemberkatan

Tahapan kedua dilakukan dengan memberikan sapuan asap kemenyan ke sekujur tubuh anggota posuo kemudian sejak saat itu mereka akan diisolasi dari dunia luar. Di sini peserta akan dibekali cara sikap, tata kerama, sopan santun dalam berbagai kegiatan yang sangat berguna untuk kehidupan di masyarakat kelak nantinya.

3. Matana Karya atau Puncak Acara

Tahapan terakhir yang dilakukan pada malam ke-8 dengan memandikan seluruh peserta upacara tradisi posuo dengan menggunakan tempat bhosu yang terbuat dari tanah liat. Kemudian peserta akan didandani mengenakan baju Ajo Kalambe atau riasan gadis dewasa.

Baca Juga ya : Inilah 6 Tari Adat Tradisional Dari NTB  yang terkenal 

800px-Gadis_Buton_dalam_tradisi_Posuo

Tata Rias dan Busana Tari Kalegoa, Foto: wikipedia.org

Bagi yang bergelar Waode atau bangsawan, setiap kegiatan ritual posuo pada saat makan akan diiringi dengan pemukulan gendang sebagai ujian kesucian. Jika pada saat pemukulan gendang ada yang pecah merupakan tanda peseta terserbu tidak suci lagi.

Seiring perkembangan zaman, semua anak gadis sudah bersekolah bahkan bekerja, sehingga kegiatan ritual posuo dilakukan pada satu malam saja dan biasanya dilakukan saat menjelang pernikahan. Prosesi tata cara, doa dilakukan sama seperti zaman dahulu yang membedakan hanya waktunya dipersingkat.

Tata Rias dan Busana Tari Kalegoa

Semua peserta tari kalegoa dilakukan oleh penari perempuan, lengkap dengan busana adatnya yang memiliki berbagai corak motif  khas dan warna. Pada bagian kepala dikenakan aksesoris dengan ciri khas, membawa sapu tangan. Untuk tata riasnya dibuat seperti gadis dewasa yang cantik dan anggun.

Baca Juga ya : Asal Usul dan Sejarah Tari Gendang Beleq

Gerakan Tari Kalegoa

Tari Kalegoa - Buton 2.jpg

Gerakan Tari Kalegoa, Foto: greatbuton.blogspot.com

Setiap pertunjukan tari kalegoa dimainkan oleh 6 orang penari wanita dan 3 pria menabuh alat musik tradisional. Tarian ini diiringi menggunakan gendang, gamelan dan gong. Berikut gerakan tari kalegoa adalah:

  1. Gerakan tari diawali dengan mengayukan kain sapu tangan pada tangan kanan, sementara kelapak tangan kiri ditekuk menghadap ke atas.
  2. Gerakan memutar tangan kanan yang ada kain sapu tangan ke depan, tangan kiri ke depan menutup kedua mata penari.
  3. Tangan kanan ditempelkan ke tangan kiri, sementara tangan kiri posisi seperti diawal menghadap ke atas.
  4. Dengan posisi no.3 lalu dilakukan gerakan memutar searah jarum jam, lalu berputar kembali dengan arah berlawanan.
  5. Mengayukan kedua tangan ke kanan, ke kiri, ke atas, ke bawah sambil memutar.
  6. Tangan kiri diletakan pada pinggang, tangan kanan di luruskan ke samping mengarah ke bawah sambil melakukan gerakan memutar.
  7. Mengayukan kedua tangan sambil berputar searah jarum jam, berhenti sejenak menghadap ke depan dengan mengayukan kedua tangan ke kanan ke kiri.
  8. Kedua tangan dilipat ke depan lalu berputar.

Selama pertunjukan tarian ini didominasi dengan gerakan memutar, mengayunkan kedua tangan, saling berhadapan dengan pemain sambil mengerakan tangan, kaki. Semua gerakan dilakukan dengan lembut mengikuti musik pengiring gendang, gamelan.

Nilai dan Makna Tari Kalegoa

Pelajaran yang terdapat dalam tarian ini yaitu segala kearifan dan ilmu yang ditimba mengenai pengetahuan dalam berperilaku sebagai perempuan yang baik sesuai tata kerama, kesopanan, kelembutan, kesantunan, baik secara lahir dan batinnya.

Leave a Reply