Tari Adat, Pengetahuan

Asal Usul dan Sejarah Tari Bulu Londong

Tari Bulu Londong

Tarian Bulu Londong Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat - Foto: kompas.id

Setiap daerah di Indonesia memiliki ciri khasnya masing-masing. Salah satunya di Sulawesi. Selain dikenal memiliki ragam budaya dan kuliner yang lezat, di sini kalian juga bisa menemukan ciri khas budaya dalam bentuk tarian yang disebut Tari Bulu Londong.

Bagaimana kisah di balik Tari Bulu Londong? Bagaimana sejarah tarian tersebut dan apa saja aspek yang melingkupinya? Mari yuk kalian simak artikel ini.

Sejarah Tari Bulu Londong

Asal Usul dan Sejarah Tari Bulu Londong 1

Tarian Bulu Londong Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat – Foto: kompas.id

Tari Bulu Londong berasal dari daerah Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Tarian ini adalah jenis tarian perang yang biasa dilakukan saat prajurit kembali setelah dari medan perang.

Pada jaman dahulu, tarian ini dilakukan sebagai ucapan rasa syukur atas kemenangan yang diraih oleh para prajurit. Sekaligus mereka merayakan kemenangan dengan penuh kegembiraan melalui tarian ini.

Saat itu para prajurit  menari sambil membawa kepala musuh yang berhasil mereka taklukkan dan mempertunjukkannya kepada warga. Sambil membawa senjata, kepala musuh tersebut sekaligus sebagai simbol bukti kemenangan mereka di medan perang.

Selain sebagai tarian perang, Tari Bulu Londong ini juga dilakukan saat ada yang menderita sakit. Ketika penderita sakit ini telah sembuh maka mereka melakukan Tari Bulu Londong sebagai simbol dan ungkapan rasa syukur mereka.

Perlengkapan Tari Bulu Londong

Asal Usul dan Sejarah Tari Bulu Londong 2

Busana yang Digunakan Penari Bulu Londong – Foto: budaya-indonesia.org

Beranjak dari aspek sejarah kini kita masuk ke properti apa saja yang diperlukan saat pementasan Tari Bulu Londong.

Seperti yang dilakukan oleh pendahulu dan asal muasalnya maka tarian ini dilakukan sesuai kaidah asli tarian yang dilakukan oleh para prajurit di Mamasa.

Penari beranggotakan laki-laki dan biasanya berjumlah lima orang atau lebih. Para penari ini menggunakan baju adat perang dan membawa senjata sebagai perlengkapan.

Alat perang yang digunakan berupa pedang dan tombak. Kemudian dilengkapi dengan terompet yang terbuat dari bambu. Terompet ini dulu digunakan sebagai alat komunikasi saat peperangan.

Sebagai pengganti kepala manusia (karena tidak mungkin kan di jaman sekarang menggunakan kepala asli?? Bisa membuat ngeri yang melihatnya), biasanya menggunakan kepala boneka sebagai simbol pengganti kepala manusia.

Sedikit catatan, kalian harus mengambil sudut pandang adat dan sejarah ya, karena memang mungkin terkesan sadis atau kejam, tetapi pada jaman dahulu saat adat masyarakat dan bentuk masyarakat masih bersuku-suku, maka peperangan juga adalah sebuah hal yang lumrah terjadi.

Kalian bisa mengambil pelajaran bagaimana dulu sebuah suku harus bertahan hidup, dan sekaligus bersyukur kalian hidup di masa sekarang yang sudah mengalami kemajuan peradaban.

Pertunjukan Tari Bulu Londong

Asal Usul dan Sejarah Tari Bulu Londong 3

Pentas Tari Bulu Londong – Foto: galeri-mamasa-sulawesi-barat.blogspot.com

Saat pertunjukan tari dilakukan biasanya menggunakan tata cara tertentu. Saat penari akan masuk ke area pentas sebelumnya para penari membunyikan  terompet bambu sebagai tanda kepada penari untuk masuk ke area pentas.

Setelah penari masuk ke area pentas kemudian para penari melakukan gerakan-gerakan tari sambil diiringi oleh musik. Alat musik yang digunakan berupa gendang yang berjumlah sekitar dua buah gendang.

Sambil diiringi ketukan gendang yang bertempo cepat para penari menggerakkan tangan sambil memainkan senjata. Tarian ini didominasi oleh gerakan tangan. Biasanya tangan kanan sambil memegang pedang dan tangan kiri memegang tombak dengan langkah kaki yang rancak menghentak.

Susunan penari juga berubah-ubah sehingga menjadi atraktif dan variatif untuk dilihat.

Namun tidak sepanjang waktu gerakan penari bergerak dalam tempo cepat karena di tengah pertunjukan biasanya dibacakan sebuah puisi atau syair. Ketika pembacaan dilakukan maka musik dan tarian berhenti dulu untuk sesaat.

Jangan lupa baca artikel ini juga yuk!

Perkembangan Tari Bulu Londong di Masa Kini

Asal Usul dan Sejarah Tari Bulu Londong 4

Tari Bulu Londong yang Terus Dilestarikan sebagai Seni Pertunjukan Budaya – Foto: www.mediarestorasi.com

Karena peperangan antar suku sudah tidak ada lagi saat ini maka tantangan tarian perang ini adalah bagaimana beradaptasi di masa sekarang. Karena saat ini Tari Bulu Londong sudah mulai jarang ditemui.

Karena itu masyarakat dan tokoh masyarakat di Mamasa khususnya berusaha melestarikan tarian ini dan mengubahnya menjadi simbol budaya sekaligus aspirasi untuk budaya lokal yang dimiliki.

Masyarakat dan pemerintah bahu membahu melestarikan tarian ini agar Tari Bulu Londong tidak punah ditelan jaman.

Bentuk pelestariannya antara lain adalah dengan mementaskan tari ini sesering mungkin di pentas pertunjukan,  acara-acara perayaan yang diadakan di Sulawesi, kemudian untuk menyambut wisatawan, dan sebagainya.

Semoga setelah membaca artikel ini kalian juga bisa turut mengembangkan dan melestarikan budaya lokal kita ya! Karena kalau bukan kita yang melestarikan kekayaan budaya, siapa lagi?

 

Sumber referensi:

Jemali, Videlis, 2018, “Bulu Londong”, The Victory Dance of Mamasa People

perpustakaan.id

negerikuindonesia.com

Leave a Reply