6 Tempat Wisata di Tobadak, Mamuju Tengah - Sering Jalan

Tapi Ingat Pulang

Daftar Wisata, Alam

6 Tempat Wisata di Tobadak, Mamuju Tengah

Pantai Batu Meana di Mamuju Tengah

Pantai Batu Meana - Photo credit: jalanwisata.id

Tobadak adalah sebuah kota kecil yang sekaligus merupakan ibukota Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Tobadak memiliki 8 desa yang meliputi Desa Tobadak, Desa Mahahe, Desa Polongaan, Desa Batuparigi, Desa Sulobaja, Desa Bambadaru, Desa Sejati dan Desa Saluadak.

Baca juga ya:

Penduduk di Tobadak terdiri dari berbagai etnis, baik asli maupun pendatang. Beberapa desa di Tobadak merupakan daerah transmigrasi.

Tobadak memiliki beragam wisata alam yang dapat kamu kunjungi. Wilayahnya yang strategis karena merupakan ibukota kabupaten membuatnya dekat dengan objek wisata lain di Kabupaten Mamuju Tengah.

Di Tobadak, kamu bisa mengunjungi Air Terjun Lumu yang terkenal akan tempatnya yang begitu indah. Selain itu, kamu juga bisa mengunjungi tempat wisata lain yang juga tak kalah menawan di Kabupaten Mamuju Tengah.

Seperti, Pantai Batu Meana, Pulau Kambunong, Pantai Karossa, Pantai Anggaleha, dan Pantai Babana. Rugi kan sudah jauh-jauh datang ke satu kota, tapi hanya satu yang dikunjungi. Nah, simak penjelasan mengenai ke-6 tempat wisata di Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah berikut ini ya.

Air Terjun Lumu

Air Terjun Lumu di Tobadak, Mamuju Tengah

Air Terjun Lumu – Photo credit: kompadansamandar.blogspot.com

Air Terjun Lumu merupakan potensi wisata tersembunyi di Kabupaten Mamuju Tengah karena berada di pedalaman hutan yang masih sangat rimbun. Air terjun ini menjadi petualangan baru bagi para penjelajah alam pedalaman.

Air terjun dengan debit yang besar ini terletak di daerah Lumu,Desa Salu Lisu, tepatnya di hulu sungai Budong-Budong, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Air Terjun Lumu menjadi sumber mengalirnya Sungai Budong-Budong, sungai di salah satu kecamatan di Kabupaten Mamuju tengah.

Akses ke air terjun ini cukup sulit untuk dijangkau karena berada di tengah rimbunnya hutan. Jika berminat mengunjungi air terjun ini, kamu harus meminta bantuan warga lokal untuk mengantarmu kesana.

Kamu tidak akan menemukan air terjun ini jika berangkat sendirian. Di sepanjang jalan menuju air terjun, tidak ada petunjuk yang disediakan. Untuk sampai di Air Terjun Lumu ini, kamu harus menempuh perjalanan laut dengan perahu ke Salu Andeang terlebih dahulu.

Setelah itu, kamu harus melanjutkan dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 km. Barulah kamu bisa menikmati keindahan si air terjun dengan banyak tingkatan ini. Tak cukup waktu sehari untuk mencapai Air Terjun Lumu. Bahkan, warga lokal juga jarang mengunjungi air terjun ini.

Dalam perjalanan dengan berjalan kaki sejauh 10 km, rumah kebun terakhir yang akan kamu temui berjarak 2 – 3 km dari Air Terjun Lumu bisa menjadi tempat istirahat sementara. Kemungkinan besar, kamu akan menghabiskan malam dengan beristirahat disini. Baru, esoknya perjalananmu akan dilanjutkan kembali.

Tapi, semua upayamu yang cukup berat dan melelahkan itu akan terganjar oleh pesona keindahan alami air terjun dengan tingkatan yang beragam dan tanaman hijau tumbuh secara alami di sisi jatuhnya air terjun. Tertarik mencoba datang kemari?

Kawasan Mangrove Wai Tumbur

Kawasan Mangrove Wai Tumbur di Kabupaten Mamuju Tengah

Spot Swafoto di Kawasan Ekowisata Mangrove Wai Tumbur – Photo credit: ciptakarya.pu.go.id

Mangrove Wai Tumbur merupakan kawasan hutan bakau yang dikembangkan sebagai ekowisata. Kawasan hutan bakau yang terletak di dekat pantai ini terletak di Desa Salubiro, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah.

Objek ekowisata ini dilengkapi dengan jembatan kayu yang instagramable, karena didesain dan dicat berwarna-warni sehingga membuat foto pengunjung menjadi lebih unik.

Jembatan kayu di ekowisata mangrove sebenarnya merupakan hal yang selalu ada di kawasan hutan mangrove lain. Yang menjadi berbeda dari ekowisata ini adalah ada jembatan berbentuk hati dan berwarna-warni.

Itulah yang menjadi salah satu daya tarik Kawasan Mangrove Wai Tumbur ini. Pengunjung datang kesini selain untuk ber-ekowisata, juga untuk mendapatkan view ciamik kemudian mengabadikannya.

Wai Tumbur tidak akan kalah dari jembatan lingkar yang ada di Kampung Bugis, Kepulauan Riau, maupun Jembatan Pengantin di Kepulauan Seribu.

Ekowisata Mangrove Wai Tumbur mendapat dukungan dan dikembangkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui program pengembangan infrastruktur sosial dan ekonomi daerah.

Pantai Kambunong

Pantai Kambunong di Kabupaten Mamuju Tengah

Pantai Kambunong – Photo credit: alfianmy.blogspot.com

Pantai Kambunong adalah pantai yang terletak di Desa Kambunong, Kecamatan Karossa, Kabupaten Mamuju Tengah. Pantai Kambunong merupakan pantai yang sangat indah. Ia memiliki hamparan batuan karang yang cukup terawat.

Pantai Kambunong memiliki daya tarik utama berupa bongkahan bebatuan besar yang menarik di pesisir pantainya dengan pepohonan rindang yang melindungi pengunjung dari teriknya panas matahari.

Akses menuju pantai ini masih belum banyak diketahui wisatawan. Mungkin oleh karenanya, pantai ini belum banyak dikunjungi wisatawan. Tetapi, berlarian di sepanjang hamparan pasir hitamnya dan juga di antara bebatuan besarnya cukup membuat harimu menjadi menyenangkan.

Apalagi, kamu tidak harus khawatir tersengat panas matahari. Cukup nikmati pantai dari bawah sejuknya pepohonan, kamu sudah bisa menikmati suasana dan pemandangan laut biru dengan beberapa deretan bukit di sudut pandangan matamu.

Pantai Babana

Dermaga di Pantai Babana, Kabupaten Mamuju Tengah

Dermaga di Pantai Babana – Photo credit: jalanwisata.id

Leave a Reply